Definisi Pengertian dan Ciri Kewirausahaan

Dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya, manusia tidak bisa lepas dari. penghasilan. Tuntutan zaman menyebabkan materi atau uang begitu diperlukan manusia sehingga manusia perlu mencari untuk memperolehnya.

Dalam pencarian tersebut manusia dapat bekerja untuk orang lain dengan maksud mendapat upah ataupun bisa juga memiliki keberanian berusaha sendiri, mengambil risiko untuk menciptakan usaha, misalnya dengan berdagang maupun membuat sesuatu yang dapat menghasilkan uang.

Apa yang mereka hasilkan bisa berupa benda maupun jasa yang dapat dijual. Manusia yang berusaha sendiri ini disebut dengan wirausahawan dan kegiatannya disebut kewirausahaan. Dalam bab ini akan dibahas mengenai wirausaha dan kewirausahaan. 
To their life needs, people cannot get rid of income. The time change has made material or money so much needed by people and consequently they have to look for or obtain it. In obtaining money, people can either work for other people to get a wage or they may have the courage to work fir themselves, taking a risk to create a business, for example by trading some goods or making something that cart produce money. What they make may be an article or a service which they can sell. People who run their own business are called entrepreneurs, whereas the activity is called entrepreneurship. This chapter will discuss about entrepreneurs and entrepreneurship. 

Definition /Pengertian

According to the Indonesian Dictionary, an entrepreneur and a businessman are defined as a person who is good at ident?fring new products, determining new production methods, arranging an operation to supply new products, market them and control the operational capital. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wiraswasta dan wirausaha didefinisikan orang yang pandai mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya dan mengatur permodalan operasinya. 

According to Marzuki Usman, an entrepreneur is someone who has a combination of some internal elements which include innovation, vision, commttnication, optimism, spirit and ability to take a business chance.

Menurut Marzuki Usman, enterpreneur (wirausahawan) adalah seseorang yang memiliki kombinasi sejumlah unsur intemal yang meliputi inovasi, visi, komunikasi, optimisme, dorongan semangat dan kemampuan untuk memanfaatkan peluang usaha.

Meanwhile en.trepreneur refers to the person or businessman who has the courage to take risks, the things which relate to the work or qualities of an entrepreneur are called entrepreneurship.

Pelaku wirausaha ini disebut sebagai wirausahawan, wiraswastawan dan enterpreneur, sedangkan hal tentang enterpreneur disebut enterpreneurship (kewirausahaan).

1. The values and attitudes which support entrepreneurship or those which are categorized as the characteristics of an entrepreneur are as follows.

Nilai dan sikap yang mendukung kewirausahaan atau yang biasa dikategorikan sebagai ciri-ciri wirausaha adalah sebagai berikut.
  • Innovative / Inovatif
  • Honest / Jujur
  • Self confident / Percaya diri
  • Result-oriented / Berorientasi hasil/keuntungan
  • Courageous, especially in taking risks / Berani, terutama dalam mengambil risiko
  • Tough / Ulet
  • Patient / Sabar
  • Communicative and has a high social intelligence Komunikatif dan memiliki kecerdasan sosial yang tinggi
  • Good at finding and taking chances / Pandai mencari dan memanfaatkan peluang
  • Well-organized and disciplined in time management. Tertib dan disiplin dalam penggunaan waktu
  • Has good leadership / Memiliki sikap kepemimpinan yang baik
Besides the above values and characteristics of an entrepreneur, there are other opinions about the characteristics of an entrepreneur but in broad outline they are not so much different.

Selain nilai dan ciri-ciri dari wirausahawan masih ada lagi pendapat-pendapat yang mengemukakan ciri-ciri wirausahawan, namun secara garis besar banyak kesamaannya.

2. On the other hand, there are some values and things which should be avoided by some-one who wants to be an entrepreneur or one who has become an entrepreneur, namely:

Di pihak lain, ada nilai-nilai dan hal-hal yang sebaiknya dihindari oleh calon dan seorang yang sudah terjun sebagai wirausahawan, antara lain:
  • too brave to take risks, / terlalu berani dalam mengambil risiko,
  • prestige / gengsi,
  • arrogance and self-rightousness, this can be seen from the difficulty to accept suggestions, tendency to make unilateral and uncalculated decisions, sombong dan merasa benar sendiri, hal ini bisa dilihat dari sikap sulit inenerima saran, mengambil keputusan sepihak dan tanpa perhitungan,
  • negative thinking / berpikir negatif,
  • easily satisfied with what has been achieved, cepat merasa puas terhadap prestasi yang dicapai,
  • easily gives up, / mudah putus asa,
  • afraid of taking risks, / takut mengambil risiko,
  • shyness, taciturnity that make him unsociable and uncommunicative, pemalu, pendiam sehingga sulit bergaul serta berkomunikasi,
  • too easy to make conclusions. / terlalu mudah menyimpulkan

3. The advantages of being an entrepreneur - Keuntungan berwirausaha
By choosing to be and taking the risk of being an entrepreneur, one will get some advantages, among others are as follows. 

Dengan memilih dan mengambil risiko untuk berwirausaha, seseorang akan mendapatkan beberapa keuntungan, antara lain sebagai berikut.

  • Enjoy the work because it certainly is what the person likes. Doing a business which one dislikes is the same as sef imprisonment. (Menikmati pekerjaan karena yang dipilih pasti yang disukai. Berwirausaha di bidang yang tidak disukai sama saja dengan memenjarakan diri sendiri).
  • Earn an income. Like working for someone else, the purpose of being an entrepreneur is also to make profit as an income for fulfilling the needs of the entrepreneur When the business flourishes, he will even enjoy the progress directly because all the profit will go into his wallet. (Memperoleh penghasilan. Sama halnya dengan bekerja untuk orang lain, berwirausaha pun tujuannya tidak lain untuk mencari keuntungan sebagai penghasilan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup si pelaku. Bahkan ketika usaha berkembang akan langsung merasakannya karena semua keuntungan akan masuk ke kantong pelak).
  • Flexible time of work because the entrepreneur has the freedom to arrange his own time of work. (Waktu bekerja lebih fleksibel, karena si pelaku memiliki kebebasan untuk mengatur waktu kerjanya sendiri)
  • Be more independent and mature in making decisions and conducting himself. (Lebih mandiri dan memiliki kedewasaan dalam mengambil keputusan dan bersikap)

Entrepreneurship teaches someone to guide himself to make the best decision concerning his business, so he will consider the advantages and disadvantages of the decision he makes.
 
Wirausaha mendidik orang untuk membimbing dirinya memilih keputusan terbaik terkait usaha yang dijalankannya sehingga dalam mengambil keputusan harus menimbang dan memikirkan keuntungan dan kerugiannya. 

4. The followings are some things which have to be faced and anticipated by an entrepreneur.
Berikut adalah hal-hal yang harus dihadapi dan perlu diketahui untuk diantisipasi penyelesaiannya oleh seorang wirausahawan.

a. When one is starting a business, he does not always directly enjoy a result as good as what he expects and even it may not develop. Sometimes a business thrives .as soon as it starts, but sometimes it produces an opposite result, yet we should always attempt to make the business we are running grow and develop.
Ketika berwirausaha, kita tidak selalu langsung memperoleh hasil seperti yang diharapkan dan tidak selalu berkembang maju, tapi dapat juga terjadi sebaliknya. Namun demikian kita harus terus mengupayakan agar usaha yang digeluti bisa terus maju dan berkembang.
b. In starting a business, not all the things needed are always available. This has something to do with capital. To decide the amount of capital needed and where to obtain it, it is necessary to consider the risk and expected result of the business when it already runs.
Dalam memulai usaha, tidak selalu semua yang dibutuhkan itu tersedia. Hal ini terkait dengan modal. Untuk mengambil keputusan dari mana modal diperoleh dan berapa jumlahnya perlu perhitungan terhadap risiko dan ekspektasi (pengharapan) hasil yang mungkin dicapai di saat usaha telah dimulai.
c. The view of most people which states that one opens up a business, his income is uncertain. Such an opinion osften comes from close circles, such as friends and relatives, and this may discourage the person who has initially decided to start a business and make him change his mind.
Sebagian besar orang berpandangan bahwa dengan berwirausaha penghasilan menjadi tidak menentu. Sikap dan pandangan ini tidak jarang pula muncul dari orang-orang terdekat seperti teman dan keluarga yang dapat melemahkan semangat dan menggeser niat awal untuk berwirausaha.
Definisi Pengertian dan Ciri Kewirausahaan

d. Courage in making business decisions is frequently nedded, for instance the decision to save the business or to stop it in order to avoid a larger loss which has to be born. Smart and correct decisions are very important."Courageous does not mean thoughtless, but thoughtful does not mean too afraid." Correct calculation will quite probably result in an accurate decision.
Keberanian dalam mengambil keputusan-keputusan bisnis tidak jarang sering diperlukan, misalnya apakah akan menyelamatkan usahanya atau berhenti agar kerugian yang harus ditanggung tidak bertambah besar. Keputusan yang benar dan sangat penting. "Berani tidak berarti nekat, namun perhitungan juga tidak berarti sangat takut." Perhitungan yang benar kemungkinan besar menghasilkan keputusan yang tepat pula.
e. When dealing with a competitor, a businessman is sometimes compelled to practice unhealthy competition. Ifhe gets himself involved in such a competition, it may endanger his business, especially if the competition requires a lot of cost, while the outcome is still uncertain.
Ketika menghadapi pesaing, kadang seorang usahawan terpaksa melakukan persaingan yang tidak sehat. Kalau pelaku ikut-ikutan dalam hal ini bisa membahayakan kelangsungan usahanya, apalagi bila persaingan itu menuntut biaya yang besar, sedangkan hasilnya belum pasti.




Sumber Pustaka: CV. Yrama Widya