Pengertian Sejarah Sebagai Ilmu Menurut Para Ilmuwan

Sejarah Sebagai Ilmu


Pada permulaan abad ke-20, telah terjadi suatu perdebatan tentang pandangan terhadap sejarah. Perdebatan itu antara lain mengenai apakah sejarah itu merupakan cabang dan ilmu pengetahuan atau merupakan suatu seni. Perdebatan mi yang melibatkan ahli filsafat dan ahli sejarah terjadi pertama kali di Jerman.

Sejarah Sebagai Ilmu Menurut Para Ilmuwan

Berikut ini adalah para ilmuwan yang berpendapat mengenai sejarah. menurut Burry, sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan, tidak kurang dan tidak lebih. York Powell menyatakan bahwa sejarah bukanlah sekedar suatu cerita yang indah, instruktif, dan mengasyikkan, tetapi merupakan cabang ilmu pengetahuan.


Ilmu pengetahuan sejarah seperti halnya ilmu pengetahuan lainnya, mulai berkembang pada abad ke-19. Pengetahuan mi meliputi kondisi-kondisi masa manusia yang hidup pada suatu jenjang social tertentu. Sejarah berusaha untuk mencari hukum-hukum yang mengendalikan kehidupan manusia dan juga mencari penyebab terjadinya perubahan-perubahan dalam kehidupan masyarakat.

Sejarah sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan hendaklah dibahas dan dibuktikan secara keilmuan atau alamiah. Untuk membuktjkan keilmiahannya itu, maka dipergunakanlah metode-metode dan berbagai standar ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, dengan menggunakan metode ilmiah, para ahli atau sejarawan akan lebih berhati-hati dalam mengungkapkan kebenaran sejarah.

Penggunaan metode ilmiah dapat menyadarkan para ahli akan adanya kemungkinan kesalahan-kesalahan dalam mengungkapkan suatu peristiwa sejarah. Untuk itu perlu ditempuh alternatif lain agar dapat mengurangi atau memperkecil kesalahan ketika melakukan pembahasan peristiwa sejarah. Penggunaan metode ilmiah itu,mengakibatkan sejarah semakin sulit untuk ditulis dan semakin kurang menarik untuk dibaca.

Sementara itu, telladi pemisahan secara tegas antara sejarah ilmiah dengan sejarah populer. Sejarah ilmiah yang juga dikenal sebagai sejarah akademis dalam pembahasannya lebih banyak menggunakan metode ilmiah sehingga terkesan kaku untuk dibaca. Sedangkan sejarah populer dengan berlandaskan kesusasteraan menjadi lebih menarik untuk dibaca. Bahkan masyarakat awam lebih menyukai sejarah populer, walaupun sangat sulit dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sebagai ilustrasi, penemuan fosil manusia purba di Indonesia. Untuk mengungkapkan keberadaan manusia purba melalui hasil penemuan fosil-fosil tersebut, para ahli mencoba melakukan penelitian dengan mengunakan metode-metode atau standar ilmiah. Para ahli belum dapat membuat suatu kesimpulan apabila hanya menyelidiki manusia purba yang ada di Indones ia. Oleh karena itu, mereka berusaha meluaskan daerah penelitiannya ke sekitar lokasi penelitian atau mencari jejak yang lebih jauh agar mendapatkan temuan-temuan yang lebih lengkap.

Dengan demikian, sejarah sebagai ilmu hendaknva dapat dipertahankan, karena sesunggulmya belajar sejarah adalah mempelajari masa silam yang dapat dijadikan pedoman hidup di masa sekarang dan yang akan datang.
Sumber Pustaka: Erlangga