Larangan Umroh dan Haji serta Hukumnya

Larangan haji atau muharromaat ialah hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama orang dalam ihram haji. Mengerjakan larangan berarti meninggalkan wajib haji dan dikenakan kewajiban menyembelih binatang. Larangan-larangan haji ada yang khusus untuk laki-laki ada yang khusus untuk wanita dan ada yang untuk laki-laki dan untuk wanita. Larangan-larangan itu ialah:

Khusus laki-laki
  • Memakai pakaian berjahit, baik jahitan biasa, sulaman maupun dikaitkan. 
  • Menutup kepala.

Khusus wanita
  • Menutup muka dan tapak tangan.
Untuk laki-laki dan wanita:
  • Memakai harum-haruman, baik pada badan maupun pada pakaian.
  • Menghilangkan (mencabut) bulu rambut maupun bulu badan selama ihram.
  • Memotong kuku.
  • Berakad nikah, menikahkan atau menjadi wakil dalam pernikahan.
  • Bersetubuh dengan pendahuluannya.Bersetubuh tidak hanya dilarang, tetapi memfasidkan dan membatalkan haji apabila terjadi sebelum mengerjakan tahallul yang pertama.
  • Memburu dan membunuh binatang daratan yang liar dan halal dimakan.

DAM DALAM IBADAH HAJI

1. Dam (denda) sebab tamattu` dan qiron :
  • Menyembelih kambing yang sah untuk kurban. Kalau tidak dapat melaksanakan, maka
  • Berpuasa 10 hari, tiga hari sebelum hari Raya haji dan 7 hari sesudah kembali ke negerinya. 

Dipersamakan dengan denda tematu` ia1ah :
  • Meninggalkan ihram dari miqot (tempat dan waktu mulai niyat ihram).
  • Meninggalkan melontar Jamroh.
  • Meninggalkan bermalam di Muzdalifah dan Mina.
  • Meninggalkan thawaf wada'.
  • Ketinggalan hadir di padang `Arofah.

Tentang penggantian puasa sepuluh hari, untuk nomer 1 sama dengan denda tamatu`, sedang nomer 2, sampai 5 puasa hanya bisa dilaksanakan sesudah hari Tasyriq.

2. Dam (denda) sebab mengerjakan salahsatu dari :
  • Bercukur, menghilangkan tiga rambut atau lebih.
  • Memotong kuku.
  • Memakai pakaian yang berjahit.
  • Berminyak rambut.
  • Memakai minyak harum, baik pada badan maupun pakaian.
  • Pendahuluan bersetubuh.
  • Bersetubuh sesudah tahallul pertama.

Dendanya ialah boleh memilih antara 3 perkara, ialah:
  • Menyembelih kambing yang sah untuk kurban.
  • Puasa tiga hari.
  • Bersedekah tiga gantang (9,3 liter) untuk 6 fakir miskin.

Larangan Umroh dan Haji serta Hukumnya

3. Dam (denda) sebab bersetubuh yang membatalkan haji dan umrah, yaitu terjadi sebelum tahallul pertama dendanya ialah berurutan: 
  • Menyembelih unta. Kalau tidak dapat maka
  • Memotong sapi. Kalau tidak dapat maka
  • Menyembelih tujuh kambing.

4. Dam (denda) sebab membunuh binatang liar atau binatang buruan.
Ketentuannya ialah :
  • Jika ada bandingannya, dendanya menyembelih binatang yang sama dan sebanding.
  • Jika tidak ada bandingannya, dendanya bersedekah makanan sebanyak harga binatang yang terbunuh, disedekahkan kepada fakir miskin.

5. Dam (denda) sebab terkepung, sehingga tidak dapat meneruskan pekerjaan haji atau umrah, maka hendaknya bertahallul di tempat dengan menyembelih seekor kambing dan mencukur rambut kepalanya. 




Sumber Pustaka: PT. AL Ma'arif