Pemerintahan Dan Hukum Pada Peradaban Yunani (Sparta Dan Athena)

Pemerintahan Dan Hukum Pada Peradaban Yunani (Sparta Dan Athena)


Yunani dikelilingi gunung-gunung, lembah-lembah, dan teluk-teluk. Keadaan alam ini mempersulit hubungan satu kelompok dengan kelompok lain. Pemukiman-pemukiman yang terpisah itu lambat laun berkembang menjadi negara kota yang merdeka dan berdiri sendiri. Negara kota yang merdeka itu disebut polls (city states atau negara kota). Pada masa itu, di Yunani terdapat banyak negara kota. Di antara negara-negara kota itu ada dua negara polls yang terkemuka berikut ini.

Sparta

Menjelang akhir abad ke-7 SM, salah satu polls di Peloponessos dikuasai oleh Sparta. Namun polis itu mengadakan pemberontakan terhadap Sparta. Walaupun dengan susah payah pemberontakan itu dapat ditindas, tetapi akibat peristiwa itu berpeigaruh terhadap Sparta terutama pada bidang pemerintahan, pendidikan dan pertahanan. Dengan segala macam cara, Sparta berusaha untuk menjaga segala kemungkmnan terhadap terulangnya kembali suatu pemberontakan.

Corak kehidupan Sparta digariskan oleh Lycurgus. Sekitar tahun 625 SM, negarawan tersebut mengadakan berbagai pembaharuan terhadap peraturan-peraturan dan perundang-undangan yang mengatur semua perilaku warga Sparta. Dengan demikian, pada saat itu Sparta benar-benar menjadi suatu Negara militer. Untuk mendukung pembentukan kekuatan militer, maka sejak lahir seorang anak laki-laki di Sparta sudah diatur dan diawasi oleh negara. Mereka sudah dibiasakan dengan cara hidup yang keras. Para pemuda harus mengikuti kegiatan olahraga dan keprajuritan sejak usia muda. Juga setiap warga Sparta dikenakan wajib militer hingga sampai usia 60 tahun.



Pemerintahan Sparta dijalankan oleh dua orang raja secara turun temurun dengan kekuasaan tak terbatas. Pemimpmn sekaligus panglima militer itu dibantu oleh suatu dewan yang terdiri atas 5 orang. Kelima orang yang duduk dalam dewan itu disebut Ephor.

Di samping itu, terdapat juga suatu dewan yang beranggotakan 28 orang dan terdiri atas orang-orang yang berusia 60 tahun ke atas. Dewan ml mempersiapkan undang-undang yang diajukan kepada dewan perwakilan rakyat. Dewan perwakilan rakyat terdin atas semua warga kota Sparta dan bersidang setiap bulan purnama. Keputusan dewan perwakilan rakyat dapat diveto oleh dewan kaum tua, yang terdiri atas 28 orang itu. Dengan adanya hak veto itu, maka sifat-sifat demokrasi di Sparta tak dapat berkembang.

Athena

Tata pemerintahan Athena digariskan oleh Solon (549 SM). Negarawan mi melakukan beberapa pembaharuan antara lain menghapus perbudakan dan memulihkan hak rakyat sipil. Refomasinya itu selanjutnya menjadi ciri utama polls Athena. Di antara Athena dan Sparta terdapat perbedaan yang sangat mencolok dalam segala bidang. Jika di Sparta para warga mempunyai kewajiban untuk melayani Negara sepenuhnya, maka di Athena hak warga negara dijamin oleh negara. Kegiatan serta perhatian setiap warga Sparta hanya ditujukan untuk tugas-tugas pemerintahan dan pertahanan negara, sedangkan warga Athena sangat besar perhatiannya terhadap kemajuan seni, olah raga, ilmu pengetahuan, dan filsafat.

llmu pengetahuan, kemerdekaan berpikir dan berpendapat menjadi sikap hidup yang kuat di masyarakat Athena. Tidak heran banyak filsuf besar seperti Socrates, Plato, Aristoteles, dan lain-lain berasal dan Athena. Kota Athena terletak di Semenanjung Atica dan tidak jauh dan pantai dengan bandarnya bernama Piracus. Penduduk Athena terdiri atas: para bangsawan, kaum Hellas, para pelaut, nelayan, dan pedagang. Pemerintahan di Athena semula bersifat aristokrasi tetapi kemudian menjadi demokrasi.

Pada pemerintahan demokrasi, kekuasaan tertinggi berada di tangan dewan Perwakilan rakyat, dewan itu terdiri atas orang-orang bebas (bukan kaum Hellas). Namun dalam kenyataannya dewan mi sangat dipengaruhi oleh para orator, yaitu wakil-wakil yang pandai bicara. Pemerintahan yang tertinggi dipegang oleh 9 orang archon (pelaksana pemermntahan) yang ditentukan secara undian. Para archon ini berada di bawah pengawasan suatu dewan yang merangkap mahkamah agung bernama areopagos. Areopagos terdiri dan bekas archon.

Dalam bidang pertahanan, keamanan dipegang oleh 10 orang ahli siasat perang yang menguasai angkatan darat dan angkatan laut. Namun, lambat laun para panglima mi menjadi lebih berkuasa dan para archon.

Di Athena terdapat kebiasaan untuk menjamin pembinaan demokrasi. Alasannya, jika seseorang penguasa menjadi terlalu berkuasa dan dianggap membahayakan keadaan negara, maka ia dikenakan ostracisme (ostracon adalah pecahan sebuah pot dan tanah hat). Setiap penduduk menuhiskan nama orang yang dianggap berbahaya pada ostracon dan kemudian dikumpulkan. Orang yang dianggap berbahaya itu biasanya lalu digantikan atau diasingkan.

Corak pemenintahan Sparta yang otokratis miNter dan corak pemerintahan Athena yang demokratis menjadi prototipe corak pemerintahan modern. Corak pemerintahan Sparta berpengaruh pada corak pemerintahan yang didonijnasi kaum mihiter. Corak pemerintahan Athena berpengaruh pada corak pemenintahan yang didominasi kaum sipil.

Perang Persia dengan Yunani (492-484 SM)

Kerajaan Persia di bawah pimpinan Raja Darius memperluas wilayah kekuasaannya ke Asia kecih serta menguasai polis-polis yang penduduknya terdiri atas orang-orang Yunani. Ketika Athena membenikan bantuannya kepada polis-pohis itu, maka tindakan Yunani itu dijadikan alasan oleh Raja Darius untuk menyerang daratan Yunani.

Serangan Persia ke Yunani terbagi menjadi tiga periode:

  1. Serangan pertama (492 SM) dan pasukan Persia mengahami kegagalan. Kapal-kapal Persia hancur karena dilanda badai dan topan di pantai Timur Yunani.
  2. Serangan kedua (490 SM) dan laut berhasil menumpas dan merusak beberapa kota di semenanjung Atica, di antaranya Athena. Kemudian pasukan Persia dapat dipukul mundur oleh pasukan Athena di bawah pimpinan Biliades.
  3. Serangan ketiga pada tahun 480 SM, serangan ini dilakukan melahui daratan dengan jumlah pasukan jauh lebih besar dan pasukan sebelumnya. Bahkan jumlah pasukan Persia jauh lebih banyak dan gabungan pasukan Sparta dan Athena. Dalam pertempuran di darat, pasukan Persia memperoleh kemenangan yang gemilang, bahkan kota Athena dibakar. Namun, berkat siasat Themistocles (negarawan Athena), armada Persia berhasil dipancing ke Teluk Salamis dan dihancurkan. Raja Xerxes (pengganti Raja Darius) dengan sisa-sisa pasukannya mengundurkan din dan Yunani dan kembali ke Persia. Selain mengalahkan pasukan Persia, pasukan Yunani juga berhasil membebaskan polis-polisnya yang terletak di Asia Kecil. Pada tahun 448 SM, dihaksanakan perdamaian antara Persia dan Yunani.

Masa Kejayaan Athena (450-404 SM)



Kemenangan Yunani atas Persia, membawa keharuman nama Athena di kalangan pohis-polis di Yunani. Sehama kurang Iebih setengah abad lamanya Athena dianggap sebagai pemimpin Yunani. Athena
menjadi pemimpin polis-pohis yang tergabung dalam Konferensi Delos. Athena mengalami kemajuan pesat dalam segala bidang dan menjadi cermin bagi seluruh Yunani.

Kejayaan Athena sangat didukung oleh kuatnya kehidupan demokrasi. Demokrasi di Athena mencapai puncaknya saat Pericles memegang kendali pemerintahan. Athena menjadi pohis terkaya di Yunani. Kemajuan-kemajuan yang dialami Athena antara lain:
  1. Di bidang seni dan ihmu pengetahuan, Athena mengalami kemajuãn yang sangat pesat. Ketika itu di Athena terdapat sebuah gedung teater yang memuat sekitar 30.000 orang. Pada gedung-gedung itu dipertunjukkan karya-karya sandiwara dan Sophocles, Aeschylus, dan Aristophanes.
  2. Muncul filosof-filosof besar, di antaranya Socrates yang berusaha untuk mendidik rakyat agar dapat berfikir bebas dan mendalam. Juga Phidios seorang arsitek yang memahat dan menghias Athena dengan gedung-gedung megah dan indah. Gedung-gedung itu dihias dengan patung-patung dewa Yunani.

Persamgan Sparta dan Athena

Kemajuan yang dicapal oleh Athena it menimbulkan rasa ri dan polls-polls lainnya termasuk polls Sparta. Dengan demikian Yunani kembali terpecah belah menjadi dua kelompok polls yang saling berhadapan.

Persaingan antara Sparta dan Athena memuncak dalam perang Peloponessos (413-404 SM) Perseteruan dicoba diatasi melalui perjanjian perdamalan di Nicias. Namun, tidak berhasil. Selama perang berlangsung, kedua polis beserta sekutu masing-masing bergantian memenangkan pertempuran. Akhirnya, kemenangan Sparta dalam pertempuran laut di Aegospotami membuat Athena menyerah sekaligus mengakhiri perang Peloponessos. Perang Peloponessos mengakibatkan kekacauan di seluruh Yunani. Yunani menjadi terpecah-belah dan semakin Iemah. Peradaban Yunani teraticam runtuh.

Runtuhnya Yunani dan Muncuinva Macedonia

Kekacauan dan kelemahan Yunani ni digunakan sebaik-baiknya oleh Philipus, seorang raja dan Kerajaan Macedonia. Daerah Macedonia terletak di sebelah utara daerah Yunani. Philipus mempersiapkan pasukannya yang kuat untuk menyerbu Yunani. Pada tahun 338 SM tentara Yunani yang sudah Iemah dengan mudah dapat ditaklukkan oleh pasukan Macedonia. Akibatnya, hegemoni tertinggi dipegang oleh pasukan Kerajaan Macedonia di bawah pimpinan Raja Philipus. Kerajaan Macedonia lalu merencanakan untuk menyerbu Persia, namun maksudnya itu tidak dapat dilaksanakan karena Raja Philipus mati terbunuh oleh pengawal pribadinya. Perjuangan selanjutnya diteruskan oleh putranya yang bernama Iskandar Zulkarnaen (336—323 SM).

Iskandar Zulkarnaen (Alexander Agung) melakukan penyerbuan ke Asia Kecil dan dapat menaklukkan tentara Persia yang dipimpin oleh Raja Darius Ill di daerah sos. Selanjutn ya Tunisia, Palestina, dan Mesir dapat dikuasainya. Di Mesir Iskandar Zulkarnaen mendirikan kota baru yang bernama Iskandariyah.

lskandar Zulkarnaen yang telah berhasil menguasai wilayah yang sangat luas dan Yunani di sebelah barat sampai wilayah Timur Tengah di sebelah timur masih ingin memperluas wilayahn ya sampal India. Namun, karena pasukannya tidak mau mengikuti perintahnya, Iskandar Zulkarnaen hanya sampai di wilayah lembah Shindu. Akhirnya niat untuk menguasai wilayah India dibatalkan, mereka kembali ke Susa, ibukota Persia.

Hellenisme

Penaklukan yang dilakukan oleh Iskandar Zulkarnaen, mengakibatkan pencampuran Kebudayaan Hellas (Yunani) dengan Keb udayaan Mesir dan Persia yang menghasilkan kebudayaan baru. Kebudayaan itu sering disebut dengan Kebudayaan Hellenisme. Kebudayaan Hellenisme meliputi wilayah yang sangat luas yang pernah dikuasai oleh Iskandar Zulkarnaen. Kebudayaan ni berlangsung kira-kira 6 abad Iamanya, dengan pusatnya adalah kota tskandariyah.

Kebudayaan, perniagaan, kesenian, dan lImu pengetahuan Iskandariyah jauh Iebih maju daripada Yunani. lskandariyah berkembang pesat ketika dikuasai oleh raja-raja keturunan Ptolomeus, yakni panglima dan pasukan Iskanciar Zulkarnaen yang mengembangkan Hellenisme di Mesir.

Iskandar Zulkarnaen meninggal tahun 325 SM tetapi kekuasaannya masih tetap utuh sampai tahun
323 SM. Selanjutnya, pada tahun 323 SM kerajaan Iskandar Zulkarnaen terbagi menjadi kerajaan kerajaan kecil dengan diperintah oleh para jenderal kepercayaan. Kerajaan-kerajaan itu disebut dengan Diadochos atau kerajaan pengganti. Kerajaan-kerajaan tersebut antara lain sebagai berikut.
  1. Kerajaan Macedonia tetap memerintah wilayah Yunani hingga daerah Balkan dan Asia kecil. Daerah mi diperintah oleh Jenderal Antigonus. Selanjutnya, keturunannya pun tetap memerintah daerah tersebut hingga kerajaan itu berhasil dikalahkan oleh pasukan Romawi tahun 148 SM.
  2. Kerajaan Syria diperintah oleh Jenderal Seuleucos. Jenderal Seuleucos akhirnya membentuk Dinasti Seuleucid. Dalam wilayah kerajaan tersebut Kerajaan Yunani berhasil diwujudkan. Tetapi, kerajaan besar ini kemudian mundur akibat raja-raja kecil yang jauh dan pusat pemenintahan melepaskan din dan membentuk kerajaan-kerajaan yang merdeka.
  3. Kerajaan Mesir diperintah oleh Jendera) Ptolomeus. Setetah Iskandar Zulkarnaen meninggal Ptolomeus membentuk Dinasti Ptolomeus sebagai penguasa Mesir. Kekuasaan dinasti mi berakhir di bawah pemerintahan Ratu Cleopatra yang terkenal cantik dan memiliki hubungan dengan Antonius (seorang panglima Romawi). Kerajaan Mesir berhasil dikalahkan oleh Romawi tahun 30 SM.
Sumber Pustaka: Erlangga