Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat

Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat


Seorang hamba di tengah masyarakat biasanya dianggap sebagai hamba yang baik jika rajin di dalam beribadah hablumminallah, meskipun hablumminannas tidak dipenuhi dengan baik. Allah barn mengakui hamba itu baik jika kedua-duariya dilakukan dengan baik. Pada suatu waktu seorang sahabat melaporkan, “Ya Rasulullah, ini dia perempuan yang banyak salat, puasa, dan sedekah, tetapi ia selalu menyakiti hati tetangga. Bagaimana tentang wanita yang demikian itu? Jawab Rasulullah, “Wanita itu di neraka.”



Ajaran Islam membawa misi sosial untuk memperbaiki masyarakat, yaitu dengan cara berzakat, berkurban, menyebarkan salam, dan bermusyawarah sebagaimana sabda Rasulullah saw. berikut.

Artinya: “Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam. Ditanyakan apa itu ya Rasulullah: Jika bertemu den gannya hendaknya kauucapkan salam, jika diundang penuhilah undangannya, jika ia minta nasihat berilah nasihat, jika ia mengucap Alhamdu/illah sewaktu bersin sambutlah olehmu dengan Yarhamukallah, jika ia sakit tengoklah, jika ia meninggal iringkan jenazahnya. “ (H.R. Bukhari dan Muslim)

Kewajiban seseorang terhadap masyarakat di antaranya sebagai berikut:
  1. tidak berbuat yang merugikan,
  2. beramah tamah,
  3. bertawaduk,
  4. menjalin silaturahmi,
  5. memaafkan,
  6. bersikap adil,
  7. jujur,
  8. menolong,
  9. menghargai, dan
  10. amar makruf nahi mungkar dengan cara yang halus.
 Sumber Pustaka: Yudhistira