Pelestarian Sumber Daya Alam Hayati Dilakukan Secara Terpadu

Pelestarian Sumber Daya Alam Hayati Dilakukan Secara Terpadu


Mengingat SDAH memiliki nilai-nilai biologi, ekonomi, dan sosial budaya, maka perlu upaya pelestarian SDAH untuk kepentingan biologi, ekonomi dan sosial budaya. Telah diuraikan bahwa SDAH dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan hidup manusia, baik untuk penelitian, pangan, sandang, papan, perdagangan maupun upacara ritual keagamaan. Dengan deinikian SDAH dapat dimanfaatkan oleh berbagai tingkatan manusia untuk berbagai kepentingan.

Oleh karena itu, pelestariannya hendaknya melibatkan berbagai pihak secara terpadu. Pelestarian SDAH tidak hanya dilakukan oleh perorangan saja, pemerintah saja, lembaga kemasyarakatan saja, Dinas Pertanian dan Peternakan saja, melainkan oleh semua pihak secara terpadu. Pelestarian SDAH merupakan tanggung jawab kita semua dan setiap orang hendaknya bertanggung jawab terhadap kelestarian SDAH tersebut.



Yang tidak kalah pentingnya adalah upaya pemantauan dan pemberian sanksi bagi setiap orang yang melanggarnya. Di beberapa negara, memetik daun atau bunga di taman dikenai denda. Deinikian pula jika menangkap hewan-hewan liar di sekitar rumah. Mereka melestarikan SDAH dengan tidak menangkap atau memeliharanya di rumah. Binatang-binatang liar dibiarkan hidup di alam bebas. Untuk memantau terjadinya pelanggaran yang deinikian itu diperlukan petugas atau polisi yang peka lingkungan. Bagaimana halnya dengan di negara kita? Kapan dan siapa akan memulainya? Jawabannya: man kita memulainya sekarang juga!

Berikut akan disajikan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan SDAH secara terpadu.

Taman Laut

Beberapa wilayah taman laut dijadikan taman wisata untuk menarik wisatawan. Di taman laut para wisatawan diajak menikmati keindahan flora dan fauna laut yang beraneka warna dan beraneka ragam bentuknya. Kelestarian taman laut tidak hanya merupakan tanggung jawab pengelola taman, melainkan juga tanggung jawab setiap pengunjung agar keindahannya masih dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang. Melalui taman wisata, pengunjung diajak untuk melestarikan SDAH yang ada. Jika kalian berdarmawisata ke pantai, usahakan agar kalian tidak membuang sampah di sembarang tempat, tidak membuang kantong plastik yang dapat mematikan binatang yang memakannya, tidak mengganggu flora dan fauna yang ada di dalamnya, dan tidak mencemari air di sekitarnya.

Taman Nasional

Selain sebagai tempat wisata, taman nasional juga sebagai tempat pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian makhluk hidup. Pengunjung hanya boleh melihat, mendengar dan membiarkan satwa hidup liar di alam aslinya. Pengunjung tidak boleh memberi makan, mencemari habitat, dan mengubah habitat. Kita harus taat dan patuh kepada peraturan yang ditetapkan, meskipun tidak ada penjaga yang
mengawasi.

Kebun Raya

Kebun Raya Bogor di Jawa Barat dan Kebun Raya Purwodadi di Jawa Timur merupakan contoh kebun raya yang dikelola Pemerintah untuk menjaga kelestarian flora yang ada. Kedua kebun raya tersebut ramai dikunjungi wisatawan. Wisatawan harus taat dan patuh untuk tidak membuat coretan, memetik, memotong, dan bahkan mengambil bagian tumbuhan yang ada di dalamnya.

Pengaturan Tata Ruang Kota

Kota yang ideal adalah kota yang meiniliki tata ruang kota. Letak kegiatan ekonoini, pendidikan, perumahan, industri, dan rekreasi seharusnya terpisah. Wilayah industry seharusnya terletak di daerah yang jauh dan pemukiman penduduk, di tanah tidak produktif (tandus), tidak di tempat yang tinggi (kenapa?), serta meiniliki unit pengolah limbah.

Kota hendaknya meiniliki hutan kota, taman, atau tanah terbuka yang cukup untuk mengurangi pencemaran udara, menjaga kelembapan dan suhu udara, serta untuk keindahan kota. Selain itu, juga ada danau atau bendungan kecil untuk mengatur suhu dan kelembapan kota. Sungai-sungai dijaga kebersihan dan kelestarian lingkungannya. Penduduk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan masing-masing. Semuanya hanya dapat diwujudkan jika ada kerjasama yang biik dan terpadu antara aparatur pemerintahan, pihak industri, pendidik, organisasi-organisasi masyarakat, dan seluruh masyarakat. Bagaimana halnya dengan di lingkungan kita? Kapan dan siapa yang harus memulainya?

Industri Berwawasan Lingkungan

Sebagai contoh yang lain akan diuraikan industri yang berwawasan lingkuhgan, sebagai upaya pengelolaan lingkungan secara terpadu. Selain lokasi sebagaimana diuraikan di atas, industri juga harus memperhatikan bahan baku, teknik produksi, distribusi, dan konsumsi. Bahan baku yang digunakan diambil dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Bahan baku kayu inisalnya hendaknya diambil dan hutan dengan program penghutanan kembali (reboisasi) dengan sedikit mungkin merusak lingkungan hutan. Penyimpanan, pengolahan hendaknya memperhatikan kebersihan, kesehatan, dan keselamatan.

Mesin-mesin yang digunakan hendaknya aman, hemat energi, dan tidak bising. Pekerja hendaknya menggunakan masker, helm, dan peralatan pengaman lainnya. Limbah yang dihasilkan diolah terlebih dahtjlu. Bahan-bahan yang diproduksi yang mengandung bahan berbahaya hendaknya diberi kode atau label untuk pengaman. Beberapa industri air inineral ada yang mendaur ulang botol plastik yang digunakannya.
Sumber Pustaka: Erlangga