Dampak APBN Dan APBD Terhadap Perekonomian

Dampak APBN Dan APBD Terhadap Perekonomian


APBN dan APBD pada hakikatnya merupakan program pembangunan nasional iangka pendek pemerintah pusat dan pemerintah daerah secara paralel. Dengan adanya APBN din APBD. negara dapat mengendalikan perekonoinian nasional melalui program-program yang telah digariskan di dalam APBN dan APBD. APBN dan APBD yang disusun oleh pemerintah pusat/daerah dan mendapatkan pengesahan dan DPRI DPRD, akan mempengaruhi aspek sosial ekonomis keuangan negara din perekonomian bangsa. Aspek social ekonoinis menurut Richard Musgrave dapat diketahui dan tiga segi.



Retribusi Pendapatan (Retribution of Income)

Retribusi pendapatan dilakukan melalui peuarikan pajak dan penerimain lainnya yang dilakukan pemerintah terhadap masyarakat dan diatur menurut undang-undang dan mendapat persetujuan DPR. Pajak digunakan untuk keperluan peningkatan pendapatan mas arakat yang dilaksanakan melalui pengeluaran-pengeluaran negara. Tindakan pemerintah dalam pengeluaran negara yang membawa efek distribusi pendapatan, secara mudah ditemukan dalam kebijakan pemerintah melalui program nasional yang diberikan kepada daerah-daerah, yang dan bantuan tersebut tidak memerlukan uraian terperinci, tetapi diserahkan kepada kebijakan-kebijakan masing-masing daerah otonom.

Pengalihan Sumber-Sumber (Realocation of Resources)

Dengan adanya penerimaan negara (perpajakan) dan pengeluaran negara, dapat dilaksanakan realokasi sumber-sumber masyarakat (realocation of resources) terhadap barang-barang yang tidak dikehendaki beredar. Barang-barang ini oleh pemerintah dikenakan tarifpajak yang tinggi sehingga dengan sendirinya masyarakat akan merubah produksi/impor barang tersebut. Sebaliknya, terhadap barang-barang yang dikehendaki peredarannya di pasar pemerintah akan menetapkan tarif pajak yang rendah sehingga produsen akan berpindah meningkatkan produksi/impor barang yang dikenakan tarifpajak yang rendah itu. Kebijakan realokasi sumber daya masyarakat dapat juga dilaksanakan dengan jalan pemberian pembebasan pajak yang bersifat sementara (tvc holiday) dan keringanan-keringanan lain nya yang diberikan kepada sektor-sektor yang digalakkan.

Kesetabilan Terhadap Kegiatan Ekonomi

Efek ekonoinis terhadap keuangan negara dapat dilihat dan usaha pemerintah untuk menstabilkan keadaan ekonoini, inisalnya dalam keadaan ekonoini berfluktuasi. Contoh pada saat inflasi pemerintah harus mempengaruhi ekonoini nasional supaya terjadi keseimbangan kembali antara anus uang dengan arus barang yang beredar. Langkah pemerintah dalam menstabilkan kembali, dapat dilakukan dengan jalan:
  1. pengetatan pengeluaran negara,
  2. peningkatan pengenaan pajak, baik kualitas maupun kuantitas, serta pembuatan APBN surplus.