Prilaku Politik Yang Sesuai Aturan Pada Masyarakat Politik

Prilaku Politik Sesuai Aturan


Perilaku politik warga negara pada umumnya ada dua hal, yaitu sebagai berikut.
  1. Perasaan puas atau tidak puas dengan kenyataan yang ada.
  2. Perilaku yang menginginkan atau menolak perubahan.
Orang yang sudah puas umumnya memiliki sikap perilaku politik yang positif terhadap pemerintah, sedangkan orang yang tidak puas memiliki sikap politik yang negatif terhadap apa saja yang dilakukan oleh pemerintah. Berdasarkan dua penggolongan sikap perilaku tersebut kelompok masyarakat berdasarkan sikap perilaku politiknya antara lain sebagai berikut.



Radikal

Perilaku radikal adalah sikap perilaku warga negara tidak puas terhadap keadaan yang ada serta menginginkan perubahan yang cepat dan mendasar. Orang yang bersifat radikal biasanya tidak mengenal kompromi dan tidak mengindahkan orang lain serta cenderung maunya menang sendiri.

Moderat

Perilaku moderat adalah sikap perilaku politik masyarakat yang telah cukup puas dengan keadaan dan bersedia maju, tetapi tidak menerima sepenuhnya perubahan apalagi perubahan yang serba cepat seperti kelompok radikal.

Status Quo

Perilaku status quo adalah sikap politik dan warga negara yang sudah puas dengan keadaan yang ada berlaku dan keadaan tersebut berusaha tetap dipertahankan.

Konservatif

Perilaku konservatif adalah sikap perilaku politik masyarakat yang sudah puas dengan keadaan yang sudah ada dan cenderung bertahan dan perubahan.

Liberal

Perilaku liberal adalah sikap perilaku politik masyarakat yang berpikir bebas dan ingin maju terus. Kaum liberal menginginkan perubahan progresif dan cepat. Perubahan yang diinginkan berdasarkan hukum atau kekuatan legal untuk mencapai tujuan.

Bagi kita bangsa Indonesia yang memiliki pandangan hidup Pancasila semestinya kita dalam berpolitik sesuai dengan budaya dan nilai-nilai Pancaila antara lain sebagai berikut.
  1. Menghargai perbedaan dan kemajemukan serta keanekaragaman.
  2. Kritis, inovatif, dan konstruktif.
  3. Kemandirian dan kompetitif.
  4. Komitmen yang kuat dan tanggung jawab atas pilihannya.
  5. Santun dan antikekerasan dan mampu mengendalikan din.
  6. Terbuka dan toleransi.
  7. Saling menghargai dan bekerja sama.
  8. Mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan masalah.
  9. Lapang dada dan mau kompromi demi kepentingan dan keutuhan bangsa dan negara.
Sumber Pustaka: Yudhistira