Paragraf Eksposisi dengan Metode Induksi dan Deduksi

Suatu sumber informasi memiliki pokok-pokok informasi, Banyaknya pokok informasi bergantung pada keluasan informasi itu diangkat. Setiap surat kabar menyajikan informasi dengan sudut pandang yang berbeda-beda sehingga menghasilkan penonjolan pokok-pokok informasi yang berbeda.

Pokok-pokok informasi itu dapat diketahui dari urutan penyajian informasi. Dengan demikian, surat kabar yang berbeda meskipun menyajikan informasi yang sama akan memiliki pokok-pokok informasi yang berbeda pula. 

Kegiatan membaca sangat bermanfaat bagi kita dengan membaca, wawasan kita tentang berbagai topik bacaan dapat bertambah dan topik yang dibicarakan dapat dijadikan sumber rujukan pada saat kita berbicara atau membuat tulisan sumber rujukan tidak harus dari buku, tetapi juga dari surat kabar, majalah, radio, ataupun televisi. Berikut ini rumus membaca cepat yang dapat kalian pergunakan untuk menghitung kecepatan membacamu.

A. Menulis Paragraf Eksposisi

Istilah llustrasi adalah penjelasan tambahan yang berisi contoh, perbandingan dan sebagainya untuk memperjelas paparan (tulisan, dan sebagainya). Konsep adalah rancangan, ide, atau pengertian yang ada dalam pikiran. Opini adalah pendapat, pikiran, pendirlan. Proses adalah rangkaian tindakan, pembuatan, pengolahan sesuatu yang menghasilkan produk.

B. Mengembangkan Paragraf Eksposisi

Untuk dapat mengembangkan paragraf ini, kalian harus dapat menentukan kalimat utama dan beberapa katimat penjelas. Kalimat utama berisi hal-hal yang bersifat umum, sedangkan kalimat penjelas berisi hal-hal yang bersifat khusus.

Dilihat dari peletakan kalimat utama, paragraf terbagi dua, yaitu paragraf yang kalimat utamanya terdapat pada awal paragraf dinamakan paragraf deduksi, sedangkan paragraf yang kalimat utamanya terdapat di akhir paragraf dinamakan paragraf induksi.

Dengan demikian, pola pengembangan dilihat dari letak kalimat utama terdiri atas dua pola pengembangan, yaitu (1) pola pengembangan dari umum ke khusus dan (2) pola pengembangan dari khusus ke umum. Pola pengembangan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Paragraf Eksposisi dengan Metode Induksi dan Deduksi

Pola pengembangan deduksi
  • Kalimat utama (umum)
  • Kalimat penjelas (Khusus)
  • Kalimat penjelasan (khusus)
  • Kalimat penjelas (khusus)
  • Pola pengembangan induksi
  • Kalimat penjelas (khusus)
  • Kalimat penjelas (khusus)
  • Kalimat penjelas (khusus)
  • Kalimat utama (umum)




Sumber Pustaka: Yudhistira