Persaingan Interaksi Sosial Yang Bersifat Disosiatif Dalam Sosiologi

Persaingan Interaksi Sosial Yang Bersifat Disosiatif


Interaksi sosial yang bersifat disosiatif mengarah kepada bentuk-bentuk pertentangan atau konflik yang berwujud persaingan (coinpetition), kontravensi, dan permusuhan. Konflik atau pertentangan adalah suatu proses yang terjadi apabila individu atau kelompok berusaha mencapai tujuan dengan jalan menentang pihak lawan dengan ancaman atau kekerasan. misalnya perkelahian antara dua pelajar atau peperangan antara dua negara.

Persaingan (competition)

Persaingan adalah suatu proses sosial yang melibatkan individu atau kelompok dalam mencapai keuntungan melalui bidang kehidupan, yang pada suatu saat tertentu menjadi pusat perhatian umum, tanpa ancaman, atau kekerasan. Persaingan yang wajar dengan aturan tertentu disebut persaingan sehat. Namun dalam kenyataannya, terutama di bidang bisnis dan politik, sering kita lihat adanya persaingan yang tidak sehat dengan menggunakan cara-cara yang tidak sehat.



Keterangan:

  1. Persaingan di bidang ekonomi timbul karena terbatasnya persediaan, kesempatan mengelola ekonomi, dan lain-lain.
  2. Persaingan ras merupakan persaingan dalam bidang kebudayaan. Hal mi disebabkan oleh adanya perbedaan wama kulit, bentuk tubuh, dan corak rambut. Persaingan ras terwujud dalam silcap-sikap yang eksklusif.
  3. Persaingan di bidang kebudayaan, misalnya reaksi bangsa Indonesia pada abad ke-15 dalam menghadapi budaya Barat, yang waktu itu dibawa oleh bangsa Portugis.
  4. Persaingan status timbul karena setiap individu atau kelompok saling membanggakan kelebihan kedudukan di masyarakat. Di samping itu, pribadi individu atau kelompok sering memiliki kecenderungan untuk menaikkan statusnya masing-masing.
Hal-hal yang menyebabkan persaingan adalah
  1. perbedaan pendapat mengenai ha! yang prinsip;
  2. perselisihan paham yang mengusik harga din dan kebanggaan masing-masing pihak yang ditonjolkan;
  3. persamaan kepentingan dalam hal yang sama;
  4. perbedaan sistem nilai dan norma dan kelompok masyarakat;
  5. perbedaan kepentingan politik kenegaraan, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Persaingan dapat mengakibatkan hal-hal berikut.
  1. Timbu!nya solidaritas kelompok sehingga rasa keset iakawanan menjadi lebih tinggi. Mereka membutuhkan kemanunggalan tekad dalam kelompokriya sendiri.
  2. Timbulnya perubahan sikap baik positif maupun negatif.
  3. Kerusakan dan hilangnya harta benda serta hilangnya jiwa manusiajika apabila terjadi benturan fisik.
  4. Terjadi negosiasi di antara pihak-pihaic yang bertikai di dalam keadaan status quo. Apabila tidak terjadi negosiasi salah satu pihak menjadi kalah dan pokok permasalahannya didominasi yang menang.
Sumber Pustaka: Bumi Aksara