Sejarah Terbentuknya Pusat Tenaga Rakyat (Putera)

On April 6, 1943, officially Japanese formed Putera (Centre of People Power). The leaders of Putera were the most notable people who was recognized by the name of Four in One, they were Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, K.H. Mas Mansyur, and Ki Hajar Dewantara. The aim of founding Putera was to persuade all power of people in order that they were united in assisting the Japanese.
Pada tanggal 6 Apri1 1943, secara resmi Jepang mernbentuk Putera (Pusat Tenaga Rakyat). Para pemimpin Putera adalah orang-orang yang dianggap paling terkemuka, yang dikenal dengan nama Empat Serangkai, yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, K.H. Mas Mansyur, dan Ki Hajar Dewantara. Tujuan didirikannya Putera adalah untuk membujuk semua kekuatan rakyat agar bersatu dalam membantu Jepang.
The leaders of Putera employed the organization as a place to harden the people spirit to greet the independence of Indonesia. The leaders of Putera who were the nationalist figures began to show the spirit of anti-imperialism. The spirit which indirectly meant the spirit of anti-Japanese, wass' engrafted to Putera members as well as the Indonesian people so that they were less giving sttpport to the military government of Japanese.

In another word, Putera as though moved for the sake of Japanese, but actually on the contrary. Putera increased the spirit of people to fight. against Japanese. Hence, Putera of the Japanese formation could be said as boomerang to Japanese themselves.
Para pemimpin Putera memanfaatkan organisasi tersebut sebagai tempat penggemblengan semangat rakyat guna menyambut kemerdekaan Indonesia. Para pemimpin Putera yang merupakan tokoh-tokoh nasionalis tersebut mulai menampakkan semangat antiimperialisme. Semangat tersebut, yang secara tidak langsung berarti semangat anti-Jepang, ditanamkan kepada anggota Putera dan juga rakyat Indonesia sehingga orang Indonesia kurang memberikan dukungan kepada pemerintahan militer Jepang.

Dengan kata lain, Putera seolah-olah bergerak untuk kepentingan Jepang, padahal sebaliknya, Putera meningkatkan semangat rakyat untuk melawan Jepang. Maka, Putera bentukan Jepang ter: sebut dapat dikatakan sebagai bumerang bagi Jepang sendiri.
Japanese party considered that Putera was more benefit to Indone-sian nation than for the Japanese. Therefore, Putera was disbanded. In-stead, the military government of Japanese tried to form a new organiza-tion which was dijferent from Putera. The organization was Jawa Hokokai (Loyalty of Java Association).

Sejarah Terbentuknya Pusat Tenaga Rakyat (Putera)

Jawa Hokokai was formed in March 1944. The reason of forming the organization was to accumulate the power of veople Java physically and spiritually to support their loyalty according to the loyalty spirit.The nationalist leaders as Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, and others exploited the organization by way of inserting state-ments in each their oration, namely to arise unity and. oneness.
Pihak Jepang menganggap bahwa Putera lebih bermanfaat bagi bangsa Indonesia daripada untuk Jepang. Oleh karena itu, Putera dibubarkan. Sebagai gantinya, pemerintahan militer Jepang berusaha membentuk organisasi baru yang berbeda dengan Putera. Organisasi tersebut adalah Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Jawa).

Jawa Hokokai dibentuk pada bulan Maret 1944. Alasan dibentuknya Jawa Hokokai adalah untuk menghimpun tenaga rakyat secara lahir dan batin untuk digalang kebaktiannya sesuai dengan hokoseisym (Semangat Kebaktian). Para pemimpin nasionalis, seperti Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan lain-lain memanfaatkan organisasi tersebut dengan cara menyelipkan pernyataan-pernyataan pada setiap pidatonya, yakni untuk membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan. 




Sumber Pustaka: Yrama Widya