Peningkatan Dan Pembinaan Kepentingan Umum

Peningkatan Dan Pembinaan Kepentingan Umum


Membina kepentingan umum bermakna membina kepentingan bangsa di dalam melaksanakan pembangunan demi tercapainya tujuan nasional. Berdasarkan pengertian itu, pembangunan manusia seutuhnya berarti keseimbangan yang serasi dan selaras antar unsur-unsur manusia. Pembangunan jiwa harus serasi dengan pembangunan raga, pembangunan sifat individu harus serasi dengan sifat sosialnya, dan pembangunan kemandiriannya seseorang harus serasi dengan keterkaitannya sebagai makhluk Tuhan.

Pembinaan kepentingan umum

Tujuan yang hendak dicapai oleh bangsa Indonesia adalah masyarakat adil makmur, material, spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Tujuan nasional tersebut akan dicapai secara bertahap dan berkesinambungan melalui pembangunan nasional. Pembangunan nasional itu sendiri telah menghasilkan kemajuan dalam segenap aspek kehidupan bangsa untuk memasuki proses pembangunan selanjutnya.



Dalam tahap pembangunan dewasa ini, Indonesia menghadapi banyak perubahan yang mengandung peluang dan kendala dalam pelaksanaannya, yaitu kemajuan pesat teknologi dan ilmu pengetahuan, serta pengaruh globalisasi yang melanda dunia. Keberhasilan penyelenggaraan pembangunan dapat dicapai dengan peran serta rakyat secara menyeluruh, yaitu mantapnya pemerintahan nasional yang didukung oleh stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.

Untuk mencapai kehidupan masyarakat yang sejahtera diperlukan sikap tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Sikap itu dapat dilakukan di berbagai tempat.
  • Lingkungan sekolah
Suatu SMA menyelenggarakan studi wisata ke Candi Borobudur. Setiap siswa akan mengikuti kegiatan ini karena hasil dan kegiatan mi akan didiskusikan di sekolah. Duddy, salah seorang siswa tidak dapat ikut karena tidak dapat membayar biaya kegiatan. Teman-teman lain merasa berkewajiban membantu Duddy agar dapat ikut. Oleh karenanya, teman-teman sepakat untuk bergotong-royong demi keikutsertaan Duddy.
  • Lingkungan keluarga
Pak Erik bekerja sebagai supir keluarga Pak Hady. Pada suatu han Pak Erik sakit sehingga tidak dapat melaksanakan tugasnya. Pak Hady dan Bu Hady pergi menjenguk Pak Erik dan membawanya ke dokter. Perilaku Pak Hady dan Bu Hady mencerminkan perilaku menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  • Lingkungan masyarakat
Di Kampung Gombong dibentuk Siskamling untuk menjaga keamanan kampung. Dalam Siskamling ini ditunjuk seorang Hansip sebagai koordinator Siskamling. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Siskamling para warga kampung diwajibkan membayar iuran. Para warga sangat disiplin membayar iuran keamanan karena mereka menganggap kalau tidak membayar iuran pelaksanaan Siskamling akan terhambat dan keamanan terganggu.

Mewujudkan kesejahteraan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara

Pembangunan keluarga sejahtera diarahkan secara terpadu untuk mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera, khususnya melalui pembudayaan keluarga berencana yang bertujuan menahan laju pertumbuhan penduduk. Dalam rangka membangun masyarakat Indonesia satu hal yang selalu mendapat perhatian, yaitu tantangan berupa kemiskinan. Kemiskinan dalam arti luas tidak hanya menyangkut hal- hal yang bersifat material, tetapi juga spiritual. Kemiskinan kejiwaan, antara lain berupa sikap hidup dan perbuatan hidup materialistik yang menghalalkan segala cara.

Mengingat hakikat pembangunan adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, maka tantangan dan problema nasional akan timbul dan kemiskinan material dan spiritual. Dengan tidak mengurangi betapa pentingnya problema lain yang tersangkut di dalamnya, maka yang penting adalah problem kemiskinan dan kepribadian. Kedua hal mi perlu mendapatkan perhatian utama mengingat akibat yang timbul oleh penyelewengan dua hal mi akan bersifat komplikatif dan luas sekali. Faktor penting dalam menunjang kelestarian pembangunan material spiritual, yaitu setiap individu di dalam masyarakat Indonesia harus berperilaku suka memberi pertolongan kepada orang lain.
  • Lingkungan sekolah
Naresty, seorang pelajar SMA. Sejak kelas satu SMA ia suka memberi nasihat kepada teman-temannya yang bandel agar tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan orang lain. Di sekolah ia ditunjuk sebagai koordinator pengumpul dana bagi teman-temannya yang yatim piatu, tetapi punya prestasi. Naresty berbuat semaksimal mungkin agar teman-temannya itu bisa mendapatkan pertolongan.
  • Lingkungan keluarga
Ibu Ivana datang dan kota untuk bertemu adiknya di desa. Ia membawa barang bawaan yang cukup berat. Setelah turun dan kendaraan umum, ia melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki. Di tengah perjalanan Ibu Ivana bertemu seorang siswa SMTA yang hendak membantu meringankan bebannya. Ibu Ivana merasa sangat tertolong dan ia mengucapkan terima kasih atas bantuan siswa tersebut.
  • Lingkungan masyarakat
Pak Ahmad seorang Ketua RT yang ramah. Sikap Pak Ahmad yang simpati tersebut dibuktikan pula dengan seringnya memberi nasihat kepada orang lain. Banyak orang yang merasa tertolon karena nasihatnya.
Sumber Pustaka: Yudhistira