Interaksi Antar Populasi Membentuk Komunitas

Interaksi Antar Populasi Membentuk Komunitas


Populasi semut melakukan interaksi dengan populasi serangga yang lain. Populasi burung jalak berinteraksi dengan populasi kerbau di padang rumput. Populasi kambing berinteraksi dengan populasi rumput grinting.

Dengan demikian terjadi interaksi antara populasi spesies yang satu dengan yang lain. Interaksi antarpopulasi dapat berbentuk hubungan:

  1. simbiosis mutualisme (hubungan saling mengunt ungkan) misalnya antara bunga dan kupu-kupu.
  2. simbiosis parasitisme (hubungan yang merugikan salah satu organisme) misalnya antara kutu dan anjing.
  3. simbiosis komensalisme (salah satu diuntungkan, yang lain tidak dirugikan) misalnya antara ikan remora dan ikan hiu.
  4. predatorisme (yang satu memakan yang lain) misalnya antara kucing dan tikus.
  5. netralisme (tidak diuntungkan dan tidak dirugikan) misalnya antara cicak dengan kecoak.
  6. kompetisi (berel5ut untuk mendapatkan makanan, air, udara, cahaya, ruangan, dan pasangan untuk kawin).
Pernahkah kalian berpikir bahwa kalian berinteraksi dengan pohon beluntas di pagar? Waktu kalian bernapas, kalian mengeluarkan CO2. Pohon beluntas menangkap CO2 itu untuk fotosintesis, dan mengeluarkan oksigen. Kalian menghirup oksigen yang dikeluarkan oleh beluntas atau tanaman lain tersebut.

Interaksi antara populasi yang satu dengan yang lain membentuk komunitas. Dengan kata lain, komunitas terbentuk sebagai akibat adanya interaksi antarkomponen biotik pada areal tertentu. Di sebuah sungai terdapat populasi ganggang, ikan, serangga air, cacing, zooplankton, udang, dan kepiting. Di sungai itu juga terdapat beraneka ragam bakteri dan jamur.

Masing-masing populasi itu bekerja sesuai dengan peranannya. Produser berperan memproduksi zatzat organik. Konsumer memakan zat-zat organik yang tersedia, dan predator yang memangsa hewan lain. Pengurai menguraikan sampah dan sisa-sisa bahan organik. Semua populasi itu berinteraksi membentuk komunitas sungai.
Sumber Pustaka: Erlangga