Definisi Pengertian Sisa Hasil Usaha

One of the characteristics which differentiate cooperatives from other companies is that the members of cooperatives are entitled to receive a part of the cooperatives's business profit or surplus since the members also function as owners who pay in some capital to the cooperatives in the form of obligatory deposits, basic contributions and voluntary deposits. We need to discuss the business surplus of cooperatives to give understanding which agrees with Law No. 25 of 1992.

Salah satu karakteristik koperasi yang membedakannya dengan badan usaha lain adalah anggota mendapat bagian laba (SHU) karena anggota koperasi berfungsi juga sebagai pemilik yang memberikan modal kepada koperasi berupa simpanan wajib, simpanan pokok, dan simpanan sukarela. SHU perlu diulas termasuk pembagian SHU per anggota untuk memberikan pemahaman yang sesuai dengan UU No. 25 Tahun 1992.

The Definition of Business Surplus - Pengertian Sisa Hasil Usaha


a) The business surplus of a cooperatives is the income which is obtained in one fiscal year, subtracted by depreciations and other liabilities including taxes for the corresponding year SHU.

Koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

b) After it is deducted by reserve capital, the business surplus is distributed to the members in proportion to the contribution of each individual member. In Law No. 25 of 1992, it is stated that the surplus to be distributed to the mygmbers is the total surplus subtracted by reserve capital and other expenses of non-business activities, such as giving charity and funds for cooperative education as well as other needs of the cooperative as determined by the Members Assembly. The amount of fund which is put aside for reserve capital is also determined by the Members Assembly.

Setelah dikurangi dana cadangan, SHU dibagikan kepada anggota sebanding dengan jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dalam koperasi. Dalam UU No. 25 tahun 1992 disebutkan bahwa SHU yang akan dibagikan berupa SHU total dikurangi dana cadangan dan beban-beban lain di luar kegiatan, seperti sumbangan sosial dan dana pendidikan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi sesuai dengan keputusan Rapat Anggota. Besarnya dana yang disisihkan untuk dana cadangan juga ditetapkan oleh Rapat Anggota.

The business surplus of a cooperative is similar to earning after tax or profit after tax in sole proprietorship and other non-cooperative companies. A cooperative's surplus is also taxed just like in other companies.

Definisi Pengertian Sisa Hasil Usaha

SHU sama dengan "earning after tax" (EAT) dalam badan usaha atau laba setelah pajak pada perusahaan perorangan dan perusahaan non-koperasi. SHU juga dikenakan pajak sebagaimana laba badan usaha yang lain.

In other companies, there is the so called retained earnings or profit which is not distributed to the owners. In cooperatives, there is also such profit which is known as reserve capital. The surplus which is distributed to the members is the profit which is deducted by tax and reserve tax the amount of which is determined by the Members Assembly. The reserve capital is used to finance the efforts to develop the cooperative's business.

Pada badan usaha lain, ada istilah laba ditahan atau laba yang tidak diambil dan dibagikan kepada para pemilik. Di koperasi pun begitu juga. Laba ditahan dikenal dengan dana cadangan. SHU yang dibagikan kepada anggota itu merupakan laba usaha setelah pajak, dikurangi dana cadangan yang besarnya disepakati oleh Rapat Anggota. Dana cadangan ini digunakan untuk pengembangan usaha dan kemajuan koperasi.




Sumber Pustaka: CV. Yrama Widya