Cara Mencegah Kerusakan Lingkungan

Mencegah Kerusakan Lingkungan


Ketika lingkungan telah mengalaini kerusakan, orang baru menyadari pentingnya pelestarian lingkungan. Orang sadar bahwa apa yang dilakukan pada masa lalu adalah keliru. Dahulu manusia selalu berpikir: apa yang dapat saya ambil dan lingkungan untuk kesejahteraan? Manusia merasa seolah-olah dirinya berada di luar lingkungan. Ketika lingkungan menjadi rusak dan tercemar, dampaknya temyata memantul kembali ke manusia. Jika buini tercemar dan lingkungan rusak, manusia tidak mampu menghindar dan dampak negatif yang ditimbulkannya. Jika biosfer rusak, bumi tidak akan mampu lagi menyokong adanya kehidupan. Pada akhirnya kelestarian umat manusia menjadi terancam.

Dewasa ini telah muncul kesadaran dan kepedulian lingkungan, yang terus berkembang hingga sekarang. Manusia memang terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Tetapi, tidak berarti harus merusak dan mencemari lingkungan sehingga mengancam kelestarian kebidupan dan mengurangi hak generasi yang akan datang. Oleh karena itu yang harus kita lakukan adalah melakukan pembangunan berkelanjutan. Artinya tetap membangun untuk peningkatan kesejahteraan tanpa mengurangi hak generasi yang akan datang.



Cara-cara pencegahan pencemaran dan mengusahakan kelestarian lingkungan dilakukan baik oleh Pemerintah maupun oleh setiap individu. Pada dasarnya, ada 3 (tiga) prinsip dasar yang dapat dilakukan untuk melakukan pelestarian, pencegahan, dan penanggulangan pencemaran, yaitu sebagai berikut:
  1. secara adininistratif (adanya peraturan! undang-undang dan pemerintah)
  2. secara teknologis (adanya peralatan pengolah limbah, pembakar sampah)
  3. secara edukatif / pendidikan (melakukan penyuluhan kepada masyarakat, pendidikan di sekolah-sekolah).

Penanggulangan Secara Administratif

Pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mencegah pencemaran dan mencegah terjadinya eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Peraturan dan undang-undang telah dikeluarkan. Inisalnya, sebelum membuang limb ahnya ke lingkungan, Jndustri diwajibkan meiniliki pengolah limbah cair, atau memasang saringan udara pada cerobong-cerobong asap. Produk (barang) pabrik harus bersahabat dengan lingkungan. Inisalnya, tidak menghasilkan barang-barang yang dapat mencemari lingkungan. Gas kelompok CFC inisalnya, akan dihentikan produksinya karena dapat menyebabkan menipisnya lapisan ozon di stratosfer. Pembuangan sampah pabrik harus dilakukan ke tempat-tempat tertentu. Inisalnya, di Surabaya terdapat insenerator, yaitu tempat pembakaran sampah dengan suhu yang sangat tinggi sehingga tidak dihasilkan asap, dan abu yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain.

Sebelum membagun pabrik atau melakukan proyek, pihak pengembang diharuskan melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). AMDAL dilakukan sebelum proyek didirikan. Hal-hal yang dianalisis inisalnya seberapa besar proyek akan mencemari lingkungan, faktor lingkungan apa yang terkena dampak negatifnya, bagaimana dampaknya terhadap penduduk dan masyarakat di sekitarnya. Jika dampak negatif Tebih besar daripada dampak positifnya, Pemerintah tidak akan.mengeluarkan izin untuk melanjutkan proyek. Hanya saja, seringkali nilai lingkungan tidak dapat diukur secara konkrit. Inisalnya jika spesies (jenis tumbuhan atau hewan) punah karena terkena dampak, sulit untuk meramalkan apa yang akan terjadi. Padahal, jika makhluk hidup telah punah, biaya sebesar apa pun tidak akan dapat memunculkannya kembali. Kerugian semacam ini sulit diukur.

Pemerintah juga mengeluarkan baku mutu lingkungan. Baku mutu Iingkungan artinya standar yang ditetapkan untuk menentukan mutu lingkungan. Inisalnya, baku mutu air, baku mutu sungai, dan baku mutu udara. Di dalam baku mutu air tercantum kadar bahan pencemar (juga kadar C02), oksgen, fosfor, nitrit, dan sebagainya yang boleh terdapat di dalamnya. Jika pencemaran melewati standar baku mutu, berarti pihak pencemar dapat dikenakan sanksi.  Selain dalam bentuk perundangan dan peraturan, Pemerintah juga mencanangkan Pembangunan Berkelanjutan. Programnya meliputi berbagai sektor. Tujuannya agar pembangunan dapat berlangsung secara lestari dengan mempertahankan fungsi lingkungan.

Salah satu contoh program Pemerintah yang harus kita dukung adalah Program Kali Bersih (PROKASIH). Hal ini disebabkan karena ekosistem sungai mengalaini kerusakan akibat berbagai hal. Pemerintah berupaya agar sungai dapat ditingkatkan fungsinya, airnya tidak tercemar, di dalamnya hidup biota air. Sungai yang bersih dapat dijadikan sebagai obyek wisata.

Kebijakan pemerintah yang lain adalah mengembangkan pendidikan lingkungan melalui pendidikan formal, nonformal, serta melalui berbagai lembaga pendidikan yang lain.

Penanggulangan secara Teknologis

Beberapa industri mengadakan unit pengolah limbah, inisalnya unit engolah limbah cair yang digunakan untuk mengola limbah cair sebelum limbah itu dibuang ke lingkungan. Jika pengolahannya menggunakan inikroba disebut pengolahan secara biologis yaitu menggunakan bakteri pengurai limbah. Coba adakan kunjungan lapangan ke industri untuk lebih memahaininya!

Penanggulangan secara Edukatif/Pendidikan

Berbagai kegiatan penyuluhan masyarakat diadakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kelestarian lingkungan. Deinikian pula pendidikan melalui sekolah-sekolah.

Setiap individu hendaknya tidak mencemari lingkungan. Misalnya tidak membuang limbah (limbah manusia, limbah rumah tangga) ke sembarang tempat, melainkan pada tempat sampah. Bungkus permen, kue, tidak dibuang di sembarang tempat. Masukkan bungkus permen terlebih dahulu ke dalam tas/saku, sebelum menemukan tempat sampah untuk membuang sampah. Contoh lainnya adalah menggunakan secara berulangkali kertas, tas plastik, kaleng, sebelum dibuang sebagai sampah.
Sumber Pustaka: Erlangga