Sejarah Berdirinya Organisasi Perhimpunan Indonesia

Pada mulanya Perhimpunan Indonesia bernama Indische Vereenigink. Organisasi itu didirikan pada tahun 1908 oleh para mahasiswa bumiputra yang belajar di Negeri Relanda. Indische Vereeniging pada awalnya bergerak dalam . bidang kebudayaan. Namun, lambat laun  suasana dan semangat kegiatan Indische Vereeniging mengarah ke bidang politik. Pada tahun 1922, IndisscheVereeniging berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging.. Pada tahun 1925 berubah nama lagi Menjadi Perhimpunan Indonesia (PI). Organisasi Perhimpunan Indonesia dipimpin oleh R. Iwa Kusumasumantri, J.B. Sitanala, Mohammad Hatta, R. Sastramulyono, dan Darmawan Mangunkusumo. Mereka menyeru kepada seluruh gerakan di bumiputra supaya segera bersatu padu memperjuangkan kemerdekaan. Dengan perubahan itu, terjadi . pula perubahan dasar pikiran dan orientasi dalam pergerakan mereka. Majalah mereka yang terbit sejak 1916 dengan nama Hindia Poetra diubah menjadi Indonesia Merdeka (1925). 

Pada tahun 1924 saat memperingati ulang tahunnya yang ke-15, Perhimpunan IndonSa menerbitkan buku yang berjudul Gedenkboek. Buku itu berisi 13 attikel yang ditulis oleh A.A. Maramis, Ahmad Subarcljo, Sukiman Wirjosandjbjo, Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Sulaiman, R.Ng. Purbacaraka, Darmawan . Mangunkusumo, dan Iwa Kusumasumantri. Isi buku itu ternyata menggoncangkan dan menaghebohkan kalangan pemerintah Hindia .BelanCla. Disusul dikeluarkan pernyataan keras.dari pengurus PI di bawah pimpinan Sukiman Wirjosandjojo mengenai prinsip-prinsip yang harus dipakai oleh Pergerakan Naisidnal untuk rn'encapai kemerdekaan. Karena Perahimpunan Indonesia makin radikal, pemerifitah 13elanda mengawasinya dengan ketat.Ide perjuangan kemerdekaan dipropagandakan kepada seluruh penduduk bumi putra baik yang ada di luar negeri maupun di Tanah Air. Propaganda kepada bangsa-bangsa labi ditujukan kepada Gerakan Komintern (Moskow) serta Liga Antiimperialisme dan Penindasan Penjajahan (Brussel). 

Propaganda PI ke Tanah Air di samping melalui majalah Indonesia Merdeka juga dengan memasuki perkumpulan belajar (studie club) yang ada di berbagai kota, seperti Surabaya, Solo, dan Bandung. Ini dilakukan oleh para alumni yang pulang dari Nederland. PI juga merencanakan pendirian suatu perkumpulan bernama Sarekat Rakyat Nasional Indonesia (SRNI) pada 1926. Maksud itu kemudian diurungkan karena PKI masih berdiri dan merupakan partai besar yang radikal (menghendaki perubahan sampai ke akar-akarnya) dan revolusioner (menghendaki kemerdekaan pada saat itu juga). 


Pada akhir tahun 1926, Semaun berada di Belanda untuk menghadiri Kongres Liga Antiimperialisme dan bertemu dengan Hatta. Kedua tokoh itu mengadakan perjanjian kerja sama mencapai Indonesia merdeka. Perjanjian itu mencurigakan pemerintah Nederland karena komunis di Indonesia baru saja memelopori pemberontakan. Hatta bersama Ali Sastroamijoyo, Nasir Datuk Pamuncak, dan Abulmajid Jayadiningrat kemudian ditangkap dan diadili. Di sini Hatta mengemukakan pembelaan yang berjudul Indonesia Vrij (Indonesia Merdeka) dan tidak terbukti bersalah sehingga oleh pengadilan mereka dibebaskan.

Daftar Pustaka : Tiga Serangkai Pustaka Mandiri