Pengertian Hubungan Internal dan Jenisnya

Pengertian Hubungan Internal adalah hubungan yang berlangsung di dalam suatu organisasi atau perusahaan itu sendiri. Ada 2 tipe hubungan internal dalam tim, yaitu sebagai berikut:

1.Hubungan internal-vertikal, yaitu hubungan yang terjalin antara atasan dengan bawahan atau antara atasan dengan para stafnya. Contoh: hubungan antara direktur dengan karyawannya.

2 Hubungan internal-horizontal, yaitu hubungan kerja resmi di dalam suatu organisasi atau perusahaan, yang terjadi secara mendatar atau sejajar atau yang mempunyai kedudukan setingkat atau satu level. Contoh: hubungan antara kepala bagian keuangan dengan kepala bagian personalia, hubungan sesama karyawan. 

Hubungan kerja internal vertikal-horizontal sangat berperan penting dalam kerja sama sebuah tim. Seorang pimpinan harus dapat menyampaikan informasi kepada bawahannya dengan baik, sehingga bawahan dapat menerinna apa yang disampaikannya.

Sebaliknya jika seorang bawahan ingin menyampaikan pesan kepada pimpinan dia pun harus dapat menyampaikan dengan baik. Hubungan antarsesama karyawan pun juga penting dilakukan. Jika terjadi ketidakharmonisan antara satu dengan yang lainnya, hal ini akan mengganggu kerja sama dalam suatu tim. 

Oleh karena itu sangat penting dilakukan suatu upaya yang terus menerus dalam menjaga keutuhan dan kebersamaan tim dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hubungan internal-vertikal antara atasan dan bawahan dapat berupa:

1. Hubungan yang berlangsung secara vertikal dari atas ke bawah, antara atasan dengan bawahan. Hubungan ini dapat berupa instruksi, petunjuk, informasi, penjelasan, perintah, pengumuman, rapat, dan sebagainya.

2. Hubungan yang berlangsung secara vertikal dari bawah ke atas, antara bawahan dan atasan. Hubungan ini dapat berupa laporan, saran-saran, pengaduan, kritikan, kotak saran dari bawahan kepada pimpinan, dan sebagainya. 

Pengertian Hubungan Internal dan Jenisnya

Hubungan internal-vertikal yang baik, artinya ada komunikasi dua arah yang saling menghargai dan saling memahami masing-masing, antara pemimpin dan bawahan. Dengan demikian pemimpin tidak akan semena-mena kepada anggota, dan anggota pun akan respek kepada pemimpinnya. Hubungan internal-horizontal dapat berupa:

1. Hubungan kerja antarkaryawan (bawahan). Hubungan ini berlangsung dua arah, tidak formal, dan tidak bersifat instruksi atau perintah tetapi bersifat informatif dan koordinatif. 

2. Hubungan kerja antarstaf. Hubungan ini berlangsung dua arah dan lebih bersifat koordinatif. 

Dalam tim, kedua hubungan ini harus terjalin dengan baik. Hindari adanya "anggota eksklusif", yaitu anggota yang baru bekerja kalau ada pemimpinnya atau hanya atas perintah pemimpinnya, tetapi tidak bisa bekerja sama dengan anggota tim lainnya. Jika salah satu hubungan tersebut ada yang kurang baik dan tidak segera diatasi, maka perlahan tapi pasti tim tersebut tidak akan bertahan lama.