Pengertian Nilai Dan Macamnya Dalam Kewarganegaraan

Pengertian Nilai Dan Macamnya Dalam Kewarganegaraan


Nilai atau value dalam bahasa Inggris mengandung pengertian sesuatu yang berharga. Nilai itu sesuatu yang abstrak, tidak, konkret, dapat dipikirkan, dipahami, dihayati/dijiwai, dan berhubungan dengan cita-cita, harapan, keyakinan, hal-hal yang bersifat batiniah, dan bersifat ideal, bukan faktual.

Karena sifatnya yang abstrak dan ideal, maka pemahaman terhadap nilai lebih sulit dibandingkan dengan pemahaman terhadap hal- hal yang konkret dan faktual.

Ada dua prinsip perbedaan pendapat terhadap nilai, yaitu sebagai berikut.
  • Pandangan Objektif
Menurut pandangan ini, suatu nilai itu bersifat objektif. Nilai suatu objek itu melekat pada objeknya dan bukan pada subjek yang menilai sehingga nilai merupakan ukuran tertinggi dan perilaku manusia, dijunjung tinggi oleh sekelompok masyarakat dan dijadikan sebagai pedoman dalam bertingkah laku (kebaikan, kebenaran, dan kesucian).


  • Pandangan Subjektif
Menurut pandangan ini, nilai itu bersifat subjektif. Nilai dan sesuatu itu bergantung pada subjek yang menilamnya. Suatu objek yang sama dapat memiliki nilai yang berbeda, bahkanbertentangan bagi orang yang satu dengan yang lain. Satu objek yang sama dapat dinilai baik atau buruk, benar atau salah, berguna atau tidak berguna, bergantung pada subjek yang menilai.

Misalnya, sebuah gedung peninggalan masa lampau yang sudah rusak, dianggap bernilai bagi seorang ahli sejarah, tetapi tidak bagi orang awam. Jadi, menurüt pendapat mi sesuatu itu bernilai apabila ada subjek yang menilamnya.

Macam-Macam Nilai

Ada beberapa nilai yang dijunjung tinggi serta berkembang dalam kehidupan masyarakat, antara lain sebagai berikut.
  • Agama
Setiap agama mengajarkan kebaikan, yaitu tentang kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Misalnya, kewajiban-kewajiban untuk berbuat baik terhadap sesama manusia dan lingkungannya, atau pemberian motivasi keimanan. Bahwasanya perbuatan baik yang dilakukan terhadap sesama manusia danlingkungannya itu merupakan perbuatan amal saleh, yang oleh pelakunya (pemeluknya) diyakini akan mendapatkan balasan pahala dan Tuhan Yang Maha Kuasa.


Sebaliknya, agama mengajarkan bahwa perbuatan yang sewenang-wenang akan menimbulkan rasa kebencian dan masyarakat, rasa dendam bagi yang menjadi korban,, serta merupakan perbuatan dosa bagi pelakunya.
  • Hati Nurani Manusia
Hati nurani manusia (batin manusia) merupak.n perasaan yang paling dalam dan secara kodrat mertdapat cahaya kebaikan-kebaikan dan Tuhan Yang Maha Esa sehingga manusia memiliki moral dan mampu membeda kan hal-hal yang baik atau yang buruk. Suara hati nurani itu sifatnya suci dan jujur. Hati nurani itulah yang membedakan manusia dengan makhluk-makhluk Tuhan yang lain seperti binatang-binatang buas yang besar dan kuat.
  • Adat Istiadat dan Budaya
Budaya/kebudayaan merupakan hasil pikir, rasa, karsa, dan karya serta cita-cita manusia yang berdasar atas rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri, sesama manusia, bangsa, negara, serta terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Adat istiadat adalah kebiasaan-kebiasaan yang timbul dan seseorang yang diterima di lingkungannya karena dianggap baik serta melekat dalam kehidupan masyarakat, sehingga menjadi satu tata cara yang berlaku dalam lingkungan masyarakatnya (masyarakat tertentu), yang berlangsung secara terus menerus.

Adat istiadat dan budaya bersifat lokal, hanya berlaku dalam lingkungan masyarakat tertentu, belum tentu berlaku dalam lingkungan masyarakat lain. Adat istiadat dan budaya dapat dijadikan sumber ajaran moral.
  • Pancasila
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia merupakan kristalisasi nilai yang dimiliki bangsa Indonesia yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad untuk mewujudkannya. Nilai-nilai itu adalah sebagai berikut.
  1. Nilai Ketuhanan
  2. Nilai Kemanusiaan
  3. Nilai Persatuan
  4. Nilai Kerakyatan
  5. Nilai Keadilan Sosial
Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia.
Sumber Pustaka: Yudhistira