Peran Serta RI Dalam Organisasi Internasional Dan Contohnya

Peran Serta RI Dalam Organisasi Internasional Dan Contohnya


Indonesia selama ini ikut serta secara aktif dalam berbagai organisasi baik yang bersifat global/intemasional, maupun yang bersifat regional. Organisasi-organisasi intemasional, dimana Indonesia turut serta secara aktif didalamnya, antara lain PBB, Gerakan Nonbiok, dan Organisasi Konferensi Islam (OKI). Sedangkan organisasi regional diantaranya Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) dan kerja sama ekonomi Asia Pasifik (APEC).

Kebijakan politik luar negeri Indonesia bebas aktif itu diabdikan kepada kepentingan nasional, dan diarahkan untuk turut mewujudkan tatanan dunia barn berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Kebijakan tersebut ditujukan pula untuk meningkatkan kerja sama internasional dengan memantapkan dan meningkatkan peranan organisasi Gerakan Nonbiok.

Upaya meningkatkan tatanan dunia barn dilakukan melalui penggalangan, pemupukan solidaritas dan kerja sama diantara negara-negara sedang berkembang, dengan memanfaatkan berbagai forum yang sudah ada. Untuk lebih jelasnya, dibawah mi akan dijelaskan peran serta Indonesia dalam berbagai bidang.



Peran Indonesia dalam Organisasi Internasional di Bidang Ekonomi

Dalam bidang ekonomi, Indonesia bersama-sama negara-negara sedang berkembang lainya berupaya mempercepat terwujudnya perjanjian perdagangan internasional dengan meniadakan hambatan-hambatan yang selama im dihadapi oleh negara-negara sedang berkembang. Hambatan-hambatan itu di antaranya sering dilakukannya pemboikotan dan pembatasan terhadap hasil ekspor negara sedang berkembang oleh negara-negara industri maju.

Diantara organisasi-organisasi perdagangan intemasional yang sudah ada, dan Indonesia turut serta secara aktif di dalamnya antara lain GeneralAgreement on Tariffs and Trade (GATT) atau Persetujuan Umum mengenai Tarif dan Perdagangan, yang berdiri sejak tanggal 24 Februari 1950. Pada tahun 1994, organisasi im dilebur ke dalam World Trade Organization (WTO) atau organisasi perdagangan Dunia.

Peran Indonesia dalam Organisasi Internasional di Bidang Perdamaian Dunia

Bersama-sama dengan negara-negara lain di bawah koordinasi Dewan Keamanan PBB, Indonesia sudah berulang kali mengikut sertakah pasukannya ke berbagai kawasan dunia. Misal: pada tahun 1956 Pasukan Garuda I bergabung dengan UNEF ke Timur Tengah, sehubungan dengan terjadinya krisis Suez. Pada tahun 1960 Misi Garuda II bergabung dalam UNOC yang dikirim ke Kongo. Dengan dua kali pengiriman Misi Garuda itu, semakin besar kepercayaan PBB terhadap Indonesia. Pengiriman Misi Garuda selanjutnya antara lain ke Vietnam, Korea, Nambia, Irak-Iran, Philipina, dan terakhir ke Bosnia-Herzegovina. Pengiriman pasukan Dewan Keamanan PBB itu dimaksudkan untuk menengahi pertikaian antar Negara maupun antar kelompok, yang dinilai telah mengganggu keamanan dunia pada umumnya.


Sebagai negara yang cinta damai, bangsa Indonesia tidak ketinggalan. Dalam bidang mi Indonesia memainkan perannya sesuai dengan sila ke-2 Pancasila, yaitu Sila kemanusiaan yang adil dan beradab. Salah satu peran yang cukup menonjol adalah terpilihnya Indonesia sebagai anggota Dewan Pimpinan Program Pembangunan PBB dan Dewan Eksekutif Dana PBB untuk anak-anak (UNICEF) pada tahun 1990. Selain dan itu Dewan Ekonomi dan social PBB juga memilih Indonesia menjadi anggota komisi hak asasi manusia (1991-1994).

Melalui organisasi yang sama, Indonesia pada tahun 1990, ditunjuk sebagai anggota dewan pangan sedunia World Food Council (WFC) dan Komite Urusan Koordinasi Program (CPC), dua badan tambahan dan Majelis umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. WFC beranggotakan pejabat tingkat menteri dan dan 36 negara. Tugasnya adalah mengadakan peninjauan atas berbagai masalah dan kebijakan yang memberikan pengaruh politiknya terhadap pemerintah maupun badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sumber Pustaka: Yudhistira