Langkah dan Struktur Pendirian Koperasi Sekolah

Pendirian dan pengelolaan koperasi tidak dapat lepas dari peran guru dan kepala sekolah untuk senantiasa memberikan pembinaan kepada siswa, mengingat usia anak sekolah yang masih belum begitu dewasa dan berpengalaman. 
The establisment and management of a school cooperative is inseparable from the role of teachers and the headmaster in giving guidance to the students who are not sufficiently mature and experiences yet.
The Establishment of School Cooperatives - Pendirian Koperasi Sekolah

The establisment of a school cooperative begins with the information of a committee followed by a meeting. In the meeting of cooperative establisment, the participants are:
Pendirian koperasi sekolah diawali dengan pembentukan panitia dan rapat pendirian. Dalam rapat pembentukan koperasi, pihak-pihak yang menjadi peserta antara lain:
  • the committee, panitia,
  • representatives of the Assembly appointed by the members (students), they are usually class captains, perwakilan Rapat Anggota yang ditunjuk para anggota (siswa-siswa), biasanya para ketua kelas,
  • the school headmaster, kepala sekolah,
  • the school committee as representatives of parents, BP3 atau komite sekolah sebagai wakil para orang tua siswa
  • officials of the Cooperative Directorate, pejabat dari Direktorat Koperasi;
  • officials of the local Education Office, pejabat dari Depdiknas

Some of the points which need to be discussed in the establishment meeting are as follows. Pada sak rapat pendirian koperasi, hal-hal yang perlu dibahas antara lain sebagai berikut.
  • Preparation of the Cooperative Establishment Document. Penyusunan Akta Pendirian Koperasi.
  • The Statute and Rules that have been prepared by the committee. Anggaran Dasar dan Anggaran rumah Tangga (AD/ART) yang telah ditetapkan rancangannya oleh panitia.
  • The ‘structure of administrators and controllers. Susunan pengurus dan pengawas.
  • Determining the type of business and capital raising. Penentuan bidang usaha dan permodalan.
  • Presentation of the starting financial report of the cooperative in the form of a balance sheet. Penyajian laporan keuangan awal yang dimiliki koperasi berupa neraca.
  • The working plan for first year. Rencana dan program kerja satu tahun awal

Cooperative Accounting - Akuntansi Koperasi

Accounting in cooperative companies is basically similar to that in other companies. In cooperatives with buying and selling as the main business, the accounting is similar to that in trade companies; in service cooperativesi the accounting is similar to that of service companies; and in credit cooperatives the accounting is similar to that of banks. Multi-purpose cooperatives can use a separate financial report for each business unit, or one financial report with  many accounts.

Langkah dan Struktur Pendirian Koperasi Sekolah

Akuntansi untuk badan usaha koperasi pada dasarnya hampir sama dengan bentuk badan usaha lain. Pada koperasi yang usaha utamanya jual-beli, akuntansinya seperti akuntansi untuk perusahaan dagang; untuk yang bergerak di bidang pelayanan jasa juga seperti perusahaan jasa; dan untuk koperasi simpan-pinjam hampir sama dengan bank. Koperasi serba usaha dapat menggunakan laporan keuangan yang terpisah untuk tiap unit usahanya, atau satu laporan keuangan dengan akun-akun yang banyak jenisnya.

The capital account is changed into basic contribution and obligatory deposit. Voluntary deposit is not included in equity but it is regarded as payable because there is an obligation to return it. The following is an example of a cooperative's balance sheet and profit and loss statement.

Untuk akun modal diganti menjadi simpanan pokok dan simpanan wajib. Simpanan sukarela tidak termasuk dalam modal sendiri (equitas) namun masuk hutang, karena ada kewajiban mengembalikan. Berikut ini adalah contoh neraca dan laporan rugi-laba koperasi.



Sumber Pustaka: CV. Yrama Widya