Pembelahan Meiosis Sebagai Pembentukan Sel Kelamin

Pembelahan Meiosis Sebagai Pembentukan Sel Kelamin


Pembelahan meiosis berlangsung di organ perkembangbiakan. Pembelahan meiosis akan menghasilkan gamet. Jadi, meiosis berlangsung untuk menghasilkan sperma atau ovum. Setiap sperma atau ovum mendapatkan setengah kromosom dan kromosom sel induknya. Jika sel induk n kromosom (diploid), maka setiap seT anak masing-masing memiliki n kromosom (haploid).

Pembelahan meiosis akan menghasilkan 4 sel baru dengan jumlah n kromosom. Oleh karena itu, pembelahan meiosis disebut juga dengan pembelahan reduksi (pengurangan). Pada pembelahan meiosis terjadi dua kali pembelahan, yaitu meiosis I dan meiosis II. Meiosis I menghasilkan 2 sel anak dengan n kromosom. Meiosis I kemudian diteruskan dengan meiosis IL Meiosis II prosesnya inirip dengan initosis.



Pada akhir meibsis diperoleh empat sel anak yang masing-masing memiliki n kromosom. Perhatikan proses pembelahan meiosis pada Gambar 2.19. Meiosis berlangsung pada proses pembentukan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina.

Pembentukan Sel Kelamin Jantan pada Tumbuhan

Pada tumbuhan biji tertutup, pembentukan sel kelarnin (garnet) jantan berlangsung di dalam kepala sari. Kepala sari mempunyai kantung sari. Di dalam kantong sari terdapat sel induk serbuk sari yang bersifat diploid. Se! induk ini membelah secara initosis berulang kali sehingga dihasilkan sel induk serbuk sari yang banyak sekali. Sel-sel inilah yang kemudian mengalaini pembelahan meiosis. Satu sel induk serbuk sari menghasilkan 4 buah sel spora yang haploid. Selanjutnya sel spora haploid tersebut mengalaini initosis sekali. Hasilnya adalah dua sel haploid, yaitu satu sel vegetatif dan satu sel generatif. Sel spora yang telah memiliki satu sel vegetatif dan satu sel generatif ini disebut serbuk sari. Inti generatif serbuk sari kemudian berinitosis sekali menghasilkan 2 inti sperma. Pembelahan initosis inti generative teijadi di pembuluh serbuk sari.

Pembentukan Sel Kelamin Betina pada Tumbuhan

Pembentukan sel kelamin betina teijadi di dalam bakal biji yang berada di dalam bakal buah. Di dalam bakal biji terdapat sel-sel diploid yang aktif membelah secara initosis. Di antara sel-sel diploid tersebut terdapat satu sel yang berukuran lebih besar dibandingkan sel-sel lainnya. Se! tersebut merupakan sel induk kandung lembaga yang diploid.

Sel induk tersebut kemudian membelah secara meiosis menghasilkan empat sel anak yang haploid. Tiga sel spora dan 4 buah sel spora tersebut melebur dan hanya tinggal satu sd Satu sel ini kemudian mengalaini initosis tiga kali sehingga terbentuk 8 inti yang haploid.

Selanjutnya, tiga inti bergerak ke kutub antipoda bakal biji, dan tiga inti bergerak ke kutub inikropil (hang bakal biji). Sel yang letaknya di tengah diantara tiga sel yang berada di kutub inikropil adalah set telur (ovum). Dua inti yang ada di tengah sel kandung lembaga bergabung menjadi satu disebut inti kandung lembaga sekunder (inti polar sekunder) yang bersifat diploid.
Sumber Pustaka: Erlangga