Pengaruh Pendudukan Jepang Terhadap Perkembangan Bangsa Indonesia

Pada awal kedatangannya ke Indonesia, Nippon yang merupakan sebutan untuk Jepang selama masa pendudukannya di Indonesia melakukan suatu propaganda, yaitu akan menciptakan "Kemakmuran bersatna di Asia Timur Raya." Oleh karena itu, bangsa-bangsa Asia, termasuk Indonesia, harus membantu Jepang dalam Perang Pasifik. Jika Jepang meraih kemenangan, maka bangsa-bangsa di Asia akan dibebaskan dari penjajahan Barat.
In the early of their arrival to Indonesia, Nippon which was title for the Japanese during the period of their occupation in Indonesia carried out a propaganda, namely they would create "Prosperity together in East Great Asia". There-fore, the Asian nations, including Indonesia, had to assist the Japanese in Pacific war. If the Japanese reached victory, then the nations in Asia would be liberated from Western colonization.
In the effort of conscripting the people support, Japanese formed Three A Movement. The movement was led by Mr Syamsudin.
Dalam upaya mengerahkan dukungan rakyat, Jepang membentuk Gerakan Tiga A. Gerakan tersebut dipimpin oleh Mr. Syamsudin.
The Three A Movement propagandized - Gerakan Tiga A mempropagandakan:
 
1. Nippon Asian Light / Nippon Cahaya Asia
2. Arippon Asian Protector / Nippon Pelindung Asia
3. Nippon Asian Leader / Nippon Pemimpin Asia

But, the propaganda of Three A Movement did not succeed and finally was disbanded. The movement did not get support of people because it was led by less notable Indonesian leaders. Afterwards, Japanese tried once more to draw sympathy of the people by offeiring cooperation to the Indonesian leaders.

The effort was performed for example by sponsoring an organization led by the Indonesian people in the approval of the Japanese government. The leaders estimated that cooperation was more ben eficial in struggle to reach independence.

Pengaruh Pendudukan Jepang Terhadap Perkembangan Bangsa Indonesia

Namun, propaganda Gerakan Tiga A tersebut tidak berhasil dan akhirnya dibubarkan. Gerakan tersebut tidak mendapat dukungan dari rakyat karena dipimpin oleh para pemimpin Indonesia yang kurang terkemuka. Setelah itu, Jepang kembali berusaha menarik simpati dari rakyat dengan meijawarkan kerjasama kepada para pemimpin Indonesia.

Upaya tersebut dilakukan antara lain dengan cara mensponsori organisasi yang diketuai orang Indonesia dengan persetujuan pemerintah Jepang. Para pemimpin memperhitungkan bahwa kerjasama lebih menguntungkan dalam perjuangan untuk mencapai kemerdekaan.
Several organizatib ns of national movement at the period of Japanese military occupation which had the character of cooperative among others were as follows.
Beberapa organisasi pergerakan nasional pada masa pendudukan militer Jepang yang bersifat kooperatif di antaranya sebagai berikut. 




Sumber Pustaka: Yrama Widya