Mollusca Kelas Amphineura Dan Fungsi Bagian Tubuhnya

Mollusca Kelas Amphineura Dan Fungsi Bagian Tubuhnya


Hewan yang telah kalian amati pada kegiatan Biolab 9-6 tergolong filum Mollusca. Kata “Mollusca” artinya lunak, sehingga semua hewan yang tergolong filum ini meiniliki tubuh lunak. Umumnya tubuhnya bercangkang, tetapi ada juga yang tidak mini1iki cangkang. Pernahkah kalian menemukan hewan Mollusca yang tidak bercangkang? Cangkang terbuat dan zat kapur. Letak cangkang tersebut ada yang di luar tubuh, tetapi ada juga yang terletak di dalam tubuh.

Berdasarkan hasil pengamatan kalian di alas, hewan apakab yang cangkangnya di luar tubuh? Dan hewan apakah yang cangkangnya di dalam tubuh?


Anggota filum Mollusca ini selain tubuhnya lunak, juga tidak beruas-ruas, dan tubuhnya simetri bilateral. Meiniliki lapisan mantel atau penutup tubuh yang terletak di bawah cangkangnya dan berfungsi memproduksi senyawa kalsium karbonat sebagai bahan pembuat cangkang (cangkok). Hewan yang termasuk Mollusca inisalnya bekicot, kerang, reinis, kijig, tiram, siput sawah, cuini-cuini, dan keong. Filum Mollusca dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas Amphineura, Bivalvia, Gastropoda, Scaphopoda, dan Cephalopoda.

Kelas Ampbineura

Hewan ini hidup melekat di dasar perairan laut, tubuhn ya pipih, tidak ditemukan bagian kepala dan meiniliki punggung yang dilindungi oleh cangkang (cangkok) yang tersusun tumpang tindih seperti genting. Contohnya: Chiton yang hidup di laut.

Saluran pencernaan makanan terdiri alas mulut yang dilengkapi dengan lidah parut, yaitu lidah dengan gigi tersusun dan zat kitin. Lidah ini disebut radula. Dan mulut, saluran pencernaan masuk ke lambung (ventnikulus), usus (intestinum), dan anus. Chiton meiniliki hati atau hepar yang berhubungan dengan nefridium. Nefnidium adalah organ yang berfungsi sebagai alat untuk mengekskresikan sisa makanan yang berbentuk cair. Hewan ini meiniliki kaki untuk melekat.

Sistem peredaran darah terdiri dan jantung yang beruang tiga, aorta, dan sinus. Darah dan jantung dipompa menuju insang melalui aorta dan sinus.

Hewan ini mempunyai dua ginjal untuk membuang zat sisa. Sistem saraf terdiri dan dua pasang tali saraf longitudinal yang dihubungkan dengan daerah mulut. Hewan ini mempunyai alat indera berupa mata dan sepasang osfradium. Jenis kelainin terpisah. Sperma dikeluarkan oleh hewan jantan dan masuk lewat insang hewan betina. Telur kemudian dilepaskan ke laut.

Amphineura dapat dikelompokkan menjadi 2 ordo yaitu:
  1. Ordo Polyplacophora, contohnya Chiton, Chaeto pleura apiculata, banyak dijumpai di laut.
  2. Ordo Aplacophora, bentuknya seperti cacing, tidak bencangkang. Contohnya Neomen ia carimata.
Sumber Pustaka: Erlangga