Loading...

Berkompetisi Secara Sehat Dengan Orang Lain

Loading...

Berkompetisi Secara Sehat Dengan Orang Lain


Dalam menghadapi suatu kompetisi balk tingkat sekolah, maupun tingkat nasional, perlu kesiapan yang matang. Artinya, mempersiapkan segala sesuatu secara baik, teratur, disiplin, sungguh-sungguh, tekun, dan penuh percaya diri. Apabila kesiapan tidak balk dan kurang perhatian dalam menjalani suatu pelatihan, maka percaya din seseorang akan berkurang dan tidak akan memperoleh hash yang diharapkan.

Sebenarnya, kesiapan dalam menghadapi suatu kompetisi tidak hanya diperuntukkan bagi suatu pertandingan saja melainkan yang lebih penting adalah kita slap setiap saat dalam meningkatkan kemampuan. Lebih penting lagi apabhla slap setiap saat dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan din, baik secara fisik maupun mental. Slap secara mental merupakan modal dan dorongan bagi setiap orang dalam menghadapi suatu perlombaan atau kompetisi. 

Kompetisi dapat berbentuk fisik seperti olah raga dan seni, ataupun kompetisi di bidang akademik seperti perlombaan berbagal bidang studi. Contoh perlombaan di bidang akademik adalah lomba fisika, kimia, biologi, matematika, komputer, lomba debat bahasa inggnis, dan lomba penelitian ilmiah remaja/LPIR. Lomba in dapat dilaksanakan mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, nasional, dan internasional.



Lomba yang diadakan bertujuan sebagai berikut.
  1. Mendorong kepala sekolah, guru, dan siswa untuk meningkatkan kemampuan mereka di bidang akademik.
  2. Memotivasi para siswa agar giat belajar.
  3. Berkompetisi secara sehat dan jujur.
Pada gilirannya secara tidak langsung dapat menunjang peningkatan mutu pendidikan. Perlu disadari bahwa kemenangan atau kekalahan dalam suatu kompetisi bukan itu yang menjadi tujuan melainkan bagaimana arena ini dijadikan suatu tempat uji kemampuan secara individu maupun kelompok yang dilakukan dengan menyenangkan, dan mencerdaskan, sehingga menimbulkan, nilai positif, jiwa kompetitif, dan bersaing secara sehat. Sebaliknya, seorang yang mempunvai mental juàra, dia akan mengatakan bahwa kekalahan adalah kemenangan yang tertunda, sikap mi menunjukan kebesaran jiwa dan berpikir positif dan siswa tersebut.

Era sekarang, sangat terbuka untuk berkompetisi dalam segala hal. Negara dan pemerintah membuka kesempatan kepada setiap warga negaranya dalam meraih cita-cita sesuai dengan bakat dan minat kemampuan dan setiap individu. Pihak swasta pun berlomba-lomba membuka berbagai macam perlombaan dan kompetisi baik bersifat akademik dan nonakademik, mulai dan tingkat SD sampai Perguruan Tinggi. Bentuk lomba pun bermacam-macam jenis dan hadiahnya, mulai dan piala, sejumlah uang bagi yang menang dan berprestasi. Artinya, bentuk lomba itu telah memenuhi syarat yang telah ditentukan.
Sumber Pustaka: Yudhistira
Loading...