Bentuk Pemerintahan Menurut Ajaran Klasik Dan Contohnya

Bentuk Pemerintahan Menurut Ajaran Klasik


Pada dasamya pimpinan negara terdiri atas satu orang atau beberapa orang, karena adanya perbedaan jumlah orang yang memerintah maka timbul pula perbedaan bentuk pemerintahan. Bentuk-bentuk pemerintahan yang akan dibahas di antaranya adalah monarkhi kiasik, aristokrasi, tirani, oligarkhi, dan demokrasi.

Monarkhi Klasik

Istilah monarkhi berasal dan kata monos artinya satu dan archei artinya berkuasa atau memerintah. Dengan demikian, monarkhi adalah bentuk pemerintahan yang dipegang oleh satu orang untuk kepentingan bersama atau kepentingan rakyat banyak secara turun-temurun. Monarkhi dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu monarkhj absolut, monarkhj konstitusional, dan monarkhi parlementer.



Monarkhi Absolut

Dalam pemerintahan monarkhi absolut, raja menj alankan pemerintahannya secara tidak terbatas atau absolut. Perintah raja adalah undang-undang yang hams ditaati oleh setiap orang tanpa pamrih. Hal tersebut disebabkan raja di mata masyarakatnya adalah wakil Tuhan di dunia, sehingga apa yang disampaikannya dianggap suara Tuhan.

Dengan adanya anggapan demikian, mudah dipahami apabila rakyat dengan tanpa reserve akan tunduk dan taat pada setiap perintah atau peraturan raja. Hal tersebut pada akhirnya mengakibatkan raja memerintah tanpa batas atau absolut. Bila sang raja seorang yang bijak, maka yang menj adi perhatian utamanya adalah kesejahteraan bagi rakyatn ya. Namun, apabila ia seorang raja yang bersifat angkara murka yang lebih mengutamakan kepentingan pribadinya, maka ia akan bertindak sewenang-wenang, sehingga akhirnya menimbulkan pemerintahan tirani (diktator). Sebagai contoh Kerajaan Prancis, Jerman, dan Belanda.

Monarkhi Kostitusional

Monarkhi konstitusional (kerajaan yang berundang-undang dasar) adalah suatu kerajaan di bawah pemerintahan seorang raja yang kekuasaannya telah diatur dalam undang-undang dasar. Undang-undang dasar tersebut mngakibatkan raja tidak lagi bertindak sewenang-wenang. Setiap peraturan, perintah, atau kebijakan apa pun yang dikeluarkan hams didasarkan pada undang-undang dasar itu. Contoh bentuk pemerintahan monarkhi konstitusional adalah Kerajaan Inggris.

Monarkhi Parlementer

Dalam bentuk pemerintahan monarklii parlementer, kekuasaan tertinggi berada di tangan badan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau parlemen. Menteri atau kabinet hams bertanggung jawab kepada parlemen, sedangkan raja tidak memiliki kekuasaan dalam parlemen. Ia berkedudukan hanya sebagai kepala negara dan merupakan lambang persatuan belaka. Raja tidak harus bertanggung jawab atas berlangsungnya pemerintahan. Ia tidak dapat diganggu gugat (the king can do no wrong). Pertanggungjawaban segala kebijäkan pemerintahan ada pada perdana menteri. Contoh bentuk pemerintahan rnonarkhi parlementer yang sampai sekarang tetap berlangsung adalah Kerajaan Inggris, Belanda, Jepang, Thailand, dan Kamboja.

Aristokrasi

Aristokrasi berasal dan kata aristoi dan cratein. Aristoi artinya orang-orang terbaik atau orang-orang pilihan. Umumnya mereka adalah para cerdik pandai. Cratein artinya memerintah. Dengan demikian aristokrasi artinya pemerintahan yang berada di tangan para cerdik pandai. Pemerintahan tersebut lebih mengutamakan kepentingan rakyatnya.

Tirani (Diktator)

Tirani adalah pemerintahan atau kekuasaan yang dipegang oleh seseorang hanya untuk kepentingan dirinya. Kepentingan dan kesejahteraan rakyat diabaikan.

Oligarkhi

Oligarkhi berasal dan kata oligoi dan arc hien. Oligoi artinya beberapa orang, sedangkan archien artinya memerintah. Dengan demikian, oligarkhi artinya pemerintahan negara yang dikendalikan oleh beberapa orang. Bentuk pemerintahan ml biasanya lebih mengutamakan kepentingan kelompok atau golongan.

Demokrasi

Demokrasi berasal dan kata demos artinya rakyat dan cratein artinya memerintah. Dengan demikian, demokrasi artinya pemerintahan yang berada di tangan rakyat.
Sumber Pustaka: Yudhistira