Sistem Pemilihan Umum Di Indonesia

Sistem Pemilihan Umum Di Indonesia


Dalam ilmu politik, dikenal bermacam-macam sistem pemilihan umum diantaranya:
  1. single member constituency (satu daerah pemilihan satu wakil). Biasanya disebut sistem distrik.
  2. multi member constituency (satu daerah pemilihan beberapa wakil). Biasanya disebut proportional representation atau sistem perwakilan berimbang.

Sistem Distrik

Sistem distrik, adalah sistem pemilihan umum yang didasarkan pada kesatuan geografis yang disebut distrik. Masing-masing distrfk akan diwakili oleh satu orang untuk dapat duduk di DPR. Untuk keperluan itu, wilayah negara dibagi dalam sejumlah besar distrik. Sesuai dengan jumlah anggota DPR yang dibutuhkan.



Dalam sistem distrik in setiap calon dan setiap distrik yang memperoleh suara terbanyak, dinyatakan sebagai pemenang yang berhak mewakili distriknya. Sedangkanjumlah suara yang ditujukan kepada calon-calon lain dalam distrik yang sama, dinyatakan hilang dan tidak perludiperhitungkan lagi. Misal dalam satu distrik, jumlah suara pemilth ada 10.000, dengan dua orang calon anggota DPR, yaitu A dan B. Setelah diadakan perhitungan suara, calon A memperoleh 5.550 suara, sedangkan calon B memperoleh 4450 suara. Dengan demikian calon A-lah yang berhak mewakili distriknya sebagai anggota DPR. 4.450 suara yang mendukung calon B, tidak diperhitungkan lagi dan dianggap hilang. Sistem distrik ini di terapkan di Amerika Serikat, Inggris, Canada dan India.
  • Keuntungan dan sistem distrik
Negara-negara yang menganut sistem distrik beranggapan bahwa sistem distrik lebih menguntungkan dan sistem pemilihan lainnya. Keuntungannya antara lain sebagai berikut.
  1. Sistem distrik sederhana dan tidak mernbutuhkan biaya besar.
  2. Karena kecilnya distrik, dengan sendirinya wakil yang terpilili, dikenal oleh penduduk distrik, sehinggahubungannya dengan penduduk lebih erat. Dengan demikian iapun akan lebih
  3. termotivasi untuk memperjuangkan kepentingan distriknya. Selain dan itu, kedudukannya terhadap partai akan lebth bebas, karena dalam sistem itu faktor personalitas dan kepribadian seseorang merupakan faktor yang lebih penting.
  4. Sistem distrik lebth mendorong ke arah integrasi partai-partai politik karena kursi yang diperebutkan dalam setiap distrik hanya satu kursi. Hal mi akan mendorong partai-partai politik menyisihkan perbedaan-perbedaan dan menjalin kerja sama. Selain dan itu, sistem distrik juga mencegah terbentuknya partai-partai baru, dan mendorong terciptanya kesederhanaan partai politik tanpa paksaan.
  5. Berkurangnya partai politik dan meningkatnya kerja sama antarpartai politik, akan mempermudah terciptanya pemerintahan yang stabil.
  • Kelemahan-kelemahan sistem distrik
Disamping memiliki kelebihan/keuntungan, sistem distrik memiliki pula kelemahank elemahan sebagai berikut.
  1. Sistem distrik kurang memperhitungkan adanya partai-partai kecil dan golongan minoritas, apalagi golongan itu terpencar dalam beberapa distrik.
  2. Sistem distrik dinilai tidak representatif, karena calon yang kalah dalam setiap distrik akan kehilangan suara-suara yang telah mendukungnya. Jumlah suara yang hilang akan sangat besar, apabila jumlah partai politik yang mengadu kekuatan dalam pemilihan umum lebih dan dua partai politik.

Sistem perwakilan berimbang

Gagasan pokok dan sistem perwakilan berimbang adalah jumlah kursi yang diperoleh suatu golongàn atau partai adalah sesuai dengan jumlah suara yang diperolehnya. Untuk keperluan itu ditentukan suatu perimbangan. Misalnya 1 500.000 yang artinya bahwa sejumlah 500.000 pemilih, mempunyai satu orang wakil dalam Dewan Perwakilan Rakyat. Jumlah total anggota Dewan Perwkilan Rakyat ditentukan atas dasar perimbangan 1: 500.000 itu. Negara dianggap sebagai satu daerah pemilihan yang besar. Namun untuk keperluan teknis administrative wilayah negara dibagi dalam beberapa daerah pemilihan (lebih besar dan distrik) seperti halnya dalam sistem distrik. Setiap daerah pemilihan memilih sejumlah wakil sesuai dengan banyaknya penduduk dalam daerah pemilihan itu. Jatah kursi berdasarkan contoh diatas dihitung dengan cara jumlah suara yang masuk dibagi 500.000.

Dalam sistem perwakilan berimbang, setiap suara dihitung. Suara lebih yang diperoleh suatu golongan atau partai di daerah pemilihan, dapat ditambahkan pada jumlah suara yang diterima oleh golongan atau partai yang sama dalam daerah pemilihan lain, untuk mencukupi jumlah suara yang diperlukan untuk memperoleh kursi tambahan. Sistem perwakilan berimbang diterapkan di negara-negara Belanda, Belgia, Swedia, dan lain-lain.
  • Kelebihan/keuntungan sistemperwakilan berimbang
  1. Sistem mi bersifat representatif, artinya setiap suara yang masuk diperhitungkan, sehingga
  2. tidak ada yang dianggap hilang.
  3. Golongan-golongan minoritas dan partai-partai kecilpun dapat menempatkan wakil di Dewan Perwakilan Rakyat.
  • Kelemahan sistem perwakilan berimbang
  1. Sistem mi memberi peluang bagi timbulnya partai-partai barn.
  2. Sistem perwakilan berimbang kurang mendorong terjadinya integrasi bermacam-macam golongan dan partai. Mereka lebih cenderung mempertahankan perbedaan-perbedaan dan kurang terdorong untuk mencari dan memanfaatkan persamaan-persamaan yang ada pada mereka.
  3. Wakil-wakil yang terpilih, merasa dirinya lebih terikat dengan partainya dan kurang memiliki tanggung jawab terhadap aspirasi dan masyarakat daerah yang diwakilinya.
  4. Dalam sistem mi mereka yang mewakili daerah-daerah pemilihan, tidak dikenal oleh masyarakat yang telah memilihnya
  5. Banyaknya partai politik sering menimbulkan pertentangan, yang akhirnya mengakibatkan terganggunya stabilitas politik dan pemerintahan.
Sumber Pustaka: Yudhistira