Sejarah Latar Belakang Lahirnya Partai Komunis Indonesia (PKI)

Partai Komunis Indonesia (PKI) didirikan pada tahun 1924 dengan tujuan menghimpun kaum nasionalis yang ingin memperhatikan dan memperjuangkan nasib kaum buruh dan rakyat jelata. Menurut kaum komunis, kaum butuh dan rakyat jelata merupakan korban dari kapitalisme penjajahan Belanda. Oleh karena itu, kaum kapitalis harus dilawan dengan menggunakan ideologi komunis.
The Indonesian Communist Party was founded in 1924 with an aim to muster the nationalist group who wished to pay attention and fought for the labour fate and proletarian. According to communist group, the labor and proletarian were victims of capitalism of the Dutch colonization. Therefore, the capitalist clan had to be fought by employing the communist ideology.
At the beginning, communist ideology was brought by a small group of Dutch marxist clan who were in Indonesia. They founded Indische Social Democratische Vereeniging, a social association of Indies community. The prominent figures who played a very important role in the forming of ISDV were Sneevliet, Bradstender and Semaun. Sneevliet and Bradstender were Dutchmen who together with Semaun, a nationalist figure of Indonesia communist were founders of ISDV.
Pada awalnya, paham komunis dibawa oleh sekelompok kecil kaum marxts Belanda yang ada di Indonesia. Mereka mendirikan Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV), yakni perhimpunan sosial masyarakat Hindia. Tokoh yang sangat berperan dalam pembentukan ISDV adalah H.J.F.M. Sneevliet, Bradstender dan Semaun. H.J.F.M. Sneevliet dan Bradstender adalah orang Belanda yang merupakan pendiri ISDV bersama Semaun, tokoh nasionalis komunis Indonesia. 
ISDV tried to build a relation with the figures or party which had major influence in the community in order to be able to carry on its teachings to them. Reaching the desire, ISDV chose the Islamic Union, a party which was based on the mass and was willing to accept the radical minds. In 1917, ISDV made a section in the Islamic Union. This case made the the Islamic Union leaders anxious.
ISDV mencoba menjalin hubungan dengan tokoh atau partai yang memiliki pengaruh besar dalam masyarakat agar ia dapat meneruskan ajaran-ajarannya kepada mereka. Untuk mencapai keinginan tersebut, ISDV memilih SI yang merupakan partai berbasis massa dan bersedia menerima pikiran-pikiran yang bersifat radikal. Pada tahun 1917, ISDV membuat sebuah fraksi dalam SI. Hal ini membuat para pemimpin SI menjadi khawatir.
The foul condition of the economics and the choking up of relation between the political movement with the government of the Dutch colonial, advanced the growth of Communist Party in Indonesia. ISDV grew as a radical organization, so that it caused its founders who came from Netherland were driven out by the colonial government.

That was the reason, a change of leadership by the Indonesian people happened in May 1920. The name of ISDV was turned into Confederation of Indies Communist, which was then changed once more into Indonesia Communist Party in 1924. Since 1920, the Indonesian Communist Party conjointed in the International Communist which represented the forum and executive center to communist parties in the world.
Buruknya keadaan ekonomi dan tersendatnya hubungan antara gerakan politik dengan pemerintah kolonial Belanda, semakin mempercepat pertumbuhan Partai Komunis di Indonesia. ISDV pun tumbuh sebagai organisasi yang radikal, sehingga menyebabkan para pendirinya yang berasal dari Belanda diusir oleh pemerintah kolonial.

Itulah sebabnya, pada bulan Mei 1920 terjadi pergantian kepemirnpinan oleh orang Indonesia. Nama ISDV diubah menjadi Perserikatan Komunis Hindia, yang kemudian diubah lagi menjadi PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tahun 1924. Sejak tahun 1920, PKI bergabung dengan Comintern (Communist International), yang merupakan forum dan pusat eksekutif bagi partai-partai komunis di seluruh dunia.
Communism was easy to draw attention the colonized nations, be-cause they felt with the existence of communism, they eould obtain freedom. The basis power of the Indonesian Communist Party came from the labour circle. In 1923, train labour that was affiliated in the Vereeniging Voor Spoor en Tramwegpersoneel urged a strike was launching to claim a raise. The case caused the governrnent of the Dutch colonial exile the VSTP leader.
Komunisme mudah menarik perhatian bangsa-bangsa terjajah, karena mereka merasa dengan adanya komunisme, mereka dapat memperoleh kebebasan. Basis kekuatan PKI berasal dari kalangan buruh. Pada tahun 1923, buruh kereta api yang tergabung dalam Vereeniging Voor Spoor en Tramwegpersoneel (VSTP), mendesak dilancarkannya pemogokan untuk menuntut kenaikan upah. Hal tersebut menyebabkan pemimpin VSTP diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda.
In 1924, the Indonesian Communist Party started to extend its influ-ence to .the countryside, either in Java and also out of Java. That matter was a starting point of preparation to perform a revolution. The prepara-tion was finally realized through a rebellion which was carried out in 1926 and 1927. But, the rebellion was successfully suppressed by the colonial government.
Pada tahun 1924, PKI mulai memperluas pengaruhnya ke pedesaan, baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa. Hal tersebut merupakan titik awal persiapan untuk mengadakan revolusi. Persiapan tersebut akhirnya direalisasikan melalui pemberontakan yang dilakukannya pada tahun 1926 dan tahun 1927. Namun, pemberontakan tersebut berhasil dikalahican oleh pemerintah kolonial.
Sejarah Latar Belakang Lahirnya Partai Komunis Indonesia (PKI)

The Dutch colonial government kept on performing re-pression on a large scale to shatter the Indonesian Communist Party. The work of the Dutch colon. ial government of the Dutch colonialawas successful, because the existence of a coup conflict within the body of Indonesian Communist Party itself which caused its power was unstable.

Here in after, the Dutch colonial government built a place of exile for the rebels and its cadres in Boven, Digul. 13.000 people were success-fully seizured, 4.500 people were punished and 1.300 people were, exiled to Digul. Avoiding a rebellion happened again, the Dutch t.00k resolute action against the rebellion doers and restricted the activity of the Indonesian Communist Party, in order that its growth was hampered. Besides, the Indonesian Communist Party was declared as a forbidden party.
Pemerintah kolonial Belanda terus mengadakan penindasan secara besar-besaran untuk menghancurkan PKI. Usaha pemerintah kolonial Belanda tersebut mencapai keberhasilan, karena adanya konflik perebutan kekuasaan di dalam tubuh PKI sendiri yang menyebabkan kekuatan PKI tidak stabil.
Selanjutnya, pemerintah kolonial Belanda mendirikan tempat pembuangan bagi para pemberontak dan kader-kadernya di Boven, Digul. 13.000 orang berhasil ditangkap, 4.500 orang dihukum dan 1.300 orang dibuang ke Digul. Untuk menghindari terjadinya pemberontakan lagi, Belanda menindak tegas para pelaku pemberontakan dan membatasi kegiatan PKI, agar perkembangan PKI terhambat. Selain itu, PKI dinyatakan sebagai partai terlarang.
The leaders of the Indonesian Communist Party who were outside of Indonesia tried to found a new party which was called the Republic of Indonesia Party, while Semaun, Darsono, and Alimin kept on the propaganda to support the revolutionary action in Indonesia.
Para pemimpin PKI yang ada di luar Indonesia berusaha mendirikan partai baru yang diberi nama PARI (Partai Republik Indonesia). Sedangkan Semaun, Darsono, dan Alimin meneruskan propagandanya untuk mendukung aksi revolusioner di Indonesia.




Sumber Pustaka: Yrama Widya