Rakyat Sebagai Unsur Negara Dan Contohnya

Rakyat Sebagai Unsur Negara Dan Contohnya


Berdirinya suatu negara dilandasi oleh beberapa unsur, yaitu rakyat, negara, pemerintahan, dan pengakuan dan negara lain.

Rakyat adalah semua orang yang berdiam dalam wilayah suatu negara. Rakyat suatu hegara dapat dibedakan atas dua golongan, yaitu peduduk dan bukan penduduk.
  • Penduduk adalah setiap orang yang bertempat tinggal atau berdomisili di dalarn wilayah negara. Penduduk dapat dibedakan pula atas dua bagian, yaitu
    (1) warga negara adalah mereka yang berdasarkan hukum merupakan anggota dan suatu negara mempunyai hak dan kewajiban yang diatur oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku di dalam negara tersebut.
    (2) bukan warga negara adalah warga negara asing yang mungkin sedang menjalankan tugas khusus atau sebab khusus berada dalam suatu negara. Contohnya duta negara asing yang ditempatkan di suatu negara atau tenaga kerja asing yang memiliki domisili tetap.
  • Bukan penduduk adalah orang-orang ‘ang berada di wilayah suatu negara, tetapi tidak bermaksud menetap atau berdomisili di negara itu. Mereka yang termasuk bukan penduduk adalah wisatawan asing yang sedang melakukan perjalanan wisata di dalam wilayah negara.


Pembedaan warga negara dan bukan warga negara menimbulkan pula perbedaan dalam hak dan kewajibannya. Di beberapa negara hanya warga negara yang boleh memiliki hak atas tanah atau hanya warga negara yang memiliki hak dalam pemilihan umum. Selain itu perlu pula diingat bahwa warga negara masih dibedakan atas warga negara ash dan warga Negara bukan ash (keturunan). Perbedaan mi pun menimbulkan perbedaan hak dan kewajiban. Contohnya di Indonesia, hanya warga negara ash Indonesia yang boleh diangkat menjadi Presiden.

Bangsa

Istilah bangsa sering disebut pula dengan istilah rakyat. Untuk membedakan pengertian kedua istilah itu, para ahli mengatakan bahwa bangsa adalah suatupengertianpolitis, sedangkan rakyat adalah pengertian sosiologis.

Tokoh pertama yang memberikan pengertian mengenai bangsa adalah Yosef Ernest Renan (1822-1892). Ia berpendapat bahwa bangsa adalah sekelompok manusia yang berada dalam satu ikatan batin yang dipersatukan karena memiliki sejarah dan cita-cita yang sama. Terbentuknya bangsa tidak karena persamaan ras, persamaan bahasa, agama, atau batas-batas wilayah melainkan atas persamaan cita-cita dan sejarah.

Dan pendapat Renan dapat disimpulkan bahwa walaupun di dalam suatu kelompok manusia terdapat perbedaan ras, bahasa, agama, budaya, dan sebagainya, namun bila memihiki sejarah dan cita-cita yang sama tidak mustahil akan terbentuklah suatu bangsa. Misalnya Swiss mempunyai empat bahasa, India memiliki enam belas bahasa resmi, dan Belgia memiliki dua bahasa dan dua agama, akan tetapi hingga sekarang dapat mempertahankan persatuannya.

Sebaliknya Inggris, Amerika, dan Australia walaupun mempunyai bahasa yang sama, tetapi merupakan tiga bangsa dan negara yang terpisah. Begitu pula Pakistan yang path awal berdirinya bermaksud untuk mempersatukan daerah-daerah yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tetapi akhirnya juga terpecah menjadi dua bagian pada tahun 1971.

Setelah Renan banyak tokoh lain yang juga memberikan pengertian tentang bangsa. Mereka itu antara lain Karl Kautsky, Karl Radek, Otto Bauer Louis Snyder, dan Stalin. Pengertian bangsa yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh tersebut pada intinya sama, yakni terbentuknya suatu bangsa karena adanya keinginan dan sekelompok manusia untuk bersatu. Keinginan atau cita-cita bersama itu dilatarbelakangi oleh pengalaman sejarali, senasib, dan sepenanggungan.

Dalam sejarahnya tidak semua bangsa memiliki negara sendiri. Bangsa Yahudi pemah hidup terpencar-pencar (diuspord) sampai akhirnya mendirikan negara Israel di tanah bangsa Palestina yang mereka rebut pada tahun 1947 melalui Perang Arab-Israel. Selain bangsa Yahudi terdapat kelompok bangsa lain yang sampai saat mi tidak memiliki negara sendiri yaitu bangsa Kurdi. Mereka hidup terpencar-pencar meliputi wilayah Asia Tengah dan Timur Tengah (Turki, Irak, dan Iran). Merekajuga ada di negara-negara Eropa seperti Jerman (terbanyak) dan Prancis.\
Sumber Pustaka:Yudhistira