Terjadinya Negara Secara Primer Dan Sekunder

Terjadinya Negara Secara Primer Dan Sekunder

Berikut ini adalah penyebab terjadinya suatu negara secara primer dan sekuder

Terjadinya Negara Secara Primer

Terjadinya negara secara primer meinbahas bagaimana asal mula terjadinya negara di dunia. Menurut pandangan mi, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia selalu membutuhkan bantuan manusia lainnya. Atau dengan kata lain manusia hams berhubungan dengan manusia lain demi kelangsungan hidupnya. Pada awalnya hubungan itu dalam bentuk keluarga. Lambat-laun berkembang dalam bentuk kelompok-kelompok lebih besar, dipimpin oleh seorang di antara mereka yang dianggap terkemuka. Terbentuknya kelompok-kelompok itu didasari oleh adanya kesesuaian dan persamaan, misalnya nasib, budaya, dan lain-lain. Setelah kelompok-kelompok itu terbentuk, timbullah keinginan bersama berupa hak memiliki kekayaan seperti tanah dan harta benda lainnya.

Dalam perkembangan selanjutnya, temyata aspek kekayaan tidak lagi menjadi syarat utama. Aspek tersebut harus didukung oleh aspek idiil seperti kebangsaan. Mereka berdiam dalam suatu wilayah atau daerah secara berkelompok karena adanya rasa persamaan kebangsaan. Dengan adanya rasa kebersamaan sebagai bangsa mi, timbullah tanggung jawab bersama untuk mempertahankan dan memperhatikan keberadaan kelompoknya. 



Dari sinilah kemudian tumbuh kesadaran untuk membentuk suatu negara. Sebagai pemimpinnya mereka memilih seorang (diktator) atau beberapa orang (diktator proletariat). Dengan diangkatnya pemimpin atau para pemimpin itu, rakyat telah menyerahkan kekuasaan tertingginya kepada sang pemimpii/penguasa. Secara teoritis terdapat 8 (delapan) teori mengenai asal usul terbentuknya negara. Namun dalam buku ini hanya akan disajikan 3 (tiga) teori saja, yaitu
  • Teori Perjanjjian masyarakat
Teori perjanjian masyarakat dipelopori oleh Thomas Hobbes, John Locke, dan J.J. Rousseau. Menurut Thomas Hobbes, rakyat di suatu wilayah tertentu sepakat untukmembentuk negara dan menyerahkan hak-hak mereka kepada negara yang baru dibentuk. Kesepakatan dan rakyat untuk menyerahkan hak mereka kepada negara disebut dengan pactum subjections. Berbeda halnya dengan John Locke yang mengemukakan adanya pactum unionis selain pactum subjections tersebut, John Locke mengatakan bahwa sebagian besar anggota suatu masyarakat membentuk persatuan (union) terlebih dahulu, kemudian mereka menyerahkan diri mereka menjadi warga dan union (negara) tersebut. Sedangkan J.J. Rousseau menyatakan bahwa orang-orang membuat suatu penjanjian (contract) untuk membentuk negara, tetapi mereka tidak sepenuhnya membenikan hak-hak mereka kepada negara. Pendapatnya mi dikemukakan dalam buku Du Contract Social (1762). Lebih lanjut J.J. Rousseau menyatakan bahwa suatu negara (l’etat) dilahirkan atau dibentuk dan kehendak bersama masyarakat. Kekuasaan tertinggi dalam suatu masyarakat ada pada kehendak bersama masyarakat tersebut (volonte generale)
  • Teori Penaklukan
Menurut teori ini, pihak-pihak atau kelompok bangsa tertentu yang kuat menaklukkan hak atau kelompok bangsa yang lain dan pada akhimya kelompok yang kuat mendirikan negara. Teori mi dikemukakan oleh George Simmel dan Ludwig Gumplowitz.
  • Teori Organis
Menurut teori organis, negara lahir dan berkembang seperti halnya dengan kelahiran makhluk hidup lainnya. Negara akan memiliki organ-organ (lembaga-lembaga) sebagaimana halnya dengan tubuh manusia dan makhluk lainnya. Teori mi dikemukakan oleh George Wilhelm Hegel dan John Salisbury.

Terjadinya Negara Secara Sekunder



Terjadinya negara secara sekunder adalah terjadinya negara dilihat dan lingkungan Negara-negara lainnya. Mereka yang berpandangan demikian berpendapat bahwa suatu kelompok baru disebut negara, apabila sudah memperoleh pengakuan dan negara lain. Sudah tentu pengakuan itu diperoleh, apabila mereka telah memprokiamasikan kemerdekaan bangsa atau kelompoknya. Dengan demikian, pengakuan dan negara lain merupakan unsur penting berdirinya suatu negara barn di tengah-tengah negara lainnya.
Sumber Pustaka: Yudhistira