Prinsip-Prinsip Demokrasi Yang Berlaku Secara Universal

Prinsip-Prinsip Demokrasi Yang Berlaku Secara Universal


Setelah Perang Dunia II, tampak adanya gejala secara formal bahwa demokrasi merupakan dasar dan kebanyakan negara-negara di dunia. Menurut hasil penelitian suatu lembaga PBB, yaitu UNESCO, pada tahuri 1949 mungkin untuk pertama kali dalam sejarah demokrasi dinyatakan sebagai norma yang paling baik dan wajar untuk semua sistem organisasi politik dan sosial yang diperjuangkan oleh penduduk-penduduk yang berpengaruh. Hal itu menunjukkan bahwa demokrasi telah mewarnai berbagai kehidupan sosial politik masyarakat dunia.

Namun, pelaksanaannya antara bangsa yang satu dengan yang lainnya berbeda, meskipun sumber demokrasi itu sama. Hal itu terjadi karena demokrasi yang dilaksanakan oleh suatu bangsa, disesuaikan dengan kepribadian dan pandangan hidup bangsanya sendiri.



Prinsip demokrasi secara universal antara lain sebagai berikut.
  1. Kekuasaan suatu negara yang sebenarnya berada di tangan rakyat atau kedaulatan ada di tangan rakyat.
  2. Masing-masing orang bebas berbicara, mengeluarkan pendapat, beda pendapat, dan tidak ada paksaan.
Dalam negara demokrasi rakyat mempunyai hak dan kewajiban untuk memilih wakilw akilnya yang akan duduk dalam parlemen melalui pemilu. Wakil-wakil rakyat yang terpilih tersebut akan melaksanakan kedaulatan. Pada dasarnya dem.okrasi yang berlaku di dunia ada dua macam, yaitu sebagai berikut.

Demokrasi Konstitusional

Ciri khas demokrasi konstitusional bahwa pemerintahan yang demokratis adalah pemerintahan yang kekuasaannya terbatas dan tidak bertindak sewenang-wenang terhadap warga rlegaranya. Pembatasan kekuasaan pemerintahan tercantum dalam konstitusi atau pemerintah berdasarkan konstitusi (constitutional government). Demokrasi konstitusional dianut antara lain oleh negara-negara Eropa Barat, Amerika Serikat, India, Pakistan, Indonesia, Philipina, atau Singapura.

Demokrasi Proletar

Demokrasi proletar adalah demokrasi yang berlandaskan ajaran komunisme dan marxisme. Paham demokrasi mi tidak mengakui hak asasi warga negaranya. Karena itu ajaran demokrasi komunis bertentangan dengan ajaran demokrasi konstitusional. Paham demokrasi komunis banyak dianut antara laixi di negara-negara Eropa Timur, Kuba, RRC, Korea Utara, Vietnam, atau Rusia.

Dalam pelaksanaannya, asas demokrasi ternyata diterapkan secara berbeda antara Negara yang satu dengan yang lainnya meskipun sumber ajaran demokrasi itu sama. Hal itu disebabkan penerapan asas dernokrasi suatu negara sangat dipengaruhi oleh pandangan hidup bangsa, kepribadian bangsa, falsafah bangsa, dan latar belakang sejarah bangsa itu sendiri.
Sumber Pustaka: Yudhistira