Faktor Penyebab Perubahan Lingkungan Dan Contohnya

Faktor Penyebab Perubahan Lingkungan


Lingkungan senantiasa berubah sepanjang sejarah. Perubahan itu dapat menjurus ke arah keseimbangan lingkungan, dapat pula menjurus ke arah kerusakan lingkungan. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan adalah faktor alam dan manusia.

Faktor Alam

Faktor alam yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan inisalnya letusan gunung, gempa buini, perubahan iklim, banjir, kekeringan, angin topan, dan kebakaran hutan. Biasanya, manusia hanya dapat memperkirakan dan mengurangi dampaknya.



Faktor manusia

Manusia memenuhi kebutuhan hidupnya dengan memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungannya.
Sumber daya alam (sda) itu berupa makanan, pakaian, perumahan, berbagai macam peralatan dan transportasi. Semakin besar populasi manusia dan semakin maju teknologinya, akan semakin banyak ragam dan jumlah sda yang diambil dan lingkungannya. Maka terjadilah kerusakan lingkungan dan pencemaran.

Perubahan lingkungan itu antara lain akibat:
  1. Pembangunan perumahan
  2. Pembangunan jalan raya dan kereta api
  3. Pembangunan gedung-gedung perkantoran
  4. Pembangunan industri
  5. Penambangan, baik di darat, lepas pantai, dan laut
  6. Meningkatnya transportasi darat, air, dan udara
  7. Penebangan hutan
  8. Kegiatan pertanian
  9. Pencemaran darat, air, dan udara.
Perubahan itu dapat terjadi di tingkat lokal, regional, ataupun global. Perubahan di tingkat lokal dampaknya hanya dirasakan di suatu wilayah tertentu. Inisalnya pembangunan perumahan dan gedung. Perubahan di tingkat regional dampaknya dapat dirasakan oleh wilayah yang lebih luas. Di dalam ekosistem, dampak perubahan lingkungan pada suatu wilayah dapat menjalar ke wilayah lain. Misalnya pembangunan industri di suatu kawasan. Limbah industry tersebut dibuang ke sungai, atau dihembuskan ke udara.

Maka bahan pencemarnya dapat mencapai wilayah hilir sungai hingga ke laut, atau pencemaran udaranya dapat terbawa hembusan angin ke daerah lain. Perubahan tingkat global terjadi jika dampaknya dapat berpengaruh ke seluruh dunia. Misal:
  • Penebangan hutan hujan tropik di Indonesia dapat berpengaruh pada perubahan iklim global.
  • Uji coba senjata nuklir berpengaruh pada perubahan iklim global
  • CO2 hasil pembakaran dapat menimbulkan efek rumah kaca.
Sumber Pustaka: Erlangga