Kronologi Sejarah dan Latar Belakang Perlawanan Rakyat Demak

Tindakan Portugis yang memonopoli perdagangan rempah-rempah di Selat Malaka, sangat merugikan rakyat Indonesia di berbagai daerah, termasuk Demak. Keadaan ini mendorong rakyat Demak untuk bangkit mengadakan perlawanan terhadap Portugis. Raden Patah segera menyusun kekuatan untuk mengusir tentara Portugis yang ada di Malaka.
The Portuguese's monopoly of the spices trade in Malacca Strait was disadvantageous to Indonesian people in many regions, including Demak. This condition stimulated Demak people to resist the Portuguese. Raden Patah gathered power to expel the Portuguese in Malacca.
On I January 1513, Demak Kingdom sent troops consisting of 100 ships and 10,000 soldiers to attack the Portuguese in Malacca. The Demak troops were commanded by Dipati Unus (Pangeran Sabrang Lor). However, Demak troops failed to expell the Portuguese from Malacca, they were even beaten by the Portuguese. The defeat was due ito the more modern and complete armaments owned by the Portuguese compared to the arma-ments of Demak troops.
Pada tanggal 1 Januari 1513, Kerajaan Demak mengirimkan pasukan yang berkekuatan 100 perahu dan 10.000 prajurit untuk menyerang Portugis di Malaka. Pasukan Demak dipimpin oleh Dipati Unus (Pangeran Sabrang Lor). Dalam serangan tersebut, tentara Demak tidak berhasil mengusir Portugis dari Malaka, bahkan mereka mengalami kekalahan. Kekalahan tersebut disebabkan oleh persenjataan Portugis yang lebih lengkap dibandingkan dengan persenjataan yang dimiliki pasukan Demak.
Kronologi Sejarah dan Latar Belakang Perlawanan Rakyat Demak

In 1527, Demak troops under the command of Fatahillah attacked the Portugues who were led by Henri Lame in Sunda Kelapa. In the battle, Demak troops managed to defeat Portuguese troops and drive them out of Sunda Kelapa.
Pada tahun 1527, pasukan Demak di bawah pimpinan Fatahillah kembali menyerang Portugis yang dipimpin oleh Henri Lame di Sunda Kelapa. Dalam pertempuran tersebut, Demak berhasil mengalalikan pasukan Portugis dan mengusir mereka dari Sunda Kelapa.




Sumber Pustaka: Yrama Widya