Keterbelakangan Merupakan Masalah Ekonomi Indonesia Dalam Pembangunan Nasional

Keterbelakangan Merupakan Masalah Ekonomi Indonesia


Indonesia masih termasuk negara yang sedang membangun, khususnya bila ditinjau dan segi kemajuan teknologi, kemajuan ekonomi (terutama dan segi PDB beserta distribusinya), kemajuan dan pelayanan kesehatan, tingkat pemeliharaan barang-barang umum, disiplin, dan penghargaan terhadap waktu. Dan segi atau aspek-aspek tersebut negara-negara Barat telah banyak mengalami kemajuan pesat terutama sejak berkembangnya rasionalisme dan renaissance.



Menurut kacamata Barat, sifat keterbelakangan tersebut tampak dalam banyak hal termasuk kurangnya/rendahnya tingkat keterampilan, peralatan modal, tingkat pendidikan (formal), tingkat keberhasilan dan pemeliharaan, efisiensi dan efektivitas kenja, tingkat manajemen, dan tidak memadainya infra struktur. Keterbelakangan tersebut bersifat saling terkait dan merupakan hasil dan hubungan sebab akibat yang disebut “lingkaran setan” (vicious circle).

Ketenbelakangan segi ekonomi antara lain tampak pada rendahnya pendapatan per kapita, terbatasnya pasar berbagai macam barang, rendahnya tingkat spesialisasi, dan rendahnya penggunaan uang giral per kapita. Tingkat administrasi yang masih rendah antara lain tampak pada pengg unaan pembukuan yang belum meluas, kontrol atau pengawasan (baik formal maupun informal) yang belum memadai, pengawasan pengangkutan yang belum tinggi seperti pada kereta api, bis umum, dan kapal laut. Selain itu masih banyak pemalsuan dan penipuan barang yang dipasarkan, banyak pelanggaran lalu lintas dan tingginya tingkat kriminalitas.
Sumber Pustaka: Erlangga