Pengertian Dan Prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa

Pengertian Dan Prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa


Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang religius. Sila pertama dan Pancasila membuktikan hal tersebut. Sebagai pandangan hidup dan dasar negara, keberadaan Pancasila dinyatakan di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa bangsa Indonesia mengakui dan percaya kepada Tuhan yang menciptakan manusia dan alam semesta. Selain tertuang di dalam Pembukaan UUD 1945, dasar kepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa itu juga terdapat dalam Ketetapan MPR.

Pengakuan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dinyatakan dalam Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945, yaitu sebagai berikut.


  1. Pembukaan UUD 1945 alinea III, “atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengandidorongkan oleh keinginan luhur ....“
  2. Pembukaan UUD 1945 alinea IV, “... negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa ....“
  3. Pasal 29 Ayar (1) UUD 1945 menyatakan bahwa “negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.”
Dalam Ketetapan MPR No.IV/MPR/1999 tentang GBHN dijelaskan bahwa salah satu misi pembangunan adalah “peningkatan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan dan mantapnya persaudaraan umat beragama yang berakhlak mulia, toleran, rukun, dan damai”. 

Oleh karena itu, pengamalan Pancasila hendaknya dilakukan secara bulat dan utuh dengan suatu keyakinan bahwa kebahagiaan hidup akan tercapai apabila didasarkan atas keselarasan dan keseimbangan, baik dalam hidup manusia sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat. Semua itu ditujukan untuk kemajuan lahiriah dan kebahagiaan rohaniah.
Sumber Pustaka: Yudhistira