Perbedaan Sarana Prasarana Transportasi Udara Dahulu dan Sekarang

A. Sarana dan Prasarana Masa Lalu

Pesawat terbang sederhana pertama kali dibuat oleh Wright bersaudara pada tahun 1905.Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,pesawat terbang terus menjalani perubahan kea rah penyempurnaan.

Sarana dan pra-sarana untuk kepentingan transportasi udara pada masa lalu masih sangat sederhana dan terbatas. Hanya tempat-tempat tertentu saja yang mempunyai lapangan terbang. Untuk daerah pedalaman pelayanan transportasi udara memafaatkan pe-nerbangan perintis. 

Beberapa alat transportasi udara dengan ukuran kecil sudah digunakan pada masa lalu. Pemerintah indonesia membeli pesawat terbang dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan akan alat transportasi udara di dalam negeri. Teknologi penerbangan di lndonesia pada masa lalu masih pada tahap merakit suku cadang pesawat terbang.

Helikopter juga merupakan alat transportasi masa lalu. Helikopter adalah pesawat udara dengan baling-baling besar di atas yang berputar secara mendatar laiu mempercepat udara ke arah bawah dan dengan demikian memperoleh reaksi berupa gaya angkat. Helikopter biasa digunakan untuk penerbangan antarpulau, penerbangan di daerah pedalaman, serta penerbangan dalam kota. Heli-kopter tidak membutuhkan lapangan terbang yang terlalu luas.

B. Sarana dan Prasarana Masa Kini 

Pada masa kini manusia sudah berhasil membuat pesawat terbang yang canggih dengan kecepatan supersonik. Kecepatan supersonik adalah kecepatan terbang yang sama atau melebihi kecepatan rambat suara. Berbagai lapangan terbang modern dengan taraf internasional banyak dibangun.

Jalur penerbagan nasional maupun internasional terus bertambah, seiring dengan semakin bertambahnya jumlah perusahaan-perusahaan penerbangan. Pesawat terbang yang berfungsi sebagai alat angkutan udara itu dibagi menjadi dua jenis, yaitu pesawat terbang komersial dan pesawat terbang militer.

Pesawat terbang komersial adalah pesawat terbang yang digunakan untuk mengangkut barang dan penumpang. Jenis pesawat terbang yang bergerak di bidang komersial ini antara lain Boeing, DC (Dakota), Airbus, Fokker, dan helikopter. Pesawat terbang pengangkut barang terbesar di Indonesia adalah Hercules. Pesawat Hercules banyak digunakan untuk kepentingan militer.

Pesawat terbang mendarat dan lepas landas di bandar udara (bandara) atau lapangan terbang. Nama-nama bandara yang ada di Indonesia di antaranya adalah seperti yang tercantum pada tabel berikut ini. Beberapa perusahaan penerbangan di dalam negeri dikelola oleh perusahaan swasta dan negara.

Perusahaan penerbangan milik negara adalah Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara. Perusahaan penerbangan milik swasta antara lain Mandala Airlines, Pelita Air Service, Lion Air, dan Bouraq Airlines. Pemerintah memberikan kesempatan kepada perusahaan swasta karena ingin membangkitkan penanaman investasi di bidang penerbangan.

Sarana Prasarana Transportasi Udara

Dengan demikian, bermunculanlah berbagai perusahaan penerbangan swasta. Apakah dampak bagi masyarakat dengan banyaknya perusahaan penerbangan swasta? Perhatikanlah contoh peta jalur penerbangan berikut ini!

Pesawat terbang militer digunakan untuk mengangkut pasukan militer, peralatan tempur, dan kendaraan lapis baja. Pesawat militer berfungsi sebagai alat pertahanan negara. Dalam keadaan mendesak, pesawat terbang militer pun bisa dimanfaatkan untuk tugas perdamaian dan penerbangan sipil.

Jenis pesawat terbang militer antara lain pesawat tempur Bomber, F 5, F-16, Sea Harier, A-4 Sky Hawk, Stealth, dan Mirage. Pesawat tempur Bomber dirancang untuk terbang jarak jauh dan mengangkut muatan bom yang berat.

Pesawat-pesawat militer seperti Mirage, A-4 Sky Hawk, F-5, dan F-16 dikenal sebagai pesawat pemburu yang dilengkapi rudal (peluru kendali). Pesawat pemburu adalah pesawat kecil berkecepatan tinggi yang dirancang untuk menghadang dan menembak jatuh pesawat musuh. 

Selain itu, ada juga pesawat tempur lain yang terbang dengan sangat cepat. Pesawat tersebut dilengkapi kamera, radar, dan berbagai alat berteknologi modern untuk menemukan pertahanan musuh. Jenis pesawat ini dikenal sebagai pesawat pengintai.


Daftar Pustaka: Yudhistira