Pasar Barang Berjangka (Bursa Komuditi) Pada Pasar Abstrak

Pasar Barang Berjangka (Bursa Komuditi)


Pasar barang berjangka (bursa komoditi) merupakan tempat diperjualbelikannya komoditi yang iaku di pasaran dunia. Dengan kata lain, pasar barang berjangka adalah sarana perniagaan yang disediakan sebagai tempat pertemuan untuk mengadakan transaksi dagang antara pengusaha yang melakukan kegiatan dalam perdagangan barang.

Berdasarkan pengertian di atas, kita dapat menyimpulkan fungsi pasar barang berjangka sebagai berikut.
  1. Tempat untuk memperoleh informasi dan harga produk yang diperjualbelikan.
  2. Tempat untuk mengadakan jual bell barang dengan mengadakan transaksi efektif maupun spekulatif.
  3. Tempat dan alat untuk mengukur tingkat perniagaan atau perdagangan.



Kegiatan utama dalam pasar barang berjangka adalah transaksi. Transaksi yang terdapat dalam pasar barang berjangka dapat bersifat efektif dan spekulatif. Transaksi efektif merujuk pada suatu transaksi jual beli di pasar yang diakhiri dengan penyerahan barang dagangan dan penjual kepada pembeli. Jadi, dalam transaksi efektif, transaksi benar-benar dilakukan secara nyata oleh pihak pembeli dan penjual.

Sedangkan transaksi spekulatif bukan merupakan transaksi jual beli secara murni. Dalam transaksi mi, motif mencari u.ntung lebih dominan. Transaksi tidak diakhiri dengan penyerahan barang seperti halnya transaksi efektif, karena tujuannya bukan menyelesaikan persethjuan dagang dengan serah terima barang, melainkan pembayaran dan penerimaan perbedaan harga. Misalnya, terjadi persetujuan jual beli barang X pada tanggal 3 Januari 1994 disertai dengan penyerahan barang pada tanggal 8 Maret 1994. Pembeli bersedia membeli pada tanggal 3 Januari karena ia telah memperkirakan bahwa pada saat itu harga barang tersebut akan lebih mahal. Dengan begitu, ia dapat menjual kembali barang pada tingkat harga yang lebih tinggi.

Tidak semua barang dijual di Bursa Komoditi mi. Barang-barang yang ditransaksikan dalam pasar barang berjangka memiliki ciri-ciri seperti:

  1. Merupakan barang yang laku di pasaran dunia,
  2. Merupakan barang yang mudah diganti, dengan tidak mengubah mutuatau kualitas, sehingga sifat barang yang bersangkutan harus dapat diperjualb elikan dalam partai besar (jumlah banyak) dan persediaan barang cukup serta pengadaannya dapat dilakukan secara berkala,
  3. Merupakan barang yang ditetapkan untuk diperdagangkan di pasar sesuai dengan keputusan menteri yang bertanggung jawab di bidang perdagangan.

Di Indonesia, barang yang diperdagangkan di Bursa Komoditi Indonesia (BKI) adalah karet, kopi, dan tekstil. BKI mi dikelola oleh Badan Pelaksana Bursa Komoditi di bawah Pengawasan Departemen Perdagangan.

Secara umum, dampak dan adanya pasar barang berjangka terhadap kehidupan perekonomian adalah sebagai berikut.
  1. Kebutuhan akan barang di suatu negara dapat dipenuhi.
  2. Bagi produsen (negara), pasar barang merupakan sarana untuk memperluas pasar, sehingga pabrik-pabrik dapat bekerja dalam kapasitas penuh.
  3. Kegiatan pabrik dengan kapasitas penuh memungkinkan diserapnya tambahan tenaga kerja, sehingga perekonomian masyarakat pun semakin meningkat.
Sebagai sebuah sistem, pasar barang berjangka memiliki kelemahan dan kelebihan terutama mengingat pasar barang berjangka merupakan hal yang baru di Indonesia.

Kelebihan pasar barang berjangka adalah sebagai berikut.
  1. Harga di pasar barang berjangka dapat berguna sebagai referensi pihak yang membutuhkan.
  2. Jika harga baik, petani dapat memproteksi pendapatannya dengan cara menjual hasil panennya di bursa komoditi sebelum panen.
  3. Bila industri memperoleh bahan baku dengan harga stabil, konsumen juga dapat menikmati harga barang yang stabil.
  4. Perbankan dapat menyalurkan kreditnya dengan rasa aman karena adanya anggapan bahwa transaksi yang dilindungi kontrak berjangka (dalam bursa barang berjangka) lebih aman.
  5. Muncul lapangan kerja baru seperti pialang, penasehat berjangka, akuntan, penasehat hukum dan lain-lain.
Kelemahan pasar barang berjangka adalah:

Ada kemungkinan terjadi barang yang diperjualbelikan tidak sesuai antara contoh dengan kenyataan.
Sumber Pustaka: Erlangga