Sejarah Perkembangan Koperasi Di Perancis Dan Jerman

Sejarah Perkembangan Koperasi Di Perancis Dan Jerman


Pada pertengahan abad ke-18 dan ke-19 terjadi revolusi di Perancis. Susunan masyarakat Perancis menjadi pincang dan tidak memuaskan sehingga muncul paham-paham baru yang dapat mempengaruhi jalannya revolusi. Revolusi Perancis mi telah mendorong berdirinya koperasi yang dipelopori oleh:
  1. Saint Simon (1760-1825);
  2. Charles Fourier (1772-1837);
  3. Louis Blanc (1811-1882), dan
  4. Charles Gide (1847-1932).
Dengan dipimpin oleh pelopor-pelopor koperasi tersebut, koperasi di bidang produksi bergerak maju dan berhasil membangun pabrik-pabrik milik koperasi.

Jerman

Sekitar tahun 1845 ketika lnggris dan Perancis telah mencapai kemajuan dalam bidang industri, Jerman mengalami keadaan sebaliknya. Jerman masih mengandalkan perekonomian yang berdasarkan hasil pertanian (agraris). Barang-barang industri lnggris dan Prancis yang diimpor ke Jerman memberikan tekanan yang berat terhadap perkembangan industri di Jerman.



Penderitaan dirasakan terlalu berat oleh rakyat karena para petani hanya menggantungkan hidupnya dan hasil pertanian. Waktu itu tampil seorang pelopor yang bernama F.W. Raiffeisen yang menjabat sebagai walikota di Flammersfield. Ia menganjurkan agar kaum tani menyatukan diri dalam perkumpulan simpan pinjam. Setelah melalui rintangan-rintangan, Raiffeisen akhirnya berhasil mendirikan perkumpulan koperasi dengan beberapa pedoman kerja yang ia rumuskan.

Pedoman kerja koperasi dan Raiffeisen
  1. Anggota koperasi wajib menyimpan sejumlah uang walaupun dalam jumlah yang sangat kecil sesuai dengan kemampuan mereka masingm asing.
  2. Uang simpanan dapat dipinjamkan kepada petani yang memerlukannya, dengan membayar bunga yang ringan. Penggunaan uang tersebut diawasi terutama untuk tujuan produktif.
  3. Usaha koperasi mula-mula dibatasi pada desa setempat, pada kelompok orang yang saling mengenal agar tercapai kerja sama yang erat.
  4. Pengelolaan koperasi diselenggarakan dan dipegang sendiri oleh anggota yang dipilih tanpa mendapat upah.
  5. Keuntungan yang diperoleh dan perputaran uang simpanan menjadi milik perkumpulan koperasi dan digunakan untuk membantu kesejahteraan masyarakat setempat.
Penderitaan yang dirasakan oleh kaum tani di desa juga dirasakan oleh kaum buruh di kota Dehtzch. Seorang hakim di kota tersebut banyak menaruh perhatian pada perkembangan perekonomian golongan rendabdan berusaha memperbaiki nasib kaum buruh. Hakim tersebut bernarna H. Schu/ze dan a memelopori usahanya dengan mendirikan koperas yang bergerak di bidang simpan pinjam. Pada tahun 1849, Schulze merumuskan pedoman kerja bagi perkumpulan koperasi yang didinikannya sebagai berikut:
  • Uang simpanan sebagai modal kerja perkumpulan dikumpulkan dan siapa saja yang menjadi anggota koperasi Anggota anggota terdiri dan setiap unsur dalam masyarakat terutama pengusaha kecil dan
  • pedagang kecil.
  • Daerah kerjanya di perkotaan yang banyak ditinggali pengusaha dan pedagang.
  • Pengurus koperasi dipilih dan diberi upah atas pekerjaannya.
  • Pinjaman yang dikeluarkan untuk anggota berupa pinjaman jangka pendek.
  • Keuntungan yang diperoleh dan bunga pinjaman dibagikan kepada para anggota.
Baik koperasi Raiffeisen maupun koperasi Schultze berhasil dengan baik dan pengaruhnya menyebar ke seluruh negeri.
Sumber Pustaka: Erlangga