Manfaat Dan Nilai Suatu Barang Dalam Prilaku Konsumen Dan Produsen

Manfaat Dan Nilai Suatu Barang Dalam Prilaku Konsumen Dan Produsen


Dari pengertian konsumsi, tampaklah bahwa setiap barang dan jasa yang dikonsumsi memiliki nilai. Nilai itu dimiliki karena barang atau jasa yang bersangkutan berguna untuk memuaskan kebutuhan hidup manusia. Selanjutnya, nilai barang dan jasa dapat dibedakan menjadi dua macam nilai berikut ini.

Nilai Pakai

Jika kita menulis di buku tulis, alat yang kita gunakan dikatakan mempunyai nilai pakai. Demikian pula jika suatu perusahaan menyewa akuntan untuk mengatur keuangan perusahaanya, jasa akuntan itu kita katakan mempunyai nilai pakai. Jadi, apakah yang dimaksud nilai pakai itu? Nilai pakai adalah kemampuan suatu barang atau jasa untuk digunakan oleh konsumen. Nilai pakai dapat ditinjau dan dua pihak, yakni dan pihak konsumen dan dan barang atau jasa itu sendiri.



Nilai barang atau jasa yang ditinjau dan pihak pengguna barang atau jasa bersangkutan disebut dengan nilai pakai subyektif Artinya bahwa nilai pakai suatu barang atau jasa yang sama, berbeda bobotnya bagi setiap manusia. Sedangkan nilai barang atau jasa yang ditinjau dan barang atau jasa itu sendiri disebut dengan nilai pakai obyektif Artinya barang dan jasa merupakan obyek bagi setiap pemakainya.

Nilai Tukar

Barang-barang yang tidak ada manfaatnya bagi kita, sering kita tukarkan dengan uang atau dengan barang lain, misalnya koran dan majalah bekas ditukar dengan abu gosok, atau pakaian bekas ditukar dengan seekor ayam.

Tampak di situ, kedua barang tersebut mempunyai nilai tukar. Apakah yang dimaksud dengan nilai tukar itu? Nilai tukar adalah kemampuan suatu barang atau jasa untuk ditukar dengan barang atau jasa lainya. Sebagaimana nilai pakai, nilai tukar pun dapat ditinjau dan dua pihak. Nilai tukar barang berdasarkan orang yang menukarkannya disebut nilai tukar subyekf Sedangkan nilai tukar barang berdasarkan barangnya disebut nilai tukar obyektif.
Sumber Pustaka: Erlangga