Prinsip-Prinsip Bekerja Dalam Satu Tim

Di dalam sebuah tim, tempat adanya sekelompok orang yang bekerja, tentunya mempunyai banyak perbedaan. Perbedaan tersebut wajar saja, karena manusia memang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai menghalangi upaya untuk mengembangkan kelompok/tim. 

Dengan menerapkan prinsip-prinsip bekerja dalam satu tim, setidaknya perbedaan yang ada tidak berkembang menjadi suatu konflik. Namun, diharapkan menjadi kelebihan yang dapat membantu suatu kelompok atau tim dalam melakukan kegiatannya sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Adapun prinsip-prinsip bekerja dalam satu tim yang dapat dikembangkan antara lain sebagai berikut:

1. Saling Menghargai

Sikap saling menghargai antarsesama anggota tint membuat tiap anggota tim dapat memahami setiap perbedaan yang ada. Sikap iri hati dan prasangka buruk dapat dihindari, sehingga memungkinkan seluruh anggota tim mengeluarkan semua kemampuannya. Ini karena anggota tim yakin setiap anggota pasti akan memberikan respon yang baik, kalau pun tidak setuju pastinya tidak akan menjatuhkan satu dengan yang lain. 

Namun demikian, jika prinsip ini tidak diterapkan atau bahkan sudah berkurang, bersiaplah untuk suatu kemunduran baik perlahan-lahan maupun sekaligus. Pemimpin yang pandai untuk menggerakkan anggota tim diperlukan agar sikap menghargai selalu timbul. 

2. Mempunyai Komitmen dan Kepentingan yang Sama

Sebelum suatu tim bergerak tentunya sudah harus ada komitmen yang sungguh-sungguh dari seluruh anggota. Komitmen ini haruslah berdasarkan kepentingan yang sama, sehingga jelas bagi seluruh anggota bahwa pekerjaan dilakukan sesuai komitmen yang telah disepakati. 

3. Mengembangkan Peraturan yang jelas dan Transparan

Peraturan yang jelas harus ada dalam suatu tim. Peraturan yang kurang jelas akan menyulitkan anggota tim. Konflik akan mudah muncul dan tindakan-tindakan yang kurang terpuji akan makin sering dilakukan oleh anggota tim apabila tidak ada peraturan yang jelas dan transparan. 

4. Mampu Mengendalikan Diri dan Menjaga

Keseimbangan Antara Emosi dan Pikiran Setiap anggota tim pastinya berbeda dalam mengendalikan emosi dan pikiran. Mungkin ada yang emosinya hanya datar-datar saja, tetapi ada juga yang emosinya meledak-ledak. Setiap anggota tim harus mampu mengendalikan emosi dan pikirannya. 

5. Harus Saling Mendukung

Saling mendukung antaranggota tim merupakan salah satu modal penting dalam mengembangkan suatu tim. Karena hal ini akan membuat anggota tim menjadi lebih bersemangat dalam bekerja. Keberhasilan satu anggota tim merupakan keberhasilan bersama, sebaliknya kekurangan satu anggota tim juga merupakan kekurangan bersama. 

Prinsip-Prinsip Bekerja Dalam Satu Tim


6. Bersikap Terbuka dan Saling Percaya

Bersikap terbuka memungkinkan seluruh anggota tim mengetahui apa yang dilakukan oleh anggota lain. Sehingga sesama anggota dapat memberikan masukan yang positif dan membantu memecahkan masalah-masalah dalam tim. Tanpa adanya keterbukaan dan saling percaya, akan sulit bekerja dalam satu tim. Rasa saling percaya antarsesama anggota tim merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh setiap anggota tim agar tim mampu bekerja secara efektif. 

7. Produktivitas

Tim seyogyanya dapat menyelesaikan tugas yang tidak mungkin dilaksanakan perorangan. Melalui saling berbagi sumber daya, keterampilan, pengetahuan, dan kepemimpinan, maka bekerja dalam tim akan lebih efektif daripada perorangan. 

8. Selalu Berkonsultasi

Sebelum Memutuskan Hal ini harus dilakukan agar keputusan yang diambil memang berdasarkan kesepakatan bersama, bukan semata-mata keputusan pribadi. Juga agar keputusan yang diambil sudah berdasarkan pertimbangan dari anggota tim yang lebih tahu atau ahli dalam hal-hal tertentu. Pengambilan keputusan tentu saja berdasarkan tugas dan tanggung jawab tiap anggota. Namun penting untuk selalu berkonsultasi dengan sesama anggota tim. 

9. Evaluasi

Tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia. Kekurangan dan kelebihan pasti selalu melekat pada setiap individu maupun tim. Penilaian atau evaluasi sangat perlu dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana pencapaian yang sudah dilakukan. Sehingga dengan adanya evaluasi akan dapat diambil langkah-langkah selanjutnya sesuai dengan pengkajian dalam evaluasi tersebut.


Daftar Pustaka: Erlangga