Teori Produksi Dalam Prilaku Konsumen Dan Produsen

Teori Produksi Dalam Prilaku Konsumen Dan Produsen


Konsep pertama merupakan konsep lama (konvensional) yang bercirikan produksi sebanyak mungkin. Konsep ini memiliki kelemahan, yaitu
  1. Produk yang dihasilkan kemungkinan melebihi permintaan pasar sehingga produsen terpaksa menurunkan harga.
  2. Akibat lain adalah meningkatnya persediaan sehingga harus disimpan di dalam gudang dan berakibat meningkatnya biaya penyimpanan.
Konsep kedua merupakan konsep modern atau dikenal juga just in time (JIT), yaitu memproduksi produk yang diperlukan pada waktu dibutuhkan konsumen dengan cara paling ekonomis atau paling efisien.



Di dalam teori produksi dikenal tiga konsep penting, yaitu produk total, produk rata-rata, dan produk marginal. Produk total (total product, TP) adalah jumlah total yang dihasilkan selama periode tertentu. Produk rata-rata (average product, AP) adalah jumlah produk total dibagi jumlah unit faktor variabel (misalnya tenaga kerja) yang digunakan untuk memproduksmnya. Misalnya, jika produk total sebanyak 55 ribu unit, sedangkan tenaga kerja yang digunakan sebanyak 100 orang, maka produk rata-rata sebanyak 550 unit.

Produk marginal (marginaiproduct, MP) adalah perubahan dalam produk total sebagai akibat tambahan satu unit faktor variabel. Misalnya, 1 orang tenaga kerja menghasilkan 15 unit produk, jika tenaga kerja di tambah menjadi 2 orang produk total yang dihasilkan menjadi 30, maka produk marginal adalah 15 unit.

Produk marginal dan produk rata-rata dapat jqga dirumuskan dalam bentuk persamaan, yaitu

Teori produksi adalah suatu gambaran bagaimana produsen berperilaku dalarn memproduksi barang atau jasa. Teori produksi menekankan kepada efisiensi. Dalam hal mi dikenal dua konsep utama, yaitu memproduksi output semaksimal mungkin dengan input yang tetap atau memproduksi output pada tingkat tertentu dengan biaya produksi serendah mungkin.


Sumber Psutaka: Yudhistira