Budaya Demokrasi Di Lingkungan Masyarakat Dan Cirinya

Budaya Demokrasi Di Lingkungan Masyarakat


Budaya demokrasi sudah dilaksanakan oleh nenek moyang kita sejak lama. Semua masalah senantiasa dimusyawarahkan sehingga permasalahan yang dihadapi dapat terpecahkan dengan baik. Di masyarakat desa, kita jumpai rembug desa, yaitu musyawarah yang dilakukan di desa secara teratur untuk membicarakan masalah-masalah yang dihadapi. Nilai lebih musyawarah untuk mufakat adalah pembahasan masalah dilaksanakan dengan mengembangkan rasa saling menghargai, saling menghormati, tidak saling mencurigai, dan tidak berprasangka buruk.



Ciri-ciri musyawarah mufakat, antara lain sebagai berikut.
  1. Masalah yang dibicarakan merupakan kepentingan bersama.
  2. Pembicaraan harus dapat diterima dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  3. Proses musyawarah selalu mempertimbangkan moral.
  4. Usul atau pendapat mudah dipahami dan masuk akal.
  5. Hasil keputusan tidak memberatkan warga atau rakyat.
Dengan ciri musyawarah mufakat tersebut, hasil keputusan musyawarah akan mempunyai kelebihan. Kelebihan musyawarah, yaitu hasil keputusan lebih bermutu tinggi, dapat diterima orang banyak, mampu menampung aspirasi orang banyak, dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Adapun manfaat musyawarah mufakat, antara lain masalah yang sulit akan mudah dipecahkan, masalah yang berat akan menjadi ringan, dan dapat meningkatkan rasa kekeluargaan, serta memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa. Pelaksanaan musyawarah dapat mencapai mufakat apabila ada usaha untuk memadukan berbagai pendapat yang berbeda, kemudian dicari pemecahannya. Pemecahan ini akan menghasilkan keputusan bersama. Keputusan bersama dapat tercapai apabila peserta musyawarah menggunakan akal sehat dan hati nurani yang luhur, beriktikad baik, bersikap jujur, saling menghargai pendapat orang lain, serta diliputi semangat kekeluargaan. Pentingnya pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah mufakat adalah untuk menghindari adanya perselisihan di antara peserta musyawarah.

Budaya demokrasi ini sering disebut demokrasi Pancasila. Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang bersumberkan kepribadian dan falsafah hidup bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Demokrasi

Pancasila mengandung makna bahwa penyelesaian nasional yang menyangkut perikehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bemegara sejauh mungkin ditempuh dengan cara musyawarah untuk mencapai mufakat demi kepentingan rakyat. Nilai lebih demokrasi Pancasila adalah adanya penghargaan terhadap hak asasi manusia dan hak-hak ininoritas tidak akan diabaikan. Oleh karena itu, dalam demokrasi Pancasila tidak mengenal doininasi mayoritas ataupun tirani minoritas. 

Dominasi mayoritas adalah kelompok besar yang menguasai segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara dengan mengambaikan kelompok kecil. Tirani ininoritas adalah kelompok kecil yang menguasai segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara dengan mengabaikan kelompok besar. Oleh karena budaya demokrasi bangsa Indonesia tersebut baik, kita perlu membiasakan din melaksanakannya di lingkungan masyarakat.
Sumber Pustaka: Tiga Serangkai