Kemiskinan Merupakan Masalah Ekonomi Indonesia Dalam Pembangunan Nasional

Kemiskinan Merupakan Masalah Ekonomi Indonesia


Kebijakan pemerintah yang menyentuh perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat sudah dimulai jauh han, yaitu sejak dimulainya PELITA. PJPT terlihat cukup berhasil dalam program ini indikator keberhasilan mi dia ntaranya dapat dilihat dan berkurangnya jumlah penduduk miskin, yaitu dan sekitar 54,2 juta jiwa pada tahun 1976 dan 27,2 juta jiwa pada tahun 1990 akhirnya tinggal 22,5 juta jiwa pada tahun 1996. 



Sejak masa orde baru, pemenintah melalui kebijakan trilogy pembangunan terus mengupayakan pengentasan kemiskinan. Program Inpres Desa, Kredit Modal Kerja Permanen, Kredit Usaha Kecil (KUK), lntensifikasj Umum (INMUM), Intensifikasi Khusus (INSUS), Pengembangan Kawasan Terpadu (PKT), Bimas, Inmas, Program Bapak Angkat dan Anak Angkat, wajib belajar dan sebagainya, merupakan upaya nyata pemerintah dalam usaha mengangkat mereka yang masih berada di bawah garis kemiskinan. Bahkan mulai tanggal 1 April 1994, telah dicanangkan gerakan pengentasan kemiskinan secara terpadu melalui proyek yang disebut Inpres Desa Tertinggal. 

Dalam program ini ditentukan bahwa desa-desa yang masuk kategori tertinggal (miskin) diberi bantuan masing-masing sebesar Rp20 juta sebagai dana inpres pengembangan desa tersebut maupun orang-orang miskin yang ada di dalamnya. Pada saat ini, ada tiga program penanggulangan kemiskinan yang secara langsung diarahkan kepada penduduk miskin yaitu:
  1. Penyediaan kebutuhan pokok untuk keluarga miskin
  2. Pengembangan sistem jaminan sosial
  3. Pengembangan budaya masyarakat miskin
Sumber Pustaka: Erlangga