Cara Akuisisi dan Konsolidasi Badan Usaha

There are quite a lot of companies which combine with other companies for a particular purpose, the combination may be between a state-owned company and another state-owned company, between a state-owned company and a private company, or the most common is between a private cornpany and another private company.

Cukup banyak badan usaha yang melakukan penggabungan dengan badan usaha lain untuk tujuan tertentu, baik BUMN dengan BUMN, BUMN dengan BUMS atau yang paling banyak antar BUMS.

The combination of companies is often referred to as mergei. A merger is joining together of two or more companies, whether or not the original companies still stand.

Penggabungan badan usaha sering disebut merger. Merger adalah penggabungan dua buah badan usaha atau lebih menjadi satu baik perusahaan asal masih berdiri atau tidak. A merger can be done in two ways, namely acquisition and consolidation.

Merger dapat dilakukan dengan dua cara yaitu akuisisi dan konsolidasi.
 
1. Acquisition is the take over of another company by buying most of its shares. The company which acquires another company become the mother company or is often called a holding company. A holding company may also develop because a company builds some subsidiaries not because it buys another company.

Akuisisi adalah menguasai perusahaan lain dengan membeli sebagian besar sahamnya. Perusahaan yang melakukan akuisisi menjadi perusahaan induk atau yang sering disebut dengan holding company. Holding company bisa juga dikarenakan mendirikan anak perusahaan, tidak karena membeli dan menguasai perusahan lain.

2. Consolidation is the joining together of two or more companies whereby the other company is closed down or all the companies are closed down to form a new company.

Konsolidasi adalah penggabungan dua buah badan usaha atau lebih menjadi satu unit usaha saja atau perusahaan karena salah satunya dimatikan atau dua-duanya beralih menjadi satu unit usaha baru.

The forms of companies which result from mergers, among others are as follows.
 
Bentuk-bentuk badan usaha akibat adanya merger antara lain sebagai berikut.

A. Trust, is the joining together of several companies which are merged into a new company which is larger and stronger During the monetary crisis in 1998, many banks in Indonesia collapsed. Some of them were closed down and liquidated. Bank Bumi Daya, Bank Expor Impor (Exim), Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), and Bank Dagang Negara were finally merged into Bank Mandiri.

In the United States, trusts are prohibited by the Antritrust Act.

Trust, merupakan gabungan dari beberapa badan usaha yang dilebur menjadi satu badan usaha yang lebih besar dan lebih kuat. Pada tahun 1998 saat terjadi krisis moneter, banyak bank-bank di Indonesia yang kolaps.

Beberapa bank ditutup dan dilikuidasi. Bank Bumi Daya, Bank Expor Impor (Exim), Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dan Bank Dagang Negara akhirnya dilebur menjadi Bank Mandiri. Di Amerika Serikat trust dilarang dengan UU Antitrust.

B. Cartel is an agreement made by several companies whose products are similar. A cartel is made to reduce competition. A cartel may be:

Kartel adalah kesepakatan dari beberapa badan usaha yang produknya sama. Kartel dilakukan untuk mengurangi persaingan. Kartel dapat berupa:

1. Price cartel -Kartel harga.

That is an agreement among several companies about a minimum sales price. The minimum sales price is agreed upon in order to preyent the cartel members from selling under the minimum sales price that has been agreed upon;

Kartel harga: kesepakatan beberapa badan usaha tentang harga jual minimum. Harga jual minimum dibuat kesepakatan agar badan usaha yang menjadi anggota kartel harga tidak menjual di bawah harga minimum yang disepakati;

2. Condition cartel - Kartel syarat

This is an agreement on the conditions of payment and delivery at the purchase transactions or when payment is made by the buyer.

Kesepakatan syarat pembayaran dan penyerahan barang saat transaksi pembelian dan penerimaan pelunasan dari pembeli.  
3. Production cartel - Kartel Produksi

Production cartel is an agreement among several companies concerning the quota of production in order to prevent over supply in the market which may cause the price to drop. 

Kartel produksi: kesepakatan beberapa badan usaha tentang jumlah kuota produksi dengan tujuan agar pasar tidak kelebihan produk yang dapat menjatuhkan harga produk.

4. Regional cartel - Kartel daerah.

Regional cartel that is an agreement about marketing areas and areas of raw material purchase to prevent competition and fights.
 
Kartel daerah, kesepakatan daerah pemasaran dan pembelian bahan baku agar tidak terjadi persaingan dan perebutan.

C. Concern, g is joining together of several companies to make their expenses m.ore efficient. For example, some companies join togethir to pay consultants and researchers or to buy raw materials in a large quantity together. The expenses on research and raw materials can be pressed down by forming a concern.

Concern, merupakan gabungan beberapa badan usaha untuk menyiasati efisiensi biaya yang dikeluarkan. Contohnya, beberapa perusahaan bergabung untuk membayar konsultan dan peneliti atau membeli bahan baku secara bersama-sama dalam jumlah besar. Biaya penelitiani dan biaya bahan baku bisa ditekan dengan adanya concern.

D. Joint venture, is a new company which is built by several companies. For example, some cellular telephone operators in Asia such as Maxis of Malaysia, Telkomsel of Indonesia, Sing Tel of Singapore, Globe Telecom, Taiwan Cellular Corporation, Bharli of India and Ophus of Australia built Bridge Mobile Alliance which allows the customers of the joint i venture to enjoy a low rate of ca11 to another member country.

Joint venture merupakan badan usaha baru yang didirikan oleh beberapa baclan usaha. Sebagai contoh beberapa perusahaan operator telepon seluier di Asia yaitu Maxis Malaysia, Telkomsel Indonesia, Sing Tel Singapura, Globe Telecom, Taiwan Celluler Corporation, Bharli India dan ditambah Ophus Australia mendirikan Bridge Mobile Alliance dengan tujuan pelanggan anggota joint venture dapat tarif murah menghubungi (menelpon) ke negara negara anggota lainnya.

A cooperative is also a form of company besides state-owned companies and private companies.
Koperasi juga merupakan salah satu bentuk badan usaha selain BUMN dan BUMS.  
According to Law No. 12 of 1992 Concerning Cooperatives, a cooperative is a company whose members are individuals or cooperative companies and whose activities are based on the principles of cooperatives while at the same time it acts as a people economic movement which is based on familial principles.

Cara Akuisisi dan Konsolidasi Badan Usaha

One of the things which differentiates a cooperative from other forms of companies is that the capital comes from the members by means of basic contributions, obligatory deposits, and voluntary deposits. The profit is distributed among all members based on the members' deposit service or other services such as loan consultation service or purchase of goods from the cooperative. A more detailed discussion about cooperatives will be presented in Chapter 7.

Menurut UU No. 12 tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya pada prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Satlah satu hal yang membedakan koperasi dengan bentuk badan usaha lainnya adalah koperasi dimodali oleh semua anggotanya melalui adanya simpanan pokok, simpanan wajib (whu) dan simpanan sukarela. Keuntungannya dibagikan kepada seluruh anggota berdasarkan besarnya jasa simpanan maupun jasa yang lain sepertijasa konsultasi peminjaman maupun jasa pembelian barang di koperasi. lebih detil tentang koperasi akan dibahas di Bab 7.



Sumber Pustaka: CV. Yrama Widya