Pancasila sebagai Pandangan Hidup Jiwa dan Kepribadian Bangsa Indonesia

Pancasila sebagai Pandangan Hidup Jiwa dan Kepribadian Bangsa Indonesia - Para pendiri negara kita menggali nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila dari budaya dan peradaban bangsa Indonesia sendiri. Budaya dan peradaban sebagai perwujudan nilai-nilai yang dihayati dan diamalkan bangsa Indonesia, memancarkan nilai-nilai luhur ke dalam tatanan kehidupan masyarakat dan bangsa, antara lain semangat kegotong-royongan, musyawarah, Bhinneka Tunggal Ika, kekeluargaan, keselarasan, keserasian, dan keseimbangan.
  • Gotongroyong terdapat di dalam tatanan hidup masyarakat Indonesia dan terdapat di daerah-daerah di Indonesia. Meskipun disebut dengan istilah yang berbeda, tetapi hakekatnya sama, yaitu bekerja bersama-sama saling membantu untuk kepentingan bersama, tanpa mengutamakan pamrih pribadi.
  • Musyawarah adalah pembahasan bersama untuk menyatukan pendapat guna menyelesaikan masalah bersama. Sejak zaman dahulu musyawarah dijunjung tinggi di dalam kehidupan di desa-desa (musyawarah desa, rembug desa, dan lain-lain).
  • Bhinneka Tunggal Ika artinya berbeda-beda tetapi satu. Motto itu tertulis pada lambang negara kita, Garuda Pancasila. Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa yang berbeda antara satu dengan lainnya, baik berbeda suku, adat-istiadat, agama maupun tradisi, namun bersatu dengan kokoh menjadi bangsa Indonesia.
  • Kekeluargaan atau semangat kekeluargaan di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara adalah cermin jiwa yang bermula dari kehidupan keluarga. Di dalam suatu keluarga pada umumnya terdiri dari ayah, ibu, anak-anak, atau bersama saudara-saudara lainnya, masing-masing mempunyai peranan yang berbeda. 

Semua anggota keluarga saling menghormati, saling menghargai dan saling mencintai. Setiap anggota keluarga sadar akan tugas dan kewajibannya untuk menjaga kelangsungan hidup dan keselamatan bersama, menjunjung martabat keluarganya menuju kesejahteraan dan kebahagiaan bersama. 

Manusia di dalam kehidupan bersama harus berupaya untuk menjaga keselarasan, keserasian, dan keseimbangan. Artinya selaras, serasi, seimbang di dalam hubungan manusia dengan manusia lainnya, di dalam hubungan manusia dengan alam dan di dalam hubungan manusia dengan Tuhannya. 

Jadi intisari dari apa yang telah diuraikan di atas adalah semangat kebersamaan hidup. Manusia harus hidup bersama dan bekerja sama dengan manusia lain di dalam keselarasan, keserasian, dan keseimbangan. 

Nilai-nilai yang telah diuraikan di atas adalah nilai-nilai yang mencerminkan kehidupan bersama yang selaras, serasi, dan seimbang.

  • Selaras, artinya keadaan yang menggambarkan hubungan yang menumbuhkan ketenteraman lahir dan batin. Hal ini terjadi karena masing-masing unsur terjalin di dalam suatu hubungan tugas dan kewajibannya sesuai dengan darma baktinya masing-masing. Contoh antara guru, murid, dan orang tua dalam menjalankan tugas masing-masing.
  • Serasi, artinya keadaan yang menggambarkan kesesuaian antarunsur di dalam suatu hubungan yang menimbulkan kesatuan yang utuh. Contoh, hubungan antara guru, murid, dan orang tua dalam berprilaku.
Seimbang, artinya keadaan yang menggambarkan hubungan yang sesuai dengan sepatutnya di dalam melaksanakan hak dan kewajiban. Contoh, hubungan antara guru, murid, dan orang tua di dalam menjalankan hak dan kewajibannya.

Nilai-nilai luhur lainnya yang terkandung di dalam Pancasila antara lain percaya (iman), takwa, kemanusiaan, keadilan, kemerdekaan, persatuan, kesatuan, musyawarah mufakat, kesejahteraan, kebebasan, kebangsaan, kecerdasan, kebahagiaan, perdamaian, dan lain-lain. Inilah nilai-nilai yang dipakai bangsa Indonesia sebagai norma yang menjadi tolok ukur ketika menghadapi permasalahan-permasalahan hidup bangsa.

Nilai-nilai luhur yang dijadikan sebagai norma di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bemegara telah dimiliki bangsa Indonesik dan dianggap paling benar dan paling cocok. Para pendiri negara kita telah merumuskan sebagai dasar negara RI yaitu Pancasila yang tertuang di dalam Pembukaan UUD 1945. 

Pancasila sebagai dasar negara dipakai sebagai aturan-aturan dasar untuk mengatur kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bagi bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara merupakan sumber dari segala sumber hukum. Pancasila sebagai dasar negara dijabarkan ke dalam UUD 1945.

Pancasila sebagai Pandangan Hidup Jiwa dan Kepribadian Bangsa Indonesia

Setiap nilai yang dimiliki dan diyakini kebenarannya oleh seseorang atau oleh suatu bangsa, mendorong orang atau bangsa itu untuk mewujudkannya di dalam kehidupannya sehari-hari. Sebagai contoh seorang pelajar yang yakin bahwa kerja keras adalah bernilai baik, maka ia akan berusaha, bekerja tekun. Agar dengan demikian dapat menumbuhkan motivasi baginya dan mendorong untuk belajar keras dan sungguh-sungguh.

Demikian bangsa Indonesia, memiliki dan meyakini kebenaran nilai-nilai pandangan hidupnya, yaitu Pancasila. Keyakinan tersebut akan menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia untuk berjuang dan membangun untuk mencapai cita-cita bangsa. Pancasila disebut juga sebagai jiwa bangsa. Karena Pancasila telah mendorong bangsa Indonesia untuk menata dan mengatur hidupnya sesuai dengan yang terkandung di dalam pandangan hidupnya.

Tatanan kehidupan bangsa yang secara menyeluruh terpola pada nilai-nilai bangsa disebut kepribadian bangsa. Kepribadian bangsa mempunyai corak yang khas, merupakan ciri yang membedakan bangsa itu dengan bangsa-bangsa lain. Ini berarti, kepribadian bangsa juga merupakan ciri khas atau jati diri suatu bangsa.


Sumber: Tim Nasional Penataran P4