Cara Mengatasi inflasi Dengan Kebijakan Moneter

Cara Mengatasi Inflasi


Usaha mengatasi inflasi haruslah dengan dimulai dan sebab-sebab terjadinya inflasi supaya dapat dicari jalan keluarnya, yaitu bagaimana memecahkan masalah inflasi atau bagaimana membebaskan masyarakat dari tekanan inflasi.

Beberapa ahli ekonomi, baik dan kaum idasik maupun Keynes menyetujui bahwa inflasi tidak hanv ada kaitannya dengan jumlah uang yang beredar, tetapi juga dengan jumlah barang dan jasa yang tersedim dalam perekonomian. Oleh karena itu, untuk menanggulangi inflasi yang utama ialah bagaimana menekar laju pertumbuhan jumlah uang yang beredar pula mengurangi jumlah uang yang beredar. Untuk mencapa sasaran dalam mengatasinya ada 3 kebijakan yang dapat ditempuh, yaitu kebijakan moneter, kebijakan fiskal. dan kebijakan nonmoneter atau kebijakan riil.



Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter adalah segala kebijakan pemerintah di bidang moneter (keuangan) yang bertujuan menjaga kestabilan moneter untuk meningkatkan kesejahteraan rakvat. Kebijakan moneter dilakukan melalui Bank Indonesia sebagai bank sentral. Kebijakan moneter tersebut adalah sebagai berikut.
  • Politik Diskonto terhadap Bank Umum
Bank Indonesia memerintah bank umum agar mengurangi atau mempersempit pembenian kredit kepada masyarakat dengan cara menaikkan bunga pengaman sehingga uang yang beredar akan menurun.
  • Politik Pasar Terbuka
Bank Indonesia akan menjual surat-surat berharga (seperti obligasi) ke pasar modal. Apabila surat
berharga ini terjual, maka uang masyarakat (dan peredaran) akan masuk ke bank sentral sehingga uang yang beredar akan berkurang.
  •  Menaikan Cash Ratio
Untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar bank sentral dapat mengubah-ubah besarnya kas rasio. Bank sentral pada umumnya menentukan angka banding minimum antara uang tunai dengan kewajiban giral bank. Angka banding tersebut biasa disebut minimum cash ratio. Bila pemerintah menurunkan minimum kas rasio maka dengan uang tunai yang sama bank dapat menciptakan uang lebih banyak dan jumlah sebelumnya, sebaliknya jika pemerintahmenghendaki mengurangi jumlah uang yang beredar pemerintah akan menaikkan minimum kas rasio bank, supaya uang tertahan di kas lebih banyak.
  • Kebijakan Kredit
Kebijakan kredit dapat dilakukan dengan cara pemberian kredit secara selektif. Bank sentral (Bank Indonesia) berusaha mempengaruhi bank-bank umum dalam hal aturan pemberian kredit kepada nasabah.

Kebijakan Fiskal

Kebijakan mi dilakukan oleh pemerintah sej1an dengan kebijakan moneter.

Ada 3 (tiga) cara yang dilakukan sebagai berikut:
  • Mengatur Permintaan dan Pengeluaran Pemerintah
Inflasi dapat timbul dan sektor swasta dan sektor pemerintah. Apabila sektor swasta daapt dibendung pengeluarannya dengan menerapkan politik moneter, maka pemerintah harus bersedia menekan anggaran pengeluarannya.
  • Menaikan Tarif Pajak
Jika tanif pajak dinaikkan tentu uang yang dapat dibelanjakan oleh masyarakat semakin berkurang sehingga harga akan turun. Tentu saja pemeriiitah perlu pula mempertimbangkan golongan masyarakat mana yang harus dinaikkan pajaknya agar tidak terjadi ketimpangan.
  1. Mengadakan Pinjaman Pemerintah
Pelaksanaannya dapat dilakukan secara otomatis tanpa kompromi terlebih dahulu, misalnya agar uang tidak terlalu banyak beredar, pemerintah menerapkan kebijakan memotong sekian persen dan gaji pegawai negeni. Seperti pernah terjadi pada masa orde ama, pemerintah memotong 10 % dan gaji pegawai negeri untuk ditabung (dipinjam oleh pemerintah)

Kebijakan Nonmoneter (Kebijakan Riil)

Kebijakan mi bisa ditempuh dengan cara berikut.
  • Menaikan Hasil Produksi
Dengan meningkatnya hasil produksi berarti tingkat konsumsi akan bertambah, cara ini akan menambah uang beredar.
  • Kebijakan Upah
Pemerintah menganjurkan kepada serikat-serikat buruh untuk tidak menuntut kenaikan upah selagi masih inflasi.
  • Pengawasan Harga
Agar harga barang tidak selalu naik, pemerintah dapat melakukan pengawasan dan kalau perlu menetapkan harga. Pengawasan yang tidak intensif dapat menimbulkan pasar gelap (black market). Cara ini membutuhkan pengawasan harga yang senius. Jika perlu pemerintah melakukan pendistribusian barang-barang kebutuhan masyarakat secara langsung seperti pada zaman orde lama. Langkah lain untuk mengatasi inflasi adalah dengan melakukan sanening, yaitu dengan cara menurunkan nilai nominal rupiah. Tahun 1966 pemerintah menurunkan nilai nominal Rpl.000,00 menjadi Rp l,00 untuk mengatasi hyper inflation di atas 650 %.
Sumber Pustaka: Yudhistira