Pengertian Sewa Tanah dan Pasar Tenaga Kerja

Penggunaan tanah, selain untuk perluasan pertanian dan perumahan, juga untuk pembangunan pabrik. Faktor produksi tanah meliputi permukaan dan semua yang terkandung di dalamnya. Kawasan lepas pantai dewasa ini telah dimanfaatkan untuk pencarian minyak bumi. 

Dasar laut yang demikian luasnya telah menjadi, daerah pertambangan.frijalas jasa yang diterima dari penggunaan faktor fig  adalah sewa (rent). Jadi, sewa tanah ialah sejumlah uang yang diserahkan kepada pemilik tanah atas penggunaan pemakaian tanah. 

Penggunaan tanah sebagai faktor produksi asli sangat penting untuk dipahami. Ini tak lepas dari fakta bahwa tiap usaha produksi memerlukan tanah. Selain itu, perbedaan sifat tanah seperti kesuburannya, letak, banyaknya tanah yang digunakan untuk produksi dan tempat tinggal, menentukan harga dan jumlah permintaan tanah. 

Hal ini semakin diperkuat dengan lahan untuk industri yang terus bertambah karena perkembangan industri begitu pesat, sehingga permintaan tanah semakin lama semakin bertambah. Hal yang menarik dalam pasar tanah ini adalah bentuk penawarannya. 

Persediaan tanah terbatas karena jumlah tanah di dunia tetap dan tidak bertambah, sementara permintaan selalu bertambah. Sehingga, proses pembentukan harga faktor produksi tanah akan tampak sebagaimana terlihat pada Peraga 4.5. 

Kondisi awal keseimbangan terjadi pada titik E dengan tingkat sewa OR, titik pertemuan kurva permintaan DD dan kurva penawaran SS. Bila permintaan akan tanah menurun yang terlihat dari bergesernya kurva permintaan menjadi D1D1, maka sewa tanah turun menjadi 0R1. 

Sementara itu, apabila permintaan tanah naik menjadi D2D2, maka sewa tanah ikut naik pula menjadi OR2. Yang menarik di sini, adalah jumlah tanah keseimbangan tidak berubah, tetap OQ. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa harga sewa tanah terbentuk dari permintaannya. Semakin tinggi permintaan gemakin tinggi harga sewa tanah, dan sebaliknya semakin rendah permintaan semakin rendah harga sewa tanah.

Jumlah faktor produksi tenaga kerja (sumber daya manusia) menjadi bertambah besar karena jumlah penduduk terus meningkat. Peningkatan tenaga kerja di Indonesia dewasa ini adalah akibat pertambahan penduduk. Permintaan akan tenaga kerja datang dari rumah tangga produksi, sementara penawarannya datang dari masyarakat. Interaksi antara permintaan dan penawaran. ini membentuk `pasar tenaga kerja'. 

Pengertian Sewa Tanah dan Pasar Tenaga Kerja

Pasar tenaga kerja ialah seluruh aktivitas atau kegiatan pelaku-pelaku untuk mempertemukan pencari kerja dengan lowongan kerja. Dapat juga dikatakan bahwa parsar tenaga kerja ialah proses terjadinya hubungan kerja melalui penyediaan penempatan tenaga kerja. 

Pemerintah maupun swasta dapat bertindak sebagai pelaku pasar kerja, seperti Departemen Tenaga Kerja di pusat maupun di daerah, vayasan penampung pencari kerja, politeknik, balai latihan kerja, dan sebagainya. Balas jasa yang diterima oleh tenaga kerja karena ikut dalame proses produksi disebut upah kerja. Perhatikan Peraga 4.6 untuk memahami bagaimana upah tenaga kerja tersebut terbentuk. 

Kondisi awal keseimbangan pasar tenaga kerja terjadi pada titik E yang merupakan perpotongan kurva permintaan DD dan kurva penawaran tenaga kerja SS. Di titik ini, tingkat upah yang terbentuk adalah W. Ketika penawaran berkurang, dari SS menjadi SiSi, upah menjadi naik, dari W menjadi W1. Sementara itu, ketika penawaran tenaga kerja bertambah menjadi S2S2, upah akan turun menjadi W2. 

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bila permintaan tenaga kerja tetap sementara penawaran tenaga kerja naik, maka upah menjadi turun. Begitu pula sebaliknya, bila penawaran tenaga kerja turun, maka upah akan menjadi naik. 



Daftar Pustaka: PT. Phibeta Aneka Gama