Sejarah Perjuangan Diplomasi Republik Indonesia

Syarat berdirinya suatu negara hampir telah dapat dipenuhi oleh pemerintah baru Indonesia. Kini, yang harus dilakukan adalah melengkapi syarat lainnya, terutama mendapatkan pengakuan dari dunia luar. Hal ini menjadi kebijakan utama yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Mendapatkan pengakuan ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. pengakuan ini didapat melalui sebuah perjuangan diplomasi yang rumit dan panjang serta menyita waktu, tenaga dan perasaan.
The condition of fornzirrg of a state had almost been fulfilled by a new government of Indonesia. What had to be done now was to equip the other requirements, especially to get acknowledgment from another countries.This matter became the main which was be done by the central government. Getting this acknowledginent was not as easy as inverting palm. This acknowledgment was obtained through a long and complicated diplomatic struggle and also spent time, energy and sense.
The example was when Soekarno as the president of Indonesia was willing joyfully to give over the governance to Sutan Sjahrir who was appointed Prime Minister for the sake of getting international acknowledgment.
Contohnya adalah ketika Soekarno sebagai presiden Indonesia dengan berbesar hati rela menyerahkan pemerintahan pada Sutan Sjahrir yang diangkat menjadi Perdana Menteri demi mendapatkan pengakuan internasional.
Sejarah Perjuangan Diplomasi Republik Indonesia

The appointment of Sjahrir as Prime Minister represented an important struggle strategy, because when Indonesia was independent on August 17, 1945, a lot of presumptions abroad emerged that the state of Indonesia was the continuation of the Japanese fascist government. The people who governed at that moment were considered as the Japanese collaborators. To omit that impression, then the government appointed a figure who was anti fascist as Sjahrin. in the governance.
Pengangkatan Sjahrir sebagai Perdana Menteri merupakan strategi perjuangan yang penting, karena ketika Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, muncul banyak anggapan di luar negeri bahwa Negara Indonesia adalah lanjutan dari pemerintah Fasis Jepang. Orang-orang yang memerintah pada saat itu dianggap sebagai Kolaborator Jepang. Untuk menghilangkan kesan itu, maka pemerintah mengangkat tokoh yang anti Fasis seperti Sjahrir dalam pemerintahan.





Sumber Pustaka: Yrama Widya