Jenjang Bidang Manajemen Produksi

In the hierarchy of management, the middle management which breaks down the concepts and strategies set by the top management consisis of the manager of pmduction, marketing, personnel, finance and accounting, and administration. The classificatidn of managers belonging to the middle management is made on the basis of areas of work and expertise. The description of the scope of work of each area of management will be presented in the following. This classification of management complies with the principle of work distribution within the 14 principles of management stated by Henry Fayol

Pada jenjang manajemen, manajemen menengah yang menjabarkan konsep dan strategi yang bersifat umum dari manajer puncak meliputi manajer produksi, manajer pemasaran, manajer personalia, manajer keuangan dan akuntansi, serta manajer administrasi.

Manajer yang berada di jenjang manajer menengah tersebut merupakan manajer yang dibagi sesuai dengan bidang yang ditangani dan keahliannya. Berikut ini akan dijabarkan masing-masing lingkup tugas dari bidang manajemen tersebut. Pembagian manajemen dalam bidang-bidang ini seiring dengan prinsip pembagian tugas dalam 14 prinsip manajemen menurut Henry Fayol.
Production Management/Manajemen
Produksi We already know that production is an activity which changes raw materials into finished goods or an activity which. results in a service product that is consumable. In other words, the changing (transformation) process changes input into output.

Therefore, production management may be defined as the process of planning, executing, and controlling the activities of transforming input into output systematically. The scope of-work of a production manager includes the followings. 

Seperti kita ketahui, produksi merupakan kegiatan mengubah barang mentah menjadi barang jadi, atau produk berupa jasa yang dapat dinikmati. Dengan kata lain, kegiatan pengubahan (transformasi) itu berarti mengubah input menjadi output.

Karena itu, manajemen produksi dapat didefmisikan sebagai proses perencanaan beserta pelaksanaan dan pengawasan kegiatan transformasi dari output menjadi input secara sistematis. Tugas manajer produksi mencakup hal-hal berikut.
a. Designing Products / Rancangan Produk
In determining the design of a product, there are a number of things that needs to be considered, one of which is an analysis of people's needs and wants as well as the company's capability. Another thing which is equally important is quality control of the products which has to be planned by the production manager. 

Dalam menetapkan rancangan produk, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain analisis kebutuhan dan keinginan masyarakat sesuai dengan kemampuan perusahaan. Hal yang tidak kalah penting yakni pengawasan kualitas (quality control) haruslah direncanakan oleh manajer produksi. 

b. Production Volume / Volume produksi
The volume of production needs to be planed to ensure that the production process runs effectively, the marketing is optimal, and the company's money can be economized. 

Jumlah yang akan dihasilkan perlu direncanakan agar proses pengerjaan efektif, pemasaran bisa optimal dan keuangan perusahaan dapat dihemat.

c. Layout of production facilities / Layout fasilitas produksi
The layout of production facilities needs to be planned and arranged in such a way that production activities can run smoothly, effectively, and efficiently.

Jenjang Bidang Manajemen Produksi

Layout atau tata letak fasilitas produksi perlu direncanakan dan diatur sedemikian rupa agar kegiatan produksi dapat berjalan lancar, efektif, dan efisien.

d. Planning of the stocks of raw materials and finished products - Perencanaan persediaan bahan baku dan barang jadi.

The stocks of raw materials and finished products have to be planned and managed well to guarantee the production process runs well and marketing is not delayed, for instance because of the lack of stock of finished products.

Persediaan bahan baku dan barang jadi juga harus direncanakan dan dikelola dengan baik agar produksi berjalan lancar dan pemasaran tidak terhambat, misalnya karena kekurangan persediaan barang jadi.






Sumber Pustaka: CV. Yrama Widya