Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Perkoperasian

A. Capital Availabillty - Tersedianya Modal Companies can obtain capital, both from the owners that, in the case of cooperatives is the members' deposit, and from outside sources in the firm of loans fisom the bank or other parties.

Badan usaha dapat memperoleh modal, baik modal sendiri yang berasal dari pemilik, dalam koperasi berupa simpanan anggota dan hibah maupun modal dari luar yang berupa pinjaman dari bank atau pihak lain.

The availability of internal capital is closely related to thefirst ifactor, that is people:ss awareness of the importance of cooperatives which is especially vital when a cooperative is founded. At the foundation, a cooperative can only rely on its own capital because it is still difficult to obtain capital from the bank or other parties unless there is a collateral or an existing business which proves to be profitable.

This condition needs to be changed to allow cooperatives in Indonesia to develop, for instance by issuing a policy that a credit to cooperatieves does not have to be secured with a physical collateral.

Tersedianya modal intern erat kaitannya dengan faktor yang pertama yaitu kesadaran masyarakat untuk berkoperasi sangat vital terutama saat pendirian koperasi. Ketika koperasi berdiri, modal sendirilah yang paling mungkin diandalkan, karena bank dan pihak lain sulit mencairkan pinjaman bila tidak ada jaminan atau usaha yang telah berjalan dan kelihatan ada hasil yang terus meningkat.

Hal ini yang seharusnya perlu diubah, agar dalam memberikan pinjaman tidak hanya mengandalkan jaminan berupa barang, agar koperasi dapat berkembang di Indonesia.

Capital is an important factor in founding and developing a cooperative. 

Modal merupakan faktor penting untuk pendirian dan pengembangan usaha koperasi.
 
B. Administrators' Capability - Kemampuan PengurusInsufficient capability of the cooperative's administrators and management can hinder its development or even make it bankrupt. It may also result in distrust of the people and banks as the provider of the cooperative's capital. If this happens, certainly the develop-ment of the cooperative will not be optimal.

Kemampuan pengurus dan pengelola koperasi yang kurang dapat menyebabkan koperasi tidak berkembang atau bahkan bangkrut. Hal tersebut juga akan berakibat pula pada rendahnya kepercayaan masyarakat dan bank selaku penyedia modal koperasi. Bila terjadi hal demikian tentu perkembangan perkoperasian menjadi tidak optimal.

C. The Govemment's Roles - Peranan Pemerintah The government has some roles in developing cooperatives. Some of them are the making of regulations which make it easier to obtain a permit and simpe lift the requirements for building cooperatives including its management, such as the requirements for obtaining a bank loan. Creating a stable economic condition, socialization and guiding as well as counselling to improve people's awareness of the importance of cooperatives should also be carried out by the government.

Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Perkoperasian

Pemerintah memiliki peranan agar perkoperasian maju. Di antaranya dengan pembuatan regulasi (aturan) yang memudahkan izin dan syarat pendirian koperasi beserta pelaksanaan pengelolaannya, misalnya syarat peminjaman modal ke bank. Penciptaan kondisi ekonomi yang stabil dan sosialisasi serta penyuluhan untuk peningkatan kesadaran masyarakat akan koperasi pun perlu dilakukan oleh pemerintah.

The guiding and counselling which are conducted by some government institutions should be well coordinated. It is necessary to give equal chances to all cooperatives to develop and participate in development so that they can be pioneers of economic development.

Penyuluhan yang dilakukan oleh beberapa instansi pemerintah hendaknya dikoordinasi secara matang. Perlu diberikan kesempatan merata kepada semua koperasi agar mampu berkembang dan berperan dalam pembangunan, sehingga menjadi pelopor bagi kemajuan perekonomian.




 Sumber Pustaka: CV. Yrama Widya