Cara Menyusun Buku Besar Utama dan Pembantu

Most trade companies tend to make sales and purchase transactions on credit. So there are many debts and receivables involving associate companies and customers. Perusahaan dagang cenderung melakukan transaksi penjualan dan pembelian secara kredit. Utang-piutang pun menjadi sangat banyak dan dilakukan terhadap perusahaan rekanan dan pelanggan.

  • The transactions receivables and payables will be grouped and rewritten (Transaksi utang-piutang ini nantinya dikelompokkan dan dicatat lagi.)
  • The format of subsidiary ledger is the same as that of a general ledger (Format buku besar pembantu sama dengan buku besar)
  • This is a threecolumn format, other forms can be chosen, such as the four-column and two-column formats. For every customer, there is one debt subsidiary ledger. Ini yang format tiga kolom, bentuk lain dapat juga dipilih, misalnya bentuk empat dan dua kolom. Untuk setiap pelanggan dibuatkan satu buku besar pembantu utang.
  • The format of receivable subsidiary ledger is the same as that of the debt subsidiary ledger, the difference is only in its head (Format buku besar pembantu piutang sama dengan buku bear pembantu utang hanya beda di kopnya).
  • The subsidiary ledger can be regarded as the description of the accounts in the ledger, according to the companies which do transactions with the company that makes the subsidiary ledger. (Buku besar pembantu dapat dikatakan penjabaran akun yang ada di buku besar, menurut pelaku perusahaan yang melakukan transaksi dengan perusahaan pembuat buku besar pembantu tersebut).
  • The total amount from the debt subsidiary ledger is the total debt account in the main ledger So is the case with the total amount from all debt subsidiary ledgers (of all customers), it is equal to the balance of receivables in the debt ledger. Jumlah total dari seluruh buku pembantu utang merupakan total akun utang di buku besar utama. Begitu pula dengan jumlah total claritseluruh buku pentantu piutang (dari semua pelanggan) sama dengan saldo piutang di buku besar utang.

Main Ledger/Buku besar utama

A main ledger or what is commomly called a ledger is not different from the general ledger of a service company which you have learned in grade XI. The format of main ledger (we just take one modeij is 3-column. Buku besar utama atau yang biasa disebut buku besar tidak berbeda dengan buku besar di perusahaan jasa yang telah kalian pelajari di kelas XI. Format buku besar utama (kita ambil salah satu model saja) yaitu 3 kolom.

Cara Menyusun Buku Besar Utama dan Pembantu

There is a little different in into the general ledger in service companies. In such companies, it is possible to post chrectly from general journals into the general ledger, whereas in trade companies posting is done after general journals and special journals are recapitulated (balances of accounts are summed up in the journals). 

The assumption is that the transactions in special journals the transactions are so frequent that to make it easier to post into the general ledger the transactions need to be recapitulated first. The following is an example of special journals recapitulation.

Ada sedikit perbedaan dalam posting ke buku besar di perusahaan jasa. Di perusahaan jasa, dari jumal umum langsung dapat dipostingke buku besar utama, sedangkan di perusahaan dagang posting dilakukan setelah jurnal umum dan jurnal khusus direkapitulasi (dijumlahkan saldo setiap akun yang ada di jurnal tersebut).

Asumsinya, pada jurnl khusus transaksi yang dilakukan sangat sering sehingga untuk memudahkan posting ke buku besar utama perlu direkap dulu dari seluruh transaksi yang sangat banyak. Berikut ini contoh rekap dari beberapa jurnal khusus.





Sumber Pustaka: CV. Yrama Widya